Cara Meng-install SPSS


Adalah penting mengikuti petunjuk pada panduan SPSS ketika hendak meng-install SPSS. Saya menggunakan SPSS versi 21. Namun pada prinsipnya nyaris sama dengan versi yang terdapat pada versi 19. Oke, ikuti petunjuk ini yaa…

1. Masukkan CD installer program SPSS
2. Klik icon setup lalu pilih next
3. Pilih Single user license lalu klik next

instal spss1

4.  Pilih I accept the terms in the license agreement lalu klik next

instal spss2

5.  Isikan User Name dan Organization, lalu klik next

instal spss3

6. Pilih tempat penyimpanan penginstallan SPSS, jika sudah setuju klik next,
kemudian klik instal dan tunggu hingga proses instalasi selesai. Continue reading

By Taufiqur Rokhman Posted in Home, SPSS

Insert Variables dan Cases di SPSS


Pertemuan 2:

INSERT VARIABLE
Fungsi dari Insert Variabel adalah untuk menambahkan atau menyisipkan variabel baru (kolom baru) pada file SPSS sesuai kebutuhan. Untuk menambahkan atau menyisipkan variabel baru (kolom baru) dapat dilakukan dengan cara:

Contoh:
Pada file awal terlihat terdapat variabel KECAMATAN dan variabel PROVINSI.

SPSS 1

Misal yang ingin dilakukan adalah menambahkan atau menyisipkan variabel KABUPATEN diantara variabel KECAMATAN dan variabel PROVINSI. Maka langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1) Klik pada variabel PROVINSI dan pada kolom PROVINSI akan disort kebawah. Continue reading

By Taufiqur Rokhman Posted in Home, SPSS

Import dan Export Database Pada SPSS


Pertemuan 1:

Pada pertemuan pertama setelah pengantar SPSS adalah bagaimana cara import dan export database pada SPSS. Data yang dapat di-import ke SPSS dapat berasal dari program data lain yang kompatibel dengan SPSS. Namun yang paling biasa dan lazim digunakan adalah data excel. 

IMPORT DATABASE
Fungsi dari Import Database adalah untuk mengubah file data dari format lain ke dalam format SPSS.
Contoh:
Mengubah file data format excel ke dalam format SPSS.
Langkah-langkah Import Data:
1) Pastikan pada data excel yang akan diimport, tidak ada baris atau kolom yang tersembunyi (Hide).
2) Buka SPSS
3) Klik File > Klik Open > Klik Data

SPSS1

4)  Pilih file yang akan diimport

SPSS2

Maka file excel yang akan diimport akan tampil sebagai berikut:

SPSS3

5)  Klik file excel tersebut > klik Open

SPSS4

Maka tampilan akan menjadi sebagai berikut:

SPSS5

Maka file excel yang sudah berhasil diimport ke dalam format SPSS akan tampil seperti
gambar berikut:

SPSS6

EXPORT DATABASE
Fungsi dari Export Database adalah untuk mengubah file data dari format SPSS ke
format lainnya.
Contoh:
Mengubah file data format SPSS ke dalam format excel.
Langkah-langkah Export Data:
1) Buka SPSS.
2) Siapkan data yang akan diexport pada SPSS.

SPSS7

3)  Klik File > Klik Save as

SPSS8

Maka tampilan akan menjadi sebagai berikut

SPSS9

4)  Klik Save

SPSS10

Maka file SPSS yang sudah berhasil diexport dapat dicek ke lokasi penyimpanan yang
sudah dipilih dan hasilnya akan tampil seperti gambar berikut:

SPSS11

Sumber: Pusat Data dan Statistik Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia2014

By Taufiqur Rokhman Posted in Home

Pengantar SPSS


Pertemuan I:

SPSS adalah sebuah program komputer yang digunakan untuk membuat analisis statistika. SPSS dipublikasikan oleh SPSS Inc. SPSS (Statistical Package for the Social Sciences atau Paket Statistik untuk Ilmu Sosial) versi pertama dirilis pada tahun 1968, diciptakan oleh Norman Nie, seorang lulusan Fakultas Ilmu Politik dari Stanford University, yang sekarang menjadi Profesor Peneliti Fakultas Ilmu Politik di Stanford dan Profesor Emeritus Ilmu Politik di University of Chicago.

Semula SPSS hanya digunakan untuk ilmu social saja, tapi perkembangan berikutnya digunakan untuk berbagai disiplin ilmu sehingga kepanjangannya berubah menjadi “Statistical Product and Service Solution” (Nisfiannoor, Muhammad, Pendekatan Statistika Modern Untuk Ilmu Social, Salemba Humanika,2009:15.)

SPSS digunakan oleh peneliti pasar, peneliti kesehatan, perusahaan survei, pemerintah, peneliti pendidikan, organisasi pemasaran, dan sebagainya. Selain analisis statistika, manajemen data (seleksi kasus, penajaman file, pembuatan data turunan) dan dokumentasi data (kamus metadata ikut dimasukkan bersama data) juga merupakan fitur-fitur dari software dasar SPSS.

Statistik yang termasuk software dasar SPSS:

  • Statistik Deskriptif: Tabulasi Silang, Frekuensi, Deskripsi, Penelusuran, Statistik Deskripsi Rasio
  • Statistik Bivariat: Rata-rata, t-test, ANOVA, Korelasi (bivariat, parsial, jarak), Nonparametric tests
  • Prediksi Hasil Numerik: Regresi Linear
    Prediksi untuk mengidentivikasi kelompok: Analisis Faktor, Analisis Cluster (two-step, K-means, hierarkis), Diskriminan.

SPSS dapat membaca berbagai jenis data atau memasukkan data secara langsung ke dalam SPSS Data Editor. Bagaimanapun struktur dari file data mentahnya, maka data dalam Data Editor SPSS harus dibentuk dalam bentuk baris (cases) dan kolom (variables). Case berisi informasi untuk satu unit analisis, sedangkan variable adalah informasi yang dikumpulkan dari masing-masing kasus.

Hasil-hasil analisis muncul dalam SPSS Output Navigator. Kebanyakan prosedur Base System menghasilkan pivot tables, dimana kita bisa memperbaiki tampilan dari keluaran yang diberikan oleh SPSS. Untuk memperbaiki output, maka kita dapat mmperbaiki output sesuai dengan kebutuhan. Beberapa kemudahan yang lain yang dimiliki SPSS dalam pengoperasiannya adalah karena SPSS menyediakan beberapa fasilitas seperti berikut ini:

  • Data Editor. Merupakan jendela untuk pengolahan data. Data editor dirancang sedemikian rupa seperti pada aplikasi-aplikasi spreadsheet untuk mendefinisikan, memasukkan, mengedit, dan menampilkan data.
  • Viewer. Viewer mempermudah pemakai untuk melihat hasil pemrosesan, menunjukkan atau menghilangkan bagian-bagian tertentu dari output, serta memudahkan distribusi hasil pengolahan dari SPSS ke aplikasi-aplikasi yang lain.
  • Multidimensional Pivot Tables. Hasil pengolahan data akan ditunjukkan dengan multidimensional pivot tables. Pemakai dapat melakukan eksplorasi terhadap tabel dengan pengaturan baris, kolom, serta layer. Pemakai juga dapat dengan mudah melakukan pengaturan kelompok data dengan melakukan splitting tabel sehingga hanya satu group tertentu saja yang ditampilkan pada satu waktu.
  • High-Resolution Graphics. Dengan kemampuan grafikal beresolusi tinggi, baik untuk menampilkan pie charts, bar charts, histogram, scatterplots, 3-D graphics,dan yang lainnya, akan membuat SPSS tidak hanya mudah dioperasikan tetapi juga membuat pemakai merasa nyaman dalam pekerjaannya.
  • Database Access. Pemakai program ini dapat memperoleh kembali informasi dari sebuah database dengan menggunakan Database Wizard yang disediakannya.
  • Data Transformations. Transformasi data akan membantu pemakai memperoleh data yang siap untuk dianalisis. Pemakai dapat dengan mudah melakukan subset data, mengkombinasikan kategori, add, aggregat, merge, split, dan beberapa perintah transpose files, serta yang lainnya.
  • Electronic Distribution. Pengguna dapat mengirimkan laporan secara elektronik menggunakan sebuah tombol pengiriman data (e-mail) atau melakukan export tabel dan grafik ke mode HTML sehingga mendukung distribusi melalui internet dan intranet.
  • Online Help. SPSS menyediakan fasilitas online help yang akan selalu siap membantu pemakai dalam melakukan pekerjaannya. Bantuan yang diberikan dapat berupa petunjuk pengoperasian secara detail, kemudahan pencarian prosedur yang diinginkan sampai pada contoh-contoh kasus dalam pengoperasian program ini. 
  • Akses Data Tanpa Tempat Penyimpanan Sementara. Analisis file-file data yang sangat besar disimpan tanpa membutuhkan tempat penyimpanan sementara. Hal ini berbeda dengan SPSS sebelum versi 11.5 dimana file data yang sangat besar dibuat temporary filenya. Interface dengan Database Relasional. Fasilitas ini akan menambah efisiensi dan memudahkan pekerjaan untuk mengekstrak data dan menganalisnya dari database relasional. 
  • Analisis Distribusi. Fasilitas ini diperoleh pada pemakaian SPSS for Server atau untuk aplikasi multiuser. Kegunaan dari analisis ini adalah apabila peneliti akan menganalisis file-file data yang sangat besar dapat langsung me-remote dari server dan memprosesnya sekaligus tanpa harus memindahkan ke komputer user. 
  • Multiple Sesi. SPSS memberikan kemampuan untuk melakukan analisis lebih dari satu file data pada waktu yang bersamaan. 
  • Mapping. Visualisasi data dapat dibuat dengan berbagai macam tipe baik secara konvensional atau interaktif, misalnya dengan menggunakan tipe bar, pie atau jangkauan nilai, simbol gradual, dan chart.

Sumber: Pusat Data dan Statistik Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia2014

By Taufiqur Rokhman Posted in Home, SPSS

Wokshop Penulisan Penelitian Standar Menristek DIKTI


Kamis, 17 Maret 2016 Fakultas Teknik sukses menggelar Workshop Penulisan Penelitian Standar Menristek DIKTI. Workshop yang bertujuan meningkatkan kualitas penelitian Workshop penulisan proposaldosen ini menghadirkan narasumber di bidangnya. Beliau adalah Dr. Ade Gafar Abdullah, M.Si, dosen UPI Bandung. Wokshop ini dihadiri hampir semua dosen FT dan sebagian dosen-dosen yang ada di lingkungan Unisma. Saya ucapkan Good Job kepada segenap panitia yang bekerja keras mensukseskan acara tersebut. Semoga ke depan semakin banyak riset-riset dosen yang lolos  dan didanai DIKTI dan bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat. Berikut di antara materi yang disampaikan dalam workshop:

Unsur-unsur penting pembuatan proposal:

Perencanaan

  1. Mulailah meintis rekam jejak (konsisten dalam merintis bidang kepakaran).
  2. Buatlah roadmap individu/kelompok keilmuan (KK) jangka panjang dan jangka pendek.
  3. Pelajari buku panduan DIKTI (taati sistematika penyusunan proposal dan cermati instrument evaluasinya) , edisi X, 2011
  4. Bagi pemula, mulailah dengan hibah dosen muda/hibah pekerti.

Perlu membuat roadmap. Misal dalam lima tahun yang akan datang, apa bidang yang sedang trend yang dapat dijadikan tema penelitian. Sebaiknya tema atau topic yang diangkat dari penelitian tahun ke tahun memiliki kesinambungan dan korelasi.

Bagaimana membangun roadmap:

  1. Mulailah diskusi dengan KBK dengan melihat tren topic publikasi di beberapa jurnal internasional bereputasi.
  2. Dimulai dengan napak tilas (tahun ke 1 s.d 2 tahun) tetapi harus tetap terlihat originalitasnya.
  3. Lanjutkan dengan melakukan modifikasi (tahun ke 3 s.d 4) sudah terlihat deltanya.
  4. Terakhir, riset sudah focus mengejar novelty (kebaharuan) dengan target: HKI dan publikasi Internasional.
  5. Jika sudah selesai, bangun lagi roadmap lanjutan.

Cermati Form Penilaian Proposal:

  1. Perumusan masalah: bobot 25%
  • Ketajaman perumusan masalah
  • Tujuan penelitian
  1. Peluang luaran penelitian: bobot 25%
  • Publikasi ilmiah
  • Pengembangan ipteks-sosbud
  • Pengayaan bahan ajar
  1. Metode penelitian: bobot 25%
  • Ketepatan dan kesesuaian metode yang digunakan
  1. Tinjauan pustaka: bobot 15%
  • Relevansi
  • Kemutakhiran
  • Penyusunan daftar pustaka
  1. Kelayakan penelitian: bobot 10%
  • Kesesuaian waktu
  • Kesesuaian biaya
  • Kesesuaian personalia

Ingatlah bahwa judul:

  1. Judul merupakan jiwa, semangat, esensi, inti, dan citra keseluruhan isi sebuah proposal penelitian.
  2. Merupakan bagian proposal

Tips menulis judul:

  1. Jangan terlalu mudah menggunakan studi kasus jika memang buka kasus.
  2. Jangan cantumkan lokasi penelitian jika lokasi itu hanya sekedar lokasi karena akan sangat membatasi implikasi temuan.
  3. Sangat dianjurkan agar penyiapan judul dilakukan setelah keseluruhan proposal selesai disusun dengan tuntas.

Pendahuluan:

Uraikan latar belakang dan permasalahan yang akan diteliti, tujuan khusus, dan urgensi penelitian. Pada bab ini juga dijelaskan temuan yang ditargetkan.

Tinjauan Pustaka:

  1. Kemukakan state of the art dalam bidang yang diteliti, gunakan sumber pustaka acuan primer yang relevan dan terkini dengan mengutamakan hasil penelitian pada jurnal ilmiah dan paten.
  2. Jelaskan juga studi pendahuluan yang telah dilaksanakan dan hasil yang sudah dicapai dalam bentuk peta jalan (road map) penelitian.

Di antara situs yang menyediakan jurnal internasional:

www.sciencedirect.com

copi nomor doi-nya paste-kan ke sci-hub.io kemudian open!

Narasumber: Dr. Ade Gafar Abdullah, M.Si

Runtuhnya Teori ‘Gen Gay’


Bismillah…

Jurnal ini tambahan penjelasan tentang runtuhnya teori ‘Gen Gay’ pada jurnal sebelumnya: Kasus Sodomi Anak dan Perilaku Homoseksual Anak.

Kaum homoseksual yang didukung aktivis liberal di negeri ini sudah mulai berani unjuk diri di berbagai media guna memperjuangkan cita-citanya, yaitu pernikahan sesama jenis diakui secara hukum. Dengan dalih HAM dan alasan genetis bahwa orientasi homoseksual adalah karena faktor keturunan berdasarkan penelitian yang melahirkan teori ‘gen gay’ atau ‘born gay’ (sifat bawaan yang ada pada kalangan yang kemudian menjadi pembentuk karakter gay pada seseorang). Dari sini lahir propaganda yang sering kita dengar misalnya: “Adalah keputusan Tuhan untuk menjadikan kami gay” atau “Gay adalah akibat kelainan genetika, kami tidak akan bisa mengubah itu”.

Sebenarnya, validkah teori ‘gen gay’ tersebut?

PENELITIAN GEN GAY

Ilmuwan pertama yang memperkenalkan teori “Gen Gay” adalah Magnus Hirscheld dari Jerman pada 1899, yang menegaskan bahwa homoseksual adalah bawaan. Dia kemudian menyerukan persamaan hukum untuk kaum homoseksual.

Pada 1991, peneliti Dr.Michael Bailey dan Dr.Richard Pillard melakukan penelitian untuk membuktikan teori tersebut. Mereka meneliti pasangan saudara: kembar identik, kembar tidak identik, saudara-saudara biologis dan saudara-saudara adopsi; salah satu di antaranya adalah seorang gay. Riset tersebut menyimpulkan adanya pengaruh genetik dalam homoseksualitas. Terdapat 52% pasangan kembar identik dari orang gay berkembang menjadi gay. Hanya 22% pasangan kembar biasa yang menunjukkan sifat itu. Saudara biologis mempunyai kecenderungan 9,2%, dan saudara adopsi 10,5%. Namun gen di kromosom yang membawa sifat menurun itu TIDAK BERHASIL DITEMUKAN.

Pada 1993, riset dilanjutkan oleh Dean Hamer, seorang gay, yang meneliti 40 pasang kakak beradik homoseksual. Hamer mengklaim bahwa satu atau beberapa gen yang diturunkan oleh ibu dan terletak di kromosom Xq28 sangat berpengaruh pada orang yang menunjukkan sifat homoseksual. Hasil riset ini meneguhkan pendapat kaum homoseksual bahwa homoseksual adalah fitrah / bawaan, bukan penyimpangan sehingga mustahil bisa diluruskan.

Hasil penelitian dari seorang gay inilah yang kemudian dipakai sebagai senjata kuat mereka untuk memperjuangkan hak-haknya.

Lantas apakah para peneliti lainnya percaya begitu saja?

Sampai 6 tahun kemudian, gen pembawa sifat homoseksual itu tidak juga diketemukan real-nya. Dean Hamer pun akhirnya mengakui bahwa risetnya tidak mendukung bahwa gen adalah faktor utama yang melahirkan homoseksualitas.

“Kami menerima bahwa lingkungan mempunyai peranan membentuk orientasi seksual … Homoseksualitas secara murni bukan karena genetika. Faktor-faktor lingkungan berperan. Tidak ada satu gen yang berkuasa yang menyebabkan seseorang menjadi gay … kita tidak akan dapat memprediksi siapa yang akan menjadi gay.”

Hamer mengakui bahwa risetnya gagal memberi petunjuk bahwa homoseksual adalah bawaan.

“Silsilah keluarga gagal menghasilkan apa yang kami harap temukan yaitu sebuah hukum warisan Mendelian yang sederhana. Faktanya, kami tidak pernah menemukan dalam sebuah keluarga bahwa homoseksualitas didistribusikan dalam rumus yang jelas seperti observasi Mendel dalam tumbuhan kacangnya.”

Pada 1999, Prof. George Rice dari Universitas Western Ontario, Kanada, mengadaptasi riset Hamer dengan jumlah responden yang lebih banyak. Rice dan tim memeriksa 52 pasang kakak beradik homoseksual untuk melihat keberadaan empat penanda di daerah kromosom. Hasilnya menunjukkan, kakak beradik itu tidak memperlihatkan kesamaan penanda di gen Xq28 kecuali secara kebetulan. Para peneliti tersebut menyatakan bahwa segala kemungkinan adanya gen di Xq28 yang berpengaruh besar secara genetik terhadap timbulnya homoseksualitas dapat ditiadakan. Sehingga hasil penelitian mereka tidak mendukung adanya kaitan gen Xq28 yang dikatakan mendasari homoseksualitas pria.

Penelitian juga dilakukan oleh Prof Alan Sanders dari Universitas Chicago, di tahun 1998-1999. Hasil riset juga tidak mendukung teori hubungan genetik pada homoseksualitas. Penelitian Rice dan Sanders tersebut makin meruntuhkan teori “Gen Gay”.
gen gay(source: trueorigin.org/gaygene01.php | click to enlarge)

Ruth Hubbard, seorang pengurus “The Council for Responsible Genetics” yang juga penulis buku “Exploding the Gene Myth” mengatakan:

“Pencarian sebuah gen gay bukan suatu usaha pencarian yang bermanfaat. Saya tidak berpikir ada gen tunggal yang memerintah perilaku manusia yang sangat kompleks. Ada berbagai komponen genetik dalam semua yang kita lakukan, dan adalah suatu kebodohan untuk menyatakan gen-gen tidak terlibat. Tapi saya tidak berpikir gen-gen itu menentukan.”

Simak wawancara bersama Ruth Hubbard dihttp://gender.eserver.org/exploding-the-gene-myth.html

Hasil riset-riset di atas, meski menemukan adanya link homoseksual secara genetika, namun menyatakan bahwa gen bukanlah faktor dominan dalam menentukan homoseksualitas.

Sumber pemaparan saya di atas:

Sudah puluhan tahun dilakukan penelitian terhadap gen homoseksual tapi tidak ada fakta ilmiah yang bisa 100 persen mendukung klaim tersebut. Teori yang menyatakan bahwa gay adalah sifat genetis (ciptaan Allah) adalah PROPAGANDA PALSU yang dirilis oleh peneliti yang gay. Teori Gen Gay sifatnya politis, sarat akan kepentingan kaum gay sendiri. Memang ada manusia yang terlahir hermaprodit alias kelamin ganda, tapi tidak ada manusia yang terlahir dengan kelamin normal namun punya kecenderungan homoseks.

Sedikit intermezzo …
Dalam dunia psikologi terdapat Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) yang merupakan sebuah ‘kitab’ yang berisi mengenai kriteria gangguan mental. DSM diterbitkan oleh American Psychiatric Association (APA), yang selama ini dijadikan panduan bagi para psikolog dan psikiater untuk menentukan diagnosa seseorang jika terjadi kelainan, penyimpangan atau gangguan jiwa.

Pada DSM I tahun 1952, homoseksual masih dikategorikan sebagai Gangguan Jiwa. Pada DSM selanjutnya, sedikit demi sedikit homoseksual semakin ‘dikaburkan’, dari gangguan kepribadian sosiopath, kemudian dikategorikan penyimpangan sex, hingga kemudian HILANG!, dikategorikan bukan gangguan jiwa pada DSM IV tahun 1994.

Yang mengejutkan, lima dari tujuh orang tim task force DSM adalah gay dan lesbian, sisanya adalah aktivis LGBT [Hidayatullah]. Wah, ternyata DSM dibuat dan disusun oleh pengidap kepribadian menyimpang.

Di Indonesia, ada buku saku yang merupakan rangkuman singkat DSM bernama (Pedoman Penggolongan & Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ). Hanya saja, DSM selalu digunakan para aktivis LGBT dan aktivis HAM untuk dijadikan pembenaran bahwa perilaku para LGBT tidaklah menyimpang.

PENYEBAB SESEORANG MENJADI GAY

Bayi yang terlahir di dunia adalah suci dan normalnya manusia menyukai lawan jenisnya. Tapi dalam perjalanan hidup tidak sedikit orang berperilaku homoseksual (gay). Apakah ini berarti perilaku gay bisa menular?

Paul Cameron Ph.D dari Family Research Institute telah melakukan penelitian dan menemukan bahwa di antara penyebab munculnya dorongan untuk berperilaku homoseksual adalah pernah disodomi waktu kecil. Berbagai contoh kasus di Indonesia yang disebutkan di sini adalah buktinya. Penyebab lainnya adalah pengaruh lingkungan, yaitu sbb:

  1. Sub-kultur homoseksual yang tampak dan diterima secara sosial, yang mengundang keingintahuan dan menumbuhkan rasa ingin mencoba.
  2. Pendidikan yang pro-homoseksual (bayangkan bila di sekolah-sekolah kita –seandainya para pendukung homoseks berhasil menggolkan agenda politik mereka—ada kurikulum tentang kesetaraan seksual, setiap orang berhak jadi apa saja, heteroseksual atau homoseksual).
  3. Toleransi sosial dan hukum terhadap perilaku homoseksual.
  4. Adanya figur yang secara terbuka berperilaku homoseksual.
  5. Penggambaran bahwa homoseksualitas adalah perilaku yang normal dan bisa diterima.

Penelitian Cameron menunjukkan bahwa kecenderungan homoseksualitas bisa disembuhkan karena perilaku seks manusia sebenarnya bisa dikendalikan. Silakan baca lengkapnya di sini:http://www.biblebelievers.com/Cameron3.html

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran bahwa kepedulian dimulai dari keluarga dan lingkungan kita, ketidakpedulian membuat manusia sendiri tidak memanusiakan dirinya sendiri. Manusia adalah makhluk sosial, maka segala indikasi disorientasi yang terjadi di masyarakat bisa saja berdampak siapapun. Tidak bisa lagi soal perilaku seksual yang menyimpang disebut sebagai urusan privat.

Jadi, kalau para aktivis liberal yang membela homoseksualitas memberikan argumen seperti ini: “Setiap orang berhak memiliki orientasi seksual masing-masing. Karena itu tidak boleh ada penindasan terhadap orang dengan orientasi seksual yang berbeda.”

Maka kita bisa memakai logika untuk menjawab argumen di atas:
Jika seseorang merasa berhak menjadi homoseks, it’s fine, tapi dia TIDAK BERHAK menularkannya kepada orang lain!

BAGAIMANA BENTUK PENGAKUAN TERBAIK?

Setelah kita sudah benar-benar memahami hasil riset yang didukung banyak fakta. maka bentuk pengakuan terbaik kepada para pelaku homoseksual adalah mengakui bahwa perilakunya menyimpang. Kemudian mendukung / membantu mereka untuk bisa sembuh dan kembali pada kodratnya. Bukan malah memberikan motivasi untuk tetap mengidap perilaku menyimpang tersebut dan dibenarkan atas nama HAM.

Membela dan membenarkan perilaku homoseksualitas atas dasar teori gen gay (padahal nyatanya propaganda palsu) justru membuat pelaku homoseksual menjadi makin terjerumus, menjauhi pintu-pintu taubat. Ingatlah:“Dosa Pemikiran itu tidak ringan, karena menyebarkan pemikiran yang salah juga berat dosanya, apalagi jika kemudian diikuti oleh banyak orang” [Dr. Adian Husaini, MA].

Sebagai penutup halaman pertama ini …

Saya mencoba memahami apa yang ada di hati dan di pikiran orang yang mempunyai disorientasi seksual.

Jika Anda sudah mengambil kesimpulan bahwa Anda memiliki kencederungan disorientasi maka terimalah itu sebagai bentuk penyimpangan kodrati. Alangkah lebih baik jika kemudian Anda juga memutuskan untuk: bisabersabar dan menahan diri untuk tidak berbuat perbuatan yang dilarang Allah. Hal tersebut dilakukan demi kebaikan diri sendiri dan juga demi kedua orangtua.

Jika merasa disorientasi adalah bawaan lahir, itu hak Anda berprasangka demikian. Namun yang perlu Anda renungkan, coba lihat deh bila disorientasi itu diibaratkan seperti kecintaan manusia terhadap harta. Ada orang yang terlahir sebagai orang miskin, ia menganggapnya sebagai takdir. Akan tetapi orang tersebut mempunyai PILIHAN, apakah dia mau mencari nafkah dengan cara yang haram atau bersabar mencari nafkah dengan cara yang halal. Begitu juga dalam permasalahan ini. Bila kita menerima takdir / genetik sebagai sebab bahkan yang dianggap buruk sekali pun oleh manusia normal, maka bukan berarti kita tidak mampu mengubahnya, karena Allah Sang Maha Pencipta menganugerahkan kepada kita potensi kehendak / ikhtiar / berusaha. Jadi, anggap saja disorientasi itu sebagai tantangan hidup yang harus ditaklukan sebagaimana kita menaklukan kemiskinan.

Jika Anda sudah menyadari bahwa disorientasi bukan bawaan lahir, .. Bagus! Maka segera carilah lingkungan yang kondusif untuk meningkatkan kualitas diri. Bertemanlah dengan semua orang dan bergaullah dengan orang-orang yang dapat membantu ke arah yang lebih positif. Usahakan sebisa mungkin menghindari larut dalam lingkungan yang menjerumuskan ke hal yang buruk dan menjauhkan diri dari pintu taubat.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
08.12.2013

————————-
Credit photo/ilustration: huffingtonpost.com/2014/12/10/ex-gay-billboard-virginia_n_6301334.html

UPDATE: [30/6/2015]
Jurnal di atas saya tulis tahun 2013, kemudian pada tahun 2014 ada publikasi terbaru dari Alam Sander. Dari abstrak jurnal ilmiah PubMed yang Alan Sanders tulis, Result-nya sbb:

“Results, especially in the context of past studies, support the existence of genes on pericentromeric chromosome 8 and chromosome Xq28 influencing development of male sexual orientation.”

Tapi Bailey, kolega Alan Sanders (yang satu tim penelitian) menegaskan …

“It is not completely determinative; there are certainly other environmental factors involved,” Bailey said. Bailey’s colleague, Alan Sanders, says the findings should not be used to test for sexual orientation.

“When people say there’s a gay gene, it’s an oversimplification,” Sanders said. “There’s more than one gene, and genetics is not the whole story. Whatever gene contributes to sexual orientation, you can think of it as much as contributing to heterosexuality as much as you can think of it contributing to homosexuality. It contributes to a variation in the trait.” [IBTimes.com]

Kemudian juga terdapat artikel: Homosexuality is Genetic: Strongest Evidence Yet dari Nature World News.
Tanggapan saya:
Lihat paragraf 2 dari akhir: “Now the same team is working to compare these gene variants to heterosexual males, expecting that it will not be a common find among “straight” men.”

Sejatinya, mereka belum/tidak menyelesaikan studi mereka (itu baru setengah dari penelitian) dan belum mengambil kesimpulan. Namun media tersebut membuat judul artikel seolah-olah sebuah kesimpulan. Judul itu hanya framing public opinion.

Ref: http://iwanyuliyanto.co/2013/12/08/runtuhnya-teori-gen-gay/

By Taufiqur Rokhman Posted in Home

Prinsip Kerja Pompa Aksial


Pompa aksial merupakan salah satu jenis pompa yang masuk ke dalam kelompok pompa dinamik. Pompa jenis ini berfungsi untuk mendorong fluida kerja dengan arah yang sejajar terhadap sumbu/poros impellernya. Hal ini berbeda dengan pompa jenis sentrifugal yang arah output fluidanya tegak lurus dengan sumbu impeller.

Energi mekanik yang dihasilkan oleh sumber penggerak ditransmisikan melalui poros impeller untuk menggerakkan impeller pompa. Putaran impeller memberikan gaya aksial yang mendorong fluida sehingga menghasilkan energi kinetik pada fluida kerja tersebut. Pada beberapa desain pompa aksial, terpasang sudu-sudu tetap (diam) yang membentuk difuser pada sisi keluaran pompa. Fungsinya adalah untuk menghilangkan efek berputar dari fluida kerja dan mengkonversikan energi kinetik yang terkandung di dalamnya menjadi tekanan kerja.

20121005-024623 PM.jpg

Gambar Penampang Pompa Aksial

Pompa aksial digunakan pada sistem-sistem yang membutuhkan debit aliran fluida tinggi, dengan besar head yang rendah. Pompa jenis ini banyak digunakan pada sistem irigasi, pompa penanggulangan banjir, dan di pembangkit listrik tenaga uap digunakan untuk mensupply air laut sebagai media pendingin di kondensor.

20121005-022728 PM.jpg

Grafik Perbandingan Kurva Karakteristik Pompa Sentrifugal dan Aksial

Berikut adalah beberapa perbandingan antara pompa aksial dengan pompa sentrifugal :

  • Jika dilihat kurva efisiensinya, pompa sentrifugal dengan pompa aksial memiliki tingkat efisiensi maksimum yang hampir sama.
  • Jika debit aliran fluida turun, daya input untuk pompa sentrifugal menjadi turun sampai dengan 180 hp pada saat aliran fluida terhenti.
  • Namun pada pompa aksial daya input menjadi naik ke 520 hp pada saat aliran fluida terhenti.
  • Pompa aksial dapat menyebabkan motor penggerak overload jika debit aliran dikurangi secara drastis dari kapasitas desainnya.
  • Head yang dihasilkan oleh pompa sentrifugal jauh lebih tinggi daripada pompa aksial.
  • Pada kurva efisiensi di luar efisiensi maksimumnya, pompa aksial memiliki tingkat efisiensi yang lebih rendah daripada pompa sentrifugal.

Ref: http://artikel-teknologi.com/prinsip-kerja-pompa-aksial/

Nasehat Menjelang UAS 2015/2016


Menjelang Ujian Akhir Semester kelak, 4 Januari 2016, ijinkanlah saya menyampaikan nasehat singkat ini kepada para mahasiswa, khususnya mahasiswa Teknik Mesin Unisma Bekasi. Semoga menjadikan motivasi bagi kalian semua. “Belajarlah dengan tekun dan sungguh-sungguh. Karena sesungguhnya ujian semester itu dekat. Dan materi kuliahnya banyak. Manfaatkanlah waktu-waktu kosong kalian sebelum datang kepada kalian penyesalan. Ketahuilah wahai para mahasiswaku, bahwasanya ujian semester itu sulit, bagi siapa yang tidak membaca dan memahami”.

Samakah Riba dengan Laba?


“… Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS.Al-baqarah:275)
 
Sebenarnya apa sih tujuan islam melarang riba? 341Seharusnya khan asal saling sepakat, saling rela, tidak kena dosa?
 
Hukum islam itu dibuat untuk mengatur agar manusia mendapatkan kemaslahatan sebesar-besarnya tanpa manusia merugikan siapapun sekecil-kecilnya.
 
Mari kita bahas contoh LABA dan RIBA agar anda mudah untuk memahami dengan bahasa yang umum:
 
1. Saya membeli sebuah sepeda motor Rp. 10 Juta dan saya hendak menjual dengan mengambil untung dengan bunga 1% perbulan untuk jangka waktu pembayaran 1 tahun.
Transaksi seperti ini tergolong transaksi RIBAWI.
 
2. Saya membeli sepeda motor Rp. 10 juta, dan saya hendak menjual secara kredit selama setahun dengan harga Rp. 11.200.000,-. Transaksi ini termasuk transaksi SYARIAH.
 
Apa bedanya? Khan kalau dihitung2 ketemunya sama Untungnya Rp. 1.200.000?
 
Mari kita bahas kenapa transaksi pertama riba dan transaksi kedua syar’i.
 
TRANSAKSI PERTAMA RIBA karena:
1. Tidak ada kepastian harga, karena menggunakan sistem bunga. Misal dalam contoh diatas, bunga 1% perbulan. Jadi ketika dicicilnya disiplin memang ketemunya untungnya adalah Rp. 1.200.000,-. Tapi coba kalau ternyata terjadi keterlambatan pembayaran, misal ternyata anda baru bisa melunasi setelah 15 bulan, maka anda terkena bunganya menjadi 15% alias labanya bertambah menjadi Rp. 1.500.000,-. Jadi semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk melunasi utang, semakin besar yang harus kita bayarkan.
 
Bahkan tidak jarang berbagai lembaga leasing ada yang menambahi embel2 DENDA dan BIAYA ADMINISTRASI, maka semakin riba yang kita bayarkan. Belum lagi ada juga yang menerapkan bunga yang tidak terbayar terakumulasi dan bunga ini akhirnya juga berbunga lagi.
 
2. Sistem riba seperti diatas jelas2 sistem yang menjamin penjual pasti untung dengan merugikan hak dari si pembeli. Padahal namanya bisnis, harus siap untung dan siap rugi.
 
TRANSAKSI KEDUA SYARIAH karena:
1. Sudah terjadi akad yang jelas, harga yang jelas dan pasti. Misal pada contoh sudah disepakati harga Rp. 11.200.000,- untuk diangsur selama 12 bulan.
 
2. Misal ternyata si pembeli baru mampu melunasi utangnya pada bulan ke-15, maka harga yang dibayarkan juga masih tetap Rp. 11.200.000,- tidak boleh ditambah. Apalagi diistilahkan biaya administrasi dan denda, ini menjadi tidak diperbolehkan.
 
Kalau begitu, si penjual jadi rugi waktu dong? Iya, bisnis itu memang harus siap untung siap rugi. Tidak boleh kita pasti untung dan orang lain yang merasakan kerugian.
 
Nah, ternyata sistem islam itu untuk melindungi semuanya, harus sama hak dan kewajiban antara si pembeli dan si penjual. Sama-sama bisa untung, sama-sama bisa rugi. Jadi kedudukan mereka setara. Bayangkan dengan sistem ribawi, kita sebagai pembeli ada pada posisi yang sangat lemah.
 
Nah, sudah lebih paham hikmahnya Alloh melarang RIBA?
 
Kalau menurut anda informasi ini akan bermanfaat untuk anda dan orang lain, silakan share status ini, untuk menebar kebaikan.
Ref: http://8kabar.blogspot.com/2015/12/jangan-pernah-menyamakan-laba-dengan.html

Sudah Baikkah Perangai Diri Kita?


Setiap orang pada dasarnya menyukai kebaikan hatta seorang penjahat sekalipun. Tidak ada seorang penjahat yang menginginkan anaknya mengikuti jejaknya menjadi seorang penjahat. Bahkan apabila ada orang lain yang mengatakan “kamu penjahat” kepada seorang penjahat, maka penjahat tersebut tidak akan menerima. Kecuali apabila fitrahnya telah rusak. Demikian pula, setiap orang akan senang dan terharu apabila dikatakan kepadanya “kamu seperti malaikat”. Pun sebaliknya setiap orang akan geram kepada siapapun yang mengatakan kepadanya “kamu seperti setan” hatta ia memiliki karakter dan perangai seperti setan.

Nah, bagaimana kita menilai diri kita tergolong orang baik atau tidak?

Tolok ukur kebaikan seseorang tak lepas dari tiga poros kebaikan berikut ini:

[1] Suka memberi

Kita tidak ragu lagi untuk menyematkan predikat orang baik kepada seseorang yang suka memberi. Orang yang suka akan sesuatu cenderung tulus melakukan pekerjaanya yang disukainya. Berbeda dengan seseorang yang semata sering memberi. Belum tentu pemberiannya didasari ketulusan. Bisa jadi pemberian tersebut diiringi dengan mengolok-olok atau pemberian dari yang buruk yang ia sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Sebagaimana dinyatakan Allah dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 267, (yang artinya):

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari HASIL USAHAMU YANG BAIK-BAIK dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan JANGANLAH KAMU MEMILIH YANG BURUK-BURUK lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Kalau yang seperti ini, maka sulit bagi kita untuk menyematkan padanya sebagai orang baik.

Memberi tidak selalu diidentikan dengan uang atau barang. Dengan tenaga dan pikiran pun sangat mungkin bisa dilakukan. Bahkan hanya dengan seulas senyum sekalipun. Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang lebih banyak manfaatnya kepada sesamanya. Diantara indikator banyaknya manfaat kepada sesama adalah banyaknya sesuatu yang dapat diberikan kepada selainnya. Entah curahan pikiran, tenaga, harta dan selainnya.

Lalu sudahkah kita memiliki kriteria ini? Marilah kita menilai diri sendiri. Tidak perlu menilai orang lain.

[2] Mampu mengendalikan diri

Kriteria kedua untuk menilai baiknya pekerti seseorang adalah kemampuan mengendalikan diri. Mengendalikan diri disini lebih bersifat umum. Bukan hanya pengendalian diri dari tindakan yang menyakiti orang lain, akan tetapi juga pengendalian diri dari ucapan yang melukai hati bahkan juga pengendalian diri dari pengiriman sinyal hati yang negatif seperti prasangka buruk, iri, dengki, hasad, ujub, dan yang lainnya. 

Orang yang mampu mengendalikan diri dari menyakiti sesamanya dengan tangan dan lisannya belum bisa dikatakan sebagai orang baik manakala belum mampu mengendalikan diri dari berprasangka buruk, iri, hasad, dengki dan berbagai penyakit hati yang lainnya. Sebab tanpa diagnosa awal dan upaya untuk mengenyahkannya, amat sangat mungkin amalan hati tersebut dapat menjelma menjadi tuturan lisan yang memicu timbulnya konflik di antara sesama.

So, sudahkan kita mampu mengendalikan diri terhadap tangan, lisan dan hati kita dari menganggu dan menyakiti sesama? Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Seorang muslim yang baik adalah yang membuat kaum muslimin yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari )

[3]  Suka memaafkan

Kriteria ketiga yang tak kalah dominannya dari dua kriteria diatas adalah suka memaafkan. Orang yang suka memaafkan terhadap orang yang berbuat salah kepadanya tidak lain adalah mereka yang memiliki jiwa besar. Termasuk dalam hal ini adalah suka memaklumi. Tidak banyak orang yang mudah apalagi suka memaklumi terhadap kesalahan dan kekhilafan orang lain. Seseorang yang mudah memaklumi terhadap ketergelinciran orang lain, akan sangat mudah memberikan 70 alasan/udzur kepada  saudaranya yang tengah terjatuh dalam kesalahan. Ia pun mudah berbaik sangka kepada saudaranya. Barangkali dibalik sebab terjatuhnya kesalahan yang tampak nyata di depan mata, terdapat rentetan sebab-sebab lain yang tak seorangpun tau kecuali dirinya dan Robbnya. 

Ja’far bin Muhammad rahimahullah berkata, “Apabila sampai kepadamu dari saudaramu sesuatu yang kamu ingkari, maka berilah ia sebuah udzur sampai 70 udzur. Bila kamu tidak mendapatkan udzur, maka katakanlah, “Barangkali ia mempunyai udzur yang aku tidak ketahui.”
(Dikeluarkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman no 8344).

Abdullah bin Muhammad bin Munazil berkata, “Mukmin adalah yang selalu memberi udzur kepada saudaranya, sedangkan munafiq adalah yang selalu mencari kesalahan saudaranya.”
(Dikeluarkan oleh Abu Abrirrahman As Sulami dalam adab ash shuhbah).

Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu ia berkata: “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, berapa kali kita memaafkan (kesalahan) pembantu?”

Lalu beliau pun diam. Kemudian orang itu mengulang perkataannya dan Nabi pun masih terdiam.

Lalu yang ketiga kalinya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maafkanlah dia (pembantu) setiap hari tujuh puluh kali.”
(HR. Abu Dawud)

Ingat 70 kali berbuat salah kita seharusnya tetap memberi maaf.

Maaf itu indah, dendam dan sakit hati adalah duri dalam hati. Duri di kaki saja buang apalagi di dalam hati.

Orang yang mudah memaafkan juga merupakan ciri orang yang bertaqwa sebagaimana diterangkan Allah dalam firman-Nya:

Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa, yaitu orang-orang yang berinfaq, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Ali ‘Imron: 133-134)

Dari dua ayat diatas, secara gamblang Allah menjelaskan tiga kriteria kebaikan sebagaimana yang sudah diuraikan diatas, yakni [1] Berinfaq baik di waktu lapang maupun sempit, [2] Menahan amarah/mampu mengendalikan diri, [3] memaafkan kesalahan orang lain.

Orang baik sejati adalah orang yang memiliki ketiga kriteria diatas. Tanpa salah satunya, barangkali kita masih ragu untuk menyematkan padanya orang baik. Pertanyaannya, sudahkah kita memiliki ketiganya? 

Kita berdoa kepada Allah agar diberi akhlaq yang baik. Rasulullah mengajarkan:

اللَّهُمَّ اهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, tunjukilah padaku akhlak yang baik, tidak ada yang dapat menunjukinya kecuali Engkau. Dan palingkanlah dariku kejelekan akhlak, tidak ada yang memalingkannya kecuali Engkau.” (HR: Muslim)

Macam-Macam Turbin


Turbin adalah suatu mesin rotari yang berfungsi untuk mengubah energi dari aliran fluida menjadi energi gerak yang bermanfaat.

Mesin turbin yang paling sederhana terdiri dari sebuah bagian yang berputar disebut rotor, yang terdiri atas sebuah poros/shaft dengan sudu-sudu atau blade yang terpasang disekelilingnya. Rotor tersebut berputar akibat dari tumbukan aliran fluida atau berputar sebagai reaksi dari aliran fluida tersebut. Oleh karena itulah turbin terbagi atas 2 jenis, yaitu turbin impuls dan turbin reaksi. Rotor pada turbin impuls berputar akibat tumbukan fluida bertekanan yang diarahkan oleh nozzle kepada rotor tersebut, sedangkan rotor turbin reaksi berputar akibat dari tekanan fluida itu sendiri yang keluar dari ujung sudu melalui nozzle. Untuk lebih jelasnya dapat kita amati pada gambar di bawah ini.

Prinsip Turbin Impuls dan Reaksi

20110803-042533.jpg

Turbin Impuls
Turbin ini merubah arah dari aliran fluida berkecepatan tinggi menghasilkan putaran impuls dari turbin dan penurunan energi kinetik dari aliran fluida. Tidak ada perubahan tekanan yang terjadi pada fluida, penurunan tekanan terjadi di nozzle.

Turbin Reaksi
Turbin ini menghasilkan torsi dengan menggunakan tekanan atau massa gas atau fluida. Tekanan dari fluida berubah pada saat melewati sudu rotor. Pada turbin jenis ini diperlukan semacam sudu pada casing untuk mengontrol fluida kerja seperti yang bekerja pada turbin tipe multistage atau turbin ini harus terendam penuh pada fluida kerja (seperti pada kincir angin).

Berikut adalah macam-macam turbin berdasarkan aplikasi penggunaannya:

1. Turbin Uap (Steam Turbine)
Turbin uap menggunakan media uap air sebagai fluida kerjanya. Banyak digunakan untuk pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan bahan bakar batubara, solar, atau tenaga nuklir. Prinsip dari turbin ini adalah untuk mengkonversi energi panas dari uap air menjadi energi gerak yang bermanfaat berupa putaran rotor.

Turbin Uap pada PLTU

2. Turbin Gas
Turbin jenis ini menggunakan fluida udara yang dipanaskan secara cepat sebagai fluida kerjanya. Sebuah kompresor yang berfungsi untuk mengkompres udara dipasang satu poros dengan turbin (coupled).

Skema dan Gambar Penampang Turbin Gas

20110806-084922.jpg

Animasi Turbin Gas

3. Turbin Air
Turbin ini termasuk jenis turbin yang paling sederhana disamping kincir angin. Ada 3 jenis turbin air yaitu turbin Pleton, turbin Franchis, dan turbin Kaplan.

Animasi Perbedaan Turbin Air Pleton, Franchis, dan Kaplan

4. Turbin Angin
Turbin angin lebih dikenal dengan kincir angin, berfungsi untuk mengkonversi energi kinetik dari anginmenjadi energi gerak.

Ref: http://artikel-teknologi.com/macam-macam-turbin/

By Taufiqur Rokhman Posted in Home

Injection Moulding


Prinsip Kerja

Proses injection molding atau pencetakan injeksi umumnya digunakan untuk mencapai pencetakan berkecepatan tinggi dari bahan termoplastik.

Termoplastik adalah jenis plastik yang menjadi lunak jika dipanaskan dan akan mengeras jika didinginkan dan proses ini bisa dilakukan berulang kali. Nama termoplastik diperoleh dari sifat plastik ini yang bisa dibentuk ulang dengan proses pemanasan. Secara sederhana termoplastik adalah jenis plastik yang bisa di daur ulang.

Proses injection molding bekerja berdasarkan prinsip bahwa termoplastik cair disuntikkan ke dalam cetakan dengan  tekanan tinggi untuk mencapai bentuk sesuai yang diinginkan. Sistem plunjer diantaranya digunakan untuk mencapai tekanan tinggi tersebut.

Operasi

Bahan yang akan digunakan untuk pencetakan dimasukkan ke hopper untuk dipanaskan. Bahan tersebut kemudian ditransfer menggunakan sebuah perangkat di mana suhu sekitar adalah 150° – 370 ° C. Selanjutnya bahan tersebut dilebur dan didorong oleh ram injeksi atau sebuah pendorong melalui nozzle dalam cetakan tertutup.

 Ada dua jenis injection molding. Yaitu:

 [1] Ram or Plunger Type Injection Moulding (Pencetakan Injeksi Tipe Plunjer Atau Ram)

Jenis sistem cetak injeksi memiliki dua unit. Mereka adalah unit injeksi dan unit klem. Dalam beberapa kasus, unit-unit ini dapat dibagi untuk mengeluarkan komponen yang sudah jadi. Pertama termoplastik yang dipilih diisikan dalam hopper. Kemudian dibawa ke bagian pemanasan dimana termoplastik meleleh dan tekanan meningkat. Dengan bantuan ram, bahan yang dipanaskan disuntikkan di bawah tekanan. Hal ini membuat bahan dapat memenuhi setiap rongga cetakan melalui nozzle untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan. Pada tipe ini, air umumnya digunakan untuk tujuan pendinginan.

 01 - PLUNGER TYPE INJECTION MOULDING - TYPE OF INJECTION MOULDING

[2] Screw Type Injection Moulding (Pencetakan Injeksi Tipe Sekrup)

Tipe ini juga memiliki dua unit untuk membagi dan mengeluarkan komponen yang sudah jadi. Dua unit tersebut adalah unit injeksi dan unit klem.

Unit injeksi terdiri dari hopper, sekrup dan bagian pemanasan. Rongga cetakan berada dalam unit penjepit. Pada tipe ini, pelet pertama kali dimasukkan ke dalam hopper. Resin didorong bersama dengan sekrup bola-balik dalam kondisi panas. Sekrup tersebut dipindahkan ke depan untuk mendorong bahan plastik ke dalam cetakan. Sekrup itu sendiri bergerak mundur dan memungkinkan akumulasi bahan yang cukup untuk mengisi cetakan. Perputaran sekrup memberikan tindakan plasticizing oleh efek gesekan dan geser. Gerakan aksial sekrup memberikan tindakan pengisian. Proses pencetakan jet digunakan untuk menemukan masalah yang terjadi dalam proses injection molding. Molding reaksi adalah pengembangan terbaru dalam cetak injeksi. Dalam molding reaksi, monomer viskositas rendah digunakan dalam cetakan. Ada reaksi kimia yang terjadi antara resin pada suhu rendah dan polimer yang dibuat.

 01 - SCREW TYPE INJECTION MOULDING - TYPE OF INJECTION MOULDING

Dalam proses pencetakan jet,  bahan thermoplastic dipanaskan sekitar 93°C di nozzle sekitar silinder. Molding reaksi cocok digunakan untuk produksi cetakan poliuretan.

Proses pencetakan jet digunakan dalam pembuatan bagian-bagian dari benang yang kompleks. Produksi pada bentuk yang rumit seperti bagian berdinding tipis menjadi lebih mudah dengan menggunakan proses ini. Terutama digunakan untuk produksi komponen listrik dan komunikasi seperti kabel telepon.

Source: mechanicalengineeringblog.com/4964-injection-moulding-process-types-of-injection-moulding-process

[Taufiqur Rokhman – 18102015 – 22.30, Singkep 8 Perumnas III – Bekasi Timur]

Dasar-Dasar Pompa


Pada kesempatan kali ini saya ingin membedah secara lebih dalam mengenai pompa. Pompa sentrifugal menjadi titik fokus kita karena pompa ini paling banyak digunakan oleh kita semua. Namun tidak menutup kemungkinan untuk membahas pompa tipe lain. Untuk mengetahui apa saja macam-macam pompa Anda bisa membaca artikel saya di blog saya ini.

20120814-111535 AM.jpg

Pompa Sentrifugal

Pada pompa sentrifugal terjadi perubahan energi yang diakibatkan oleh dua komponen utama pompa, yaitu impeller dan diffuser. Impeller adalah bagian pompa yang berputar, yang mengkonversikan energi mekanik berupa putaran pada poros menjadi energi kinetik. Sedangkan diffuser (volute cassing) adalah bagian pompa yang diam, yang mengkonversikan energi kinetik menjadi energi tekanan. Sehingga secara umum pompa berfungsi untuk mengubah energi mekanik poros pompa menjadi energi tekanan berupa head fluida yang dipompa.

Besar debit fluida yang dialirkan oleh pompa sentrifugal pada putaran konstan, tergantung dari besar diferensial tekanan atau head yang dihasilkan pompa. Semakin besar head pompa akan semakin kecil debit aliran fluida yang dialirkan, begitu pula sebaliknya. Nilai dari head pompa vs. kapasitas debit ini dapat dibuat sebuah grafik yang menunjukkan grafik karakteristik pompa. Grafik ini biasanya disertakan oleh produsen pompa pada setiap produknya untuk menggambarkan karakteristik dari pompa yang ia produksi. Bentuk dari kurva head-kapasitas pompa sentrifugal merupakan fungsi dari ukuran dan desain pompa, diameter dari impeller, dan kecepatan operasionalnya.

20120814-124951 PM.jpg

Kurva Head-Kapasitas Pompa Sentrifugal

Head Pompa

Head pompa adalah sebuah satuan linier vertikal untuk menunjukkan ketinggian maksimum sebuah pompa spesifik saat memompa fluida menuju outletnya.

Umumnya yang menjadi pertanyaan kita di awal mempelajari pompa adalah “Mengapa satuan yang digunakan adalah meter (SI) atau feet (CGS), dan bukan satuan tekanan?”

Jawabannya sangat sederhana, sebuah pompa dengan spesifikasi tertentu akan menghasilkan “meter ketinggian (head)” yang sama sekalipun memompa berbeda-beda fluida dengan massa jenis yang berbeda-beda pula. Di sisi lain, ia akan menghasilkan tekanan yang berbeda antara fluida-fluida tersebut sesuai dengan massa jenisnya.

20120829-012341 AM.jpg

Tekanan Keluaran Pompa Pada Dua Fluida Berbeda

Jika ada dua pompa yang identik memompa dua fluida yang berbeda massa jenisnya, pembacaan tekanan di sisi keluaran pompa akan berbeda sekalipun di titik ketinggian yang sama. Oleh karena itulah digunakan satuan “meter ketinggian” untuk merepresentasi besar head pompa.

Source: http://artikel-teknologi.com/dasar-dasar-pompa/

HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning)


HVAC berfungsi menjaga kondisi udara sekitar untuk melindungi alat-alat, dan kenyamanan personal dengan cara mengatur ventilasi dan pengkondisian udara.

HVAC merupakan singkatan dari Heating, Ventilation, and Air Conditioning. Yang mana sistem pengkondisian udara ini merupakan aplikasi dari beberapa cabang ilmu Mechanical Engineering yaitu termodinamika, mekanika fluida, dan perpindahan panas.

HVAC termasuk vital penggunaannya di beberapa industri, terutama di gedung-gedung, perkantoran yang dipenuhi peralatan komputer yang perlu dijaga kelembaban udaranya, serta industri-industri besar yang memerlukan sistem ventilasi yang baik. Berikut akan saya jelaskan lebih mendetail mengenai HVAC.

1. Heating
Sistem ini banyak digunakan di daerah-daerah yang beriklim dingin, yang sepanjang musim didominasi dengan suhu yang dingin. Tersusun oleh beberapa bagian penting antara lain boiler, furnace, heat pump, radiator, dan hydronic.

Furnace berfungsi sebagai sumber panas yang ditransfer ke media air bernama hydronic di boiler. Hydronic tersirkulasi berkat kerja dari heat pump, yang selanjutnya setelah dari boiler, hydronic menuju ke radiator untuk memindahkan panas yang dikandungnya ke udara yang tersirkulasi. Udara inilah yang digunakan untuk memanaskan ruangan.

2. Ventilation
Ventilation adalah proses untuk mensirkulasikan udara di dalam suatu ruangan dengan udara luar, yang bertujuan untuk me-remove debu, kelembaban, bau-bauan yang tidak sedap, karbon dioksida, panas, bakteri di udara, serta meregenerasi oksigen di dalam ruangan. Ventilasi merupakan salah satu penerapan teori mekanika fluida.

Penggunaan Ventilation Fan pada Industri

20110622-113951.jpg

Ada dua jenis ventilation, yaitu forced ventilation dan natural ventilation. Forced ventilation adalah sistem ventilasi yang menggunakan bantuan fan atau kipas untuk mensirkulasikan udara di dalam ruangan. Sistem ini banyak digunakan di perindustrian besar, gedung-gedung, dan contoh yang paling dekat dengan kita adalah di dapur dan di kamar mandi. Di dapur biasanya dipasang fan untuk menghisap asap dari kompor dan dibuang keluar. Sedangkan di kamar mandi jelas digunakan untuk mengusir bau-bauan yang tidak sedap dari dalam kamar mandi.

Exhaust Fan untuk Rumah-rumah

20110622-113818.jpg

Sedangkan untuk natural ventilation tidak diperlukan bantuan kipas untuk mensirkulasikan udara. Biasanya hanya berupa jendela yang dibiarkan terbuka di suatu ruangan.

3. Air Conditioning
Air Conditioning (AC) menggunakan prinsip siklus mesin pendingin, yang terdiri dari beberapa bagian penting yaitu refrigerant, kompresor, heat exchanger (Evaporator dan Kondensor), dan katup ekspansi.

Kalau Anda googling pasti sudah banyak yang menjelaskan bagaimana prinsip kerja dari AC. Di sini yang perlu saya tekankan adalah adanya sedikit perbedaan antara AC yang biasa Anda gunakan di rumah, dengan AC yang digunakan di perkantoran, gedung-gedung, atau perindustrian. Ada satu media bernama liquid chiller yang digunakan.

Kompresor AC pada salah satu kantor

20110622-114125.jpg

Jadi prosesnya menjadi seperti berikut. Udara yang tersirkulasi diserap panasnya melalui heat exchanger oleh liquid chiller di satu komponen bernama Air Handling Unit (AHU). Sedangkan panas dari liquid chiller diserap oleh refrigerant melalui heat exchanger yang lainnya. Jadi ada semacam proses pendinginan bertingkat di dalamnya.

Air Handling Unit

20110622-114234.jpg

Ada satu alasan yang kuat mengapa AC yang digunakan di gedung-gedung besar menggunakan liquid chiller. Karena udara yang bersirkulasi di dalam gedung bervolume besar, maka akan lebih jauh efisien jika menggunakan media liquid chiller sehingga energi yang dibutuhkan untuk operasional AC lebih rendah jika dibandingkan tanpa menggunakan liquid chiller.

Source: http://artikel-teknologi.com/hvac-heating-ventilating-and-air-conditioning/

Kumpulan Peraturan Terkait Pendidikan


Undang-undang (untuk download peraturannya, klik pada bagian tanggalnya)

  1. 23 Tahun 2014: Pemerintah Daerah, membatalkan UU 12 Tahun 2008, UU 32 Tahun 2004, dan UU 08 Tahun 2005, dan diubah oleh Perppu no. 2 tahun 2014. (offsite)
  2. 22 Tahun 2014: Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, diubah oleh Perppu no. 1 Tahun 2014. (offsite)
  3. 17 Tahun 2014: MPR, DPR, DPD, dan DPRD. (offsite)
  4. 12 Tahun 2014: Perubahan atas UU no. 23 Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014. (offsite)
  5. 11 Tahun 2014: Keinsinyuran. (offsite)
  6. 5 Tahun 2014: Aparatur Sipil Negara.
    Naskah Akademik RUU-nya. (offsite)
    K.26-30/V.7-3/99: Surat Kepala BKN tentang Batas Usia Pensiun (BUP) PNS yang merujuk pada UU No. 5 Tahun 2014. (offsite)
  7. 23 Tahun 2013: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014. (offsite)
  8. 20 Tahun 2013: Pendidikan Kedokteran. (offsite)
  9. 17 Tahun 2013: Organisasi Kemasyarakatan. (offsite)
  10. 15 Tahun 2013: Perubahan atas Undang-Undang no.19 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2013. (offsite)
  11. 19 Tahun 2012: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2013. (offsite)
  12. 18 Tahun 2012: Pangan. (offsite)
  13. 17 Tahun 2012: Perkoperasian. (offsite)
  14. 12 Tahun 2012: Pendidikan Tinggi lengkap dengan penjelasannya. (offsite, mirror). Uji terhadap UU ini oleh MK pada Februari 2013 dapat diikuti di sini. Panduan proposalAkademi Komunitas yang diselenggarakan oleh masyarakat. (offsite)
  15. 24 Tahun 2011: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. (offsite)
  16. 22 Tahun 2011: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012 dan penjelasannya (offsite)
  17. 16 Tahun 2011: Bantuan Hukum (offsite)
  18. 15 Tahun 2011: Penyelenggara Pemilihan Umum (offsite)
  19. 12 Tahun 2011: Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (offsite)
  20. 10 Tahun 2010: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2011 dan penjelasannya (offsite)
  21. 09 Tahun 2010: Keprotokolan (lengkap dengan penjelasan)
  22. 05 Tahun 2011: Akuntan Publik (offsite)
  23. 02 Tahun 2010: Perubahan atas Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2009 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2010 (offsite)
  24. 24 Tahun 2009: Bendera, Bahasa, dan Lambang Negera, serta Lagu Kebangsaan (offsite)
  25. 43 Tahun 2009: Kearsipan. (offsite)
  26. 36 Tahun 2009: Kesehatan. (offsite)
  27. 35 Tahun 2009: Narkotika. (offsite)
  28. 25 Tahun 2009: Pelayanan Publik. (offsite)
  29. 24 Tahun 2009: Bendera, bahasa dan lambang negara, serta lagu kebangsaan. (offsite)
  30. 20 Tahun 2009: Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (offsite)
  31. 09 Tahun 2009: Badan Hukum Pendidikan 2009 (Wikisource)
    Putusan Mahkamah Konstitusi menolak UU BHP (offsite),
    Tayangan pptx penjelasan dari Kemendiknas.
  32. 42 Tahun 2008: Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (offsite)
  33. 40 Tahun 2008: Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis (offsite)
  34. 36 Tahun 2008: Pajak Penghasilan dan Penjelasannya (offsite); perubahan keempat atas UU No. 7 tahun 1983.
  35. 14 Tahun 2008: Keterbukaan Informasi Publik (offsite)
  36. 12 Tahun 2008: Perubahan Kedua UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, 08 Tahun 2005 perubahan Pertama (offsite)
  37. 11 Tahun 2008: Informasi dan Transaksi Elektronik (offsite)
  38. 43 Tahun 2007: Perpustakaan (offsite)
  39. 17 Tahun 2007: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (offsite)
  40. 12 Tahun 2006: Kewarganegaraan RI dan Penjelasan (offsite)
  41. 14 Tahun 2005: Guru dan Dosen (offsite)
  42. 08 Tahun 2005: Perubahan pertama UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (offsite)
  43. 40 Tahun 2004: Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). (offsite)
  44. 32 Tahun 2004: Pemerintahan Daerah (Penjelasannya)
  45. 29 Tahun 2004: Praktik Kedokteran dan penjelasan (offsite)
  46. 28 Tahun 2004: Perubahan atas UU Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan (offsite)
  47. 15 Tahun 2004: Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (offsite)
  48. 10 Tahun 2004: Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, Penjelasan, dan Sistematik Teknis Penyusunan (offsite)
  49. 7 Tahun 2004: Sumberdaya Air (offsite: 01, 02)
  50. 1 Tahun 2004: Perbendaharaan Negara (offsite)
  51. 20 Tahun 2003: Sistem Pendidikan Nasional, menggantikan UU no 02 Tahun 1989: Sistem Pendidikan Nasional. (Penjelasannya).
  52. 17 Tahun 2003: Keuangan Negara (offsite)
  53. 13 Tahun 2003: Ketenagakerjaan.
  54. 19 Tahun 2002: Hak Cipta (offsite)
  55. 18 Tahun 2002: Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (offsite)
  56. 16 Tahun 2001: Yayasan (offsite)
  57. 15 Tahun 2001: Merek (offsite)
  58. 14 Tahun 2001: Paten (offsite)
  59. 31 Tahun 2000: Desain Industri (offsite)
  60. 30 Tahun 2000: Rahasia Dagang (offsite)
  61. 24 Tahun 2000: Perjanjian Internasional (offsite)
  62. 43 Tahun 1999: perubahan atas UU no. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (pdf, offsite), dengan kelengkapannya Peraturan Pemerintah 24 Tahun 2011tentang Badan Pertimbangan Kepegawaian (Bapek).
  63. 18 Tahun 1999: Jasa Konstrusi (offsite)
  64. 08 Tahun 1999: Perlindungan Konsumen (offsite)
  65. 09 Tahun 1998: Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum (offsite)
  66. 20 Tahun 1997: Penerimaan Negara Bukan Pajak (offsite)
  67. 07 Tahun 1994: Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia (offsite)
  68. 43 Tahun 1993: Prasarana dan lalu lintas jalan.
  69. 04 Tahun 1990: Serah-Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (offsite)
  70. 02 Tahun 1989: Sistem Pendidikan Nasional lengkap dengan Penjelasannya. Digantikan oleh UU 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (docx)
  71. 08 Tahun 1983: Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
  72. 07 Tahun 1983: Pajak Penghasilan (offsite, format docx)
  73. 06 Tahun 1983: Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.
  74. 08 Tahun 1974: Pokok-pokok Kepegawaian (offsite)
  75. 01 Tahun 1974: Perkawinan (offsite)
  76. 11 Tahun 1969: Pensiun pegawai dan pensiun janda/duda pegawai (offsite)
  77. 73 Tahun 1958: Menyatakan berlakunya UU No. 1 Tahun 1946 RI tentang Peraturan Hukum Pidana untuk seluruh wilayah RI dan mengubah KUHP. (offsite)
  78. 10 Tahun 1955: Pengubahan nama Universiteit, Universitet, Universitit, Faculteit, Facultet dan Facultit Menjadi Universitas dan Fakultas (offsite)
  79. 34 Tahun 1954: Pemakaian Gelar “Akuntan” (“Accountant”) (offsite)

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu)

  1. 2 Tahun 2014: Pemerintah Daerah, mengubah UU 23 Tahun 2014. (offsite)
  2. 1 Tahun 2014: Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, mengubah UU 22 Tahun 2014. (offsite)

Peraturan Pemerintah

  1. 38 Tahun 2015: Pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas dalam Tahun Anggaran 2015 kepada Pegawai Negeri Sipil, Anggota Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun/Tunjangan.
  2. 30 Tahun 2015: Perubahan Ketujuh Belas atas PP No. 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS. (offsite)
  3. 26 Tahun 2015: Bentuk dan Mekanisme Pendanaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum. (offsite)
  4. 14 Tahun 2015: Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015-2035. (offsite)
  5. 13 Tahun 2015: Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Perubahan pertama PP No. 32 Tahun 2013.
  6. 53 Tahun 2014: Pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas dalam Tahun Anggaran 2014 kepada Pegawai Negeri Sipil, Anggota Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun/Tunjangan. (offsite)
  7. 46 Tahun 2014: Sistem Informasi Kesehatan. (offsite)
  8. 37 Tahun 2014: Penetapan Pensiun Pokok Pensiunan Pegawai Negeri Sipil dan Janda/Dudanya. (offsite)
  9. 34 Tahun 2014: Perubahan Keenam Belas atas PP No. 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS. (offsite)
  10. 30 Tahun 2014: Statuta Universitas Airlangga. (offsite)
  11. 27 Tahun 2014: Pengelolaan barang milik negara/daerah (membatalkan PP no.6 tahun 2006 jo PP no.38 Tahun 2008. (offsite)
  12. 24 Tahun 2014: Pelaksanaan Undang-Undang nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. (offsite)
  13. 21 Tahun 2014: Pemberhentian PNS yang Mencapai Batas Usia Pensiun bagi Pejabat Fungsional. (offsite)
  14. 16 Tahun 2014: Statuta Universitas Sumatera Utara. (offsite)
  15. 15 Tahun 2014: Statuta Universitas Pendidikan Indonesia. (offsite)
  16. 4 Tahun 2014: Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi yang telah ditetapkan tanggal 30 Januari 2014 dan diundangkan pada tanggal 4 Februari 2014.
  17. 90 Tahun 2013: Pencabutan PP 28/2003: Subsidi dan Iuran Pemerintah dalam Penyelenggaraan Asuransi Kesehatan bagi PNS dan Penerima Pensiun. (offsite)
  18. 89 Tahun 2013: Pencabutan PP 69/1991: Pemeliharaan Kesehatan PNS, Penerima Pensiun, Veteran Perintis Kemerdekaan beserta Keluarganya. (offsite)
  19. 88 Tahun 2013: Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif bagi Anggota Dewan Pengawas dan Anggota Dewan Direksi Badan Penyelengara Jaminan Sosial. (offsite)
  20. 87 Tahun 2013: Tata Cara Pengelolaan Aset Jaminan Sosial Kesehatan. (offsite)
  21. 86 Tahun 2013: Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif kepada Pemberi Kerja Selain Penyelenggara Negara dan Setiap Orang, Selain Pemberi Kerja, Pekerja dan Penerima Bantuan Iuran dalam Penyelenggara Jaminan Sosial. (offsite)
  22. 85 Tahun 2013: Tata Cara Hubungan antara Lembaga Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. (offsite)
  23. 78 Tahun 2013: Perubahan kedua atas PP no. 98 Tahun 2000 tentang pengadaan PNS, perubahan Pertama PP no. 11 Tahun 2002. (offsite)
  24. 58 Tahun 2013: Bentuk dan Mekanisme Pendanaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum. (offsite)
  25. 32 Tahun 2013: Perubahan Pertama Atas Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. (offsite)
  26. 22 Tahun 2013: Perubahan Kelima Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. (offsite)
  27. 2 Tahun 2013: Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2008 Tentang Pelaksanaan Undang-undang Tentang Yayasan. (offsite: 01, 02)
  28. 103 Tahun 2012: Perubahan atas Peraturan Pemerintah no. 63 Tahun 2005 tentang Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Komisi Pemberantasan Korupsi. (offsite)
  29. 97 Tahun 2012: Retribusi Pengendalian Lalu Lintas dan Retribusi Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing. (offsite)
  30. 96 Tahun 2012: Pelaksanaan Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. (offsite)
  31. 82 Tahun 2012: Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. (offsite)
  32. 74 Tahun 2012: Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. (offsite)
  33. 57 Tahun 2012: Pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan Bulan Ke Tiga Belas Dalam Tahun Anggaran 2012 Kepada Pegawai Negeri, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun/Tunjangan. (offsite)
  34. 56 Tahun 2012: Perubahan Kedua Atas PP no. 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  35. 28 Tahun 2012: Pelaksana Undang-Undang no. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan (offsite)
  36. 46 Tahun 2011: Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil; pengganti PP No.10 Tahun 1979. (offsite)
  37. 38 Tahun 2011: Sungai (catatan, situs lain)
  38. 24 Tahun 2011: Badan Pertimbangan Kepegawaian (Bapek) dengan penjelasannya (offsite)
  39. 19 Tahun 2011: Perubahan Ketujuh Atas Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 1985 Tentang Pemberian Tunjangan Veteran Kepada Veteran Republik Indonesia (offsite)
  40. 18 Tahun 2011: Perubahan Kesembilan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1985 Tentang Pemberian Tunjangan Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan (offsite)
  41. 17 Tahun 2011: Perubahan Kesepuluh Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1980 Tentang Pemberian Tunjangan Kehormatan Kepada Bekas Anggota Komite Nasional Indonesia Pusat dan Janda/Dudanya (offsite)
  42. 16 Tahun 2011: Penetapan Pensiun Pokok Purnawirawan, Warakawuri/Duda, Tunjangan Anak Yatim/Piatu, Anak Yatim Piatu dan Tunjangan Orang Tua Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia beserta Lampiran I s/d V (offsite)
  43. 15 Tahun 2011: Penetapan Pensiun Pokok Purnawirawan, Warakawuri/Duda, Tunjangan Anak Yatim/Piatu, Anak Yatim Piatu, dan Tunjangan Orang Tua Anggota Tentara Nasional Indonesia beserta Lampiran I s/d V (offsite)
  44. 14 Tahun 2011: Penetapan Pensiun Pokok Pensiunan Pegawai Negeri Sipil dan Janda/Dudanya beserta Lampiran I s/d VIII (offsite)
  45. 13 Tahun 2011: Perubahan Ketujuh Atas Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2001 Tentang Peraturan Gaji Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (offsite)
  46. 12 Tahun 2011: Perubahan Ketujuh Atas Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2001 Tentang Peraturan Gaji Anggota Tentara Nasional Indonesia (offsite)
  47. 11 Tahun 2011: Perubahan Ketiga Belas atas PP No. 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS. Lampiran PP 11 Tahun 2011. (offsite)
  48. 94 Tahun 2010: Penghitungan penghasilan kena pajak dan pelunasan pajak penghasilan dalam tahun berjalan (offsite)
  49. 93 Tahun 2010: Sumbangan penanggulangan bencana nasional, sumbangan penelitian dan pengembangan, sumbangan fasilitas pendidikan, sumbangan pembinaan olahraga, dan biaya pembangunan infrastruktur sosial yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto (offsite)
  50. 92 Tahun 2010: Perubahan kedua atas PP 29 tahun 2000 tentang usaha dan peran masyarakat jasa konstruksi (offsite)
  51. 90 Tahun 2010: Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga – RKAK/L, pengganti Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2004 (offsite, mirror)
  52. 80 Tahun 2010: Tarif pemotongan dan pengenaan pajak penghasilan pasal 21 atas penghasilan yang menjadi beban APBN atau APBD (offsite). Catatan: Peraturan Pemerintah ini menggantikan PP 45 Tahun 1994
    Permenkeu 262/PMK.03/2010 (lengkap dengan lampirannya): peraturan pelaksana PP 80 Tahun 2010 (offsite)
  53. 66 Tahun 2010: Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (offsite: PP dan Penjelasannya)
  54. 59 tahun 2010: Perubahan atas PP 29 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (offsite)
  55. 54 Tahun 2010: Pemberian gaji/pensiun/tunjangan bulan ketiga belas dalam tahun anggaran 2010 kepada Pegawai Negeri Sipil, Pejabat Negara dan Penerima pensiun/tunjangan (offsite)
  56. 53 Tahun 2010: Disiplin Pegawai Negeri Sipil (offsite)
    Peraturan Kepala BKN No. 21 Tahun 2010: Ketentuan Pelaksanaan PP no. 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS (offsite)
  57. 40 Tahun 2010: Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No.16 Tahun 1994 Tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  58. 28 Tahun 2010: Penetapan Pensiun Pokok Pensiunan PNS dan Janda/Dudanya (menggantikan PP 13 Tahun 2007, no 14 tahun 2008, dan no 9 tahun 2009)
  59. 25 Tahun 2010 (Lampiran): Perubahan ke 12 atas Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS (offsite)
  60. 17 Tahun 2010: Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan beserta penjelasannya.
  61. 63 Tahun 2009: Perubahan Atas Peraturan Pemerintah no. 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkutan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  62. 41 Tahun 2009: Tunjangan profesi guru dan dosen, tunjangan khusus guru dan dosen, serta tunjangan kehormatan Profesor.
    Pedoman pelaksanaannya menggunakan Peraturan Menteri Keuangan No.164/PMK.05/2010: Tata Cara pembayaran Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta tunjangan kehormatan professor (offsite)
  63. 38 Tahun 2009: jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara bukan Pajak yang berlaku pada yayasan. (offsite).
  64. 37 Tahun 2009: Dosen (146KB pdf, 62KB doc/zip)
  65. 65 Tahun 2008: Pemberhentian PNS (offsite)
  66. 63 Tahun 2008: Pelaksanaan Undang-Undang tentang Yayasan (offsite)
  67. 48 Tahun 2008: Pendanaan Pendidikan (Penjelasannya)
  68. 38 Tahun 2008: Pengelolaan barang milik negara/daerah. (offsite)
  69. 95 Tahun 2007: Perubahan ke7 terhadap Keppres 80 Tahun 2003 (dicabut terhitung 01 Januari 2011) – offsite
  70. 43 Tahun 2007: Perubahan pertama Atas PP no. 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  71. 41 Tahun 2006: Perizinan Melakukan Kegiatan Penelitian dan Pengembangan bagi Perguruan Tinggi Asing, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Asing, Badan Usaha Asing, dan Orang Asing (offsite)
  72. 39 Tahun 2007: Pengelolaan Uang Negara/Daerah (offsite)
  73. 31 Tahun 2006: Sistem Pelatihan Kerja Nasional (termasuk membahas tentang: 1. SKKNI-Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, dan 2. KKNI-Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) – offsite.
  74. 47 Tahun 2005: perubahan atas PP No. 29 Tahun 1997 tentang PNS yang menduduki jabatan rangkap (offsite)
  75. 65 Tahun 2005: Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (offsite)
  76. 48 Tahun 2005: Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  77. 47 Tahun 2005: Perubahan atas PP 29 Tahun 1997 tentang PNS yang menduduki jabatan rangkap (offsite)
  78. 31 Tahun 2005: Perubahan PP 40 Tahun 1994 Tentang Rumah Negara (offsite)
  79. 23 Tahun 2005: Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (offsite)
  80. 19 Tahun 2005: Standar Nasional Pendidikan
  81. 37 Tahun 2004: Larangan PNS menjadi anggota partai politik (offsite)
  82. 27 Tahun 2004: Tata Cara Pelaksanaan Paten oleh Pemerintah (offsite)
  83. 23 Tahun 2004: Badan Nasional Sertifikasi Profesi (offsite)
  84. 21 Tahun 2004: Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga – RKAK/L
  85. 54 Tahun 2003: Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  86. 30 Tahun 2003: Pendidikan Tinggi.
  87. 19 Tahun 2003: Pengamanan rokok bagi kesehatan.
  88. 09 Tahun 2003: Wewenang pengangkatan pemindahan dan pemberhentian PNS (offsite)
  89. 13 Tahun 2002: Perubahan atas PP no. 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan PNS dalam Jabatan Struktural (offsite)
  90. 12 Tahun 2002: Perubahan PP 97 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  91. 11 Tahun 2002: Perubahan atas PP 98 Tahun 2000 tentang pengadaan PNS (offsite)
  92. 101 Tahun 2000: Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  93. 100 Tahun 2000: Pengangkatan PNS dalam Jabatan Struktural (offsite)
  94. 99 Tahun 2000: Kenaikan pangkat PNS (offsite)
  95. 98 Tahun 2000: Pengadaan Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  96. 97 Tahun 2000: Formasi Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  97. 29 Tahun 2000: Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (offsite)
  98. 73 Tahun 1999: Tatacara Penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Bersumber Dari Kegiatan Tertentu. (offsite)
  99. 61 Tahun 1999: Penetapan Perguruan Tinggi Negeri Sebagai Badan Hukum – format pdf (sudah dibatalkan PP no. 17 tahun 2010)
  100. 60 Tahun 1999: Pendidikan Tinggi
  101. 05 Tahun 1999: Pegawai Negeri Sipil Yang Menjadi Anggota Partai Politik (offsite)
  102. 29 Tahun 1997: PNS yang menduduki jabatan rangkap (offsite)
  103. 45 Tahun 1994: Pajak Penghasilan bagi Pejabat Negara, PNS, anggota ABRI, dan Pensiunan (sudah diganti dengan PP 80 Tahun 2010 )
  104. 40 Tahun 1994: Tentang Rumah Negara (offsite: 01 02 )
  105. 16 Tahun 1994: Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  106. 1 Tahun 1994: Pemberhentian PNS – (offsite)
  107. 10 Tahun 1983: izin perkawinan dan perceraian bagi PNS (offsite)
  108. 23 Tahun 1993: Tata Cara Permintaan Pendaftaran Merek (offsite)
  109. 20 Tahun 1991: Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil Secara Langsung (offsite)
  110. 45 Tahun 1990: perubahan terhadap PP 10 Tahun 1983 tentang izin perkawinan dan perceraian bagi PNS (offsite)
  111. 30 Tahun 1990: Pendidikan Tinggi, lengkap dengan penjelasannya (pdf)
  112. 01 Tahun 1989: Penterjemahan dan/atau Perbanyakan Ciptaan untuk Kepentingan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, Penelitian dan Pengembangan (offsite)
  113. 05 Tahun 1987: Perlakuan terhadap Penerima Pensiun/Tunjangan yang hilang (offsite)
  114. 36 Tahun 1983: Pelaksanaan UU Pajak Penghasilan 1984 (offsite)
  115. 35 Tahun 1983: Pendaftaran, pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), penyampaian surat pemberitahuan, dan persyaratan pengajuan keberatan.
  116. 01 Tahun 1983: Perlakuan Terhadap Calon Pegawai Negeri Sipil Yang Tewas atau Cacat Akibat Kecelakaan karena Dinas. (offsite)
  117. 39 Tahun 1982: Pemberian Bantuan kepada Perguruan Tinggi Swasta. (offsite)
  118. 28 Tahun 1981: Pemberian Bantuan kepada Sekolah Swasta. (offsite)
  119. 30 Tahun 1980: peraturan displin PNS (sudah diganti dengan PP No. 53 Tahun 2010) (offsite)
  120. 32 Tahun 1979: Pemberhentian PNS (offsite)
  121. 10 Tahun 1979: Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (lengkap penjelasan dan lampiran) (offsite). Peraturan ini telah diganti oleh PP No.46 Tahun 2011.
  122. 34 Tahun 1979: Penyusutan Arsip (offsite)
  123. 7 Tahun 1977: Penetapan gaji beserta lampirannya (dapat diunduh di lokasi 1, lokasi 2)
  124. 24 Tahun 1976: Cuti Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  125. 9 Tahun 1975: Peraturan Pelaksanaan UU 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (offsite)
  126. 6 Tahun 1974: Pembatasan Pegawai Negeri dalam usaha swasta (offsite)
  127. 4 Tahun 1966: Pemberhentian/pemberhentian sementara PNS (offsite)
  128. 58 Tahun 1954: Perubahan terhadap Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 1950 tentang Universiteit Gadjah Mada (offsite)
  129. 37 Tahun 1950: Universiteit Gadjah Mada (HKTL UGM, docx)
  130. 23 Tahun 1949: Penggabungan semua perguruan tinggi di Yogyakarta menjadi Universiteit Gadjah Mada (HKTL UGM, docx)

Continue reading

By Taufiqur Rokhman Posted in Home

Proses Manufaktur


Proses Manufaktur merupakan prosedur desain yang menghasilkan perubahan fisik dan/atau kimia untuk memulai pengerjaan material dengan tujuan meningkatkan nilai material itu. Proes manufaktur biasanya dilakukan karena operasi unit, yang berarti bahwa proses manufaktur adalah langkah tunggal dalam urutan langkah yang dibutuhkan untuk mengubah material awal menjadi produk akhir. Operasi manufaktur dapat dibagi menjadi dua tipe dasar:

[1] Operasi proses

[2] Operasi Assembling (perakitan).

manufaktur bagan

Operasi proses mengubah material kerja dari satu keadaan menjadi keadaan yang lebih bernilai  yang merupakan produk akhir yang diinginkan. Operasi proses menambah nilai dengan mengubah geometri, sifat, atau penampilan dari material awal. Pada umumnya, operasi proses dilakukan pada part kerja yang berlainan, akan tetapi operasi proses tertentu juga mampu diterapkan untuk part yang di asembling. 

Operasi proses menggunakan energi untuk mengubah bentuk daripada sebuah part kerja, sifat fisik, atau tampilan untuk menambah nilai pada material. Bentuk-bentuk energi termasuk diantaranya energi mekanik, energi termal, listrik dan kimia. Energi tersebut diterapkan dengan cara yang terkontrol dengan  mesin-mesin dan tool-tool. Energi manusia dapat juga dibutuhkan, tetapi pekerja pada umumnya bekerja untuk mengontrol mesin, mengawasi operasi dan part yang terbebani maupun yang tak terbebani sebelum dan sesudah masing-masing siklus operasi. Sebuah model umum dari operasi proses diilustrasikan pada  gambar dibawah ini, 

manufaktur proses

Lebih dari satu operasi proses biasanya dibutuhkan untuk mengubah material awal menjadi bentuk akhir. Operasi tersebut dilakukan dalam urutan khusus yang dibutuhkan untuk mencapai geometri dan kondisi yang didefinisikan oleh spesifikasi desain.

Terdapat tiga kategori operasi proses:

[1] Operasi bentuk, mengubah geometri material kerja awal dengan berbagai metode. Proses-proses bentuk diantaranya adalah casting (pengecoran), forging (tempa), dan machining (permesinan, seperti bubut, frais dan drillling)

[2] Operasi meningkatkan sifat, menambah nilai pada material dengan meningkatkan sifat-sifat fisiknya tanpa mengubah bentuknya. Perlakuan panas adalah diantara contohnya.

[3] Operasi proses permukaan, dilakukan untuk membersihkan, memelihara, melindungi, atau melapisi material pada permukaan terluarnya. Diantara contoh coating (pelapisan) adalah plating dan painting (pengecatan)

Operasi Assembling menggabungkan dua atau lebih komponen untuk membuat bentuk baru yang disebut dengan  rakitan, sub rakitan atau beberapa istilah lain yang mengacu pada proses joining (penggabungan) (contoh assembling las yang disebut lasan). Komponen dari entitas baru dikoneksikan satu sama lain secara permanen atau semi permanen. Proses penggabungan permanen diantaranya adalah welding (pengelasan), brazing (pematrian), soldering (penyolderan), dan ikatan adhesif. Mereka membentuk gabungan antara komponen-komponen yang tidak dapat dengan mudah dipisahkan. 

MESIN dan TOOL PRODUKSI

Operasi manufaktur dilakukan menggunakan mesin-mesin dan tool-tool (dan manusia). Penggunaan secara luas dari mesin-mesin dalam proses manufaktur dimulai pada revolusi industri. Mesin-mesin yang digunakan pada waktu itu adalah mesin pemotong logam yang mulai dikembangkan dan digunakan secara luas. \

[Taufiqur Rokhman – 30092015 -00.08, Perumnas III, Source: Fundamental of Modern Manufacturing, 4th edition- Mikell P. Groveer]

Ta’aruf dan Silaturahmi Bersama Wali Mahasiswa 2015/2016


Kali pertama fakultas teknik Unisma Bekasi menggelar pertemuan dan silaturahmi dengan wali mahasiswa baru tahun ajaran 2015/2015. Tujuan dari diselenggarakannya acara ini tidak lain adalah agar orang tua atau wali mahasiswa lebih serius memperhatikan dan mengevaluasi pendidikan putra-putrinya sehingga tujuan yang diharapkan dapat terwujud. Persoalan serius dalam pendidikan di perguruan tinggi adalah kurangnya pengawasan orang tua mahasiswa terhadap aktivitasnya di kampus dan di luar rumah karena adanya anggapan di antara sebagian mereka bahwasanya mahasiswa sudah dewasa bukan seperti siswa yang melulu harus selalu diawasi. Padahal pendidikan tidak akan mencapai cita-cita yang diharapkan manakala tidak ada sinergitas dari komponen-komponen pendidikan seperti guru, orang tua, dan mahasiswa itu sendiri. Dan dalam pendidikan formal sendiri,  masih ada komponen tambahan yang turut menyumbang kesuksesan pendidikan yaitu pemangku kebijakan. Kegiatan ini juga diantara bentuk respon semakin ketatnya peraturan-peraturan akademik yang diberlakukan oleh pemerintah mengingat tuntunan pendidikan di negeri ini semakin berkualitas dan kompetitif. 

Acara yang dihelat pada tanggal 11 September 2105 lalu dihadiri oleh sebagian besar wali mahasiswa dari enam program studi yang ada di fakultas teknik. Diawali dengan pembukaan dan sambutan wakil dekan Teknik, Taufiqur Rokhman, MT kemudian dilanjutkan sambutan dari wakil rektor I bidang akademik. Diantara poin-poin yang disampaikan wakil rektor I adalah ucapan terima kasih atas kepercayaannya menitipkan putra-putrinya di Unisma dan permohonan kepada orang tua agar tetap mengawasi dan memonitor kegiatan putra-putrinya baik di rumah maupun di luar rumah. Sebab tidak dipungkiri bahwasanya kampus islam sekalipun tidak bebas dari narkoba atau tindakan kriminalitas.

Acara inti  yang bertajuk “Ta’aruf dan silaturahmi wali mahasiswa dan civitas akademika fakultas teknik Unisma Bekasi” ini adalah penyampaian informasi penting terkait aturan-aturan dan prosedur-prosedur akademis agar orang tua dapat mengingatkan kepada putra-putrinya sekaligus mengevaluasi perkembangan pendidikannya semester demi semester. Segmen ini disampaikan langsung oleh Dekan fakultas teknik, yakni H. Sugeng, ST, MT.  

Berikut dokumentasi kegiatan:

DSC_0028

DSC_0029

DSC_0035

By Taufiqur Rokhman Posted in Teknik

Melajulah dengan Konstan


Anda mungkin pernah mengendarai kendaraan Anda di jalan yang sangat macet. Sedikit-sedikit berjalan sedikit-sedikit berhenti. Terasa, perjalanan Anda kurang mengasyikkan. Bahkan efeknya, konsumsi bahan bakar kendaraan Anda terbilang boros. Ya, memang berdasarkan studi empiris menunjukkan demikian. Berbeda apabila Anda mengendarai di jalan yang lurus dan lengang. Maka Anda dapat mengendarainya dengan laju yang konstan dan terasa nyaman. Efeknya, konsumsi bahan bakar kendaraan Anda lebih irit. 

Secara mekanis, fenomena itu dapat dijelaskan secara sederhana sebagai berikut; kendaraan yang melaju dengan kecepatan konstan tidak membutuhkan energi penggerak mula (torsi) sebesar kendaraan yang melajunya dengan tidak konstan apalagi sedikit-sedikit berhenti sedikit-sedikit berjalan. Torsi terbesar dicapai ketika kendaraan mulai dijalankan. Disaat itulah kebutuhan kendaraan terhadap bahan bakar mencapai titik tertingginya. Oleh karenanya, ketika kita terjebak kemacetan sehingga memaksa kita mengendarai kendaraan dengan laju yang tidak konstan bahkan seringkalinya berhenti (gas-rem), maka dapat dibayangkan berapa kali torsi terbesar dicapai sehingga konsumsi bahan bakar meningkat tajam.

Hal yang lebih berat kita rasakan manakala kita hendak menjalankan kendaraan yang sudah cukup lama tidak kita hidupkan. Kendaraan tersebut sudah lama ndongkrok di garasi dan  tanpa pernah sekalipun kita memanasinya. Maka sudah bisa Anda terka betapa lamanya kendaraan tersebut untuk on alias hidup mesinnya. Dan faktanya mesinnya juga tidak akan awet apabila sering dikondisikan demikian.

 Dalam ilmu Fisika terdapat rumusan dari hukum pertama Newton tentang gerak bahwasanya ada sebuah kecenderungan pada benda untuk tetap mempertahankan keadaannya. Hal ini disebut sebagai inersia. Ketika anda sedang mendorong sebuah benda, maka benda akan bergerak. Tetapi, jika anda telah berhenti melakukan dorongan, seiring dengan itu juga benda akan melambat dan akhirnya berhenti bergerak. Artinya, untuk menjaganya tetap bergerak maka diperlukan dorongan terus menerus atau memberikan gaya. Kesimpulannya adalah benda-benda yang bergerak akan berhenti, dan dibutuhkan sebuah gaya untuk mempertahankannya supaya terus bergerak. Dalam kendaraan bermotor, energi dari sebuah gaya yang menggerakkan itulah disebut sebagai torsi.

Tak ubahnya kendaraan, aktivitas atau amal ibadah kita pun menunjukkan demikian. Apabila kita senantiasa menjaga amal ibadah kita secara kontinu tanpa menghentikan secara sengaja atau tanpa udzur syar’i maka ibadah yang kita jalankan terasa lebih ringan baik di jiwa maupun di raga. Sebaliknya, apabila kita sesekali bahkan kerapkali menghentikan amal ibadah kita dengan sengaja atau tanpa udzur syar’i maka setelahnya manakala kita hendak mengamalkan lagi, akan terasa berat di raga lebih-lebih di jiwa – Ingat!, yang menjadi pembahasan disini adalah amalan sunnah dari segi fiqh bukan fardhu atau wajib – Demikian pula, dapat Anda bayangkan betapa beratnya memulai amalan yang sudah lama ditinggalkan. 

Kita dapat mengambil contoh beberapa amalan sunnah yang mustinya kita dawamkan sehari-hari. Diantaranya, tilawah al-quran dan sholat dhuha. Bagi Anda yang tilawah al-Quran setiap hari, maka janganlah sekali-kali Anda tinggalkan walau barang se-ayat setiap harinya. Apabila Anda dapat menjaganya setiap hari hingga menjadi kebiasaan, maka amalan tersebut terasa lebih ringan dan menguatkan jiwa. Demikian pula sholat dhuha. Sholat di saat manusia tengah berada di puncak kesibukan kerja atau mencari maisyah. Sudah barang tentu menjadi amalan yang terasa berat bagi jiwa-jiwa yang tak terbiasa dengannya. Padahal apabila kita mau merenungkan, terdapat 360 sendi di dalam tubuh manusia yang dengannya manusia mampu menggerakkan seluruh anggota tubuh yang lazimnya bergerak. Semuanya menuntut kita mensyukuri nikmat yang luar biasa tersebut dengan memberikan haknya yakni bersedekah untuk setiap sendinya. Rupanya Allah dengan rahman dan rahim-Nya, memberikan solusi yang ringan dan mudah untuk mencukupi sedekah semua sendi  itu dengan dua rakaat sholat dhuha sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Dan masih banyak amalah-amalan sunnah lainnya yang mustinya senantiasa kita jaga setiap harinya seperti sholat berjamaah -meski sebagian ulama menghukuminya wajib-, puasa sunnah, sholat witir, sholat tahajud, sholat rawatib dan yang lainnya.

Lihatlah nenek dan kakek Anda. Usia sudah sangat senja dan raga sudah sangat renta  akan tetapi amal ibadahnya jauh di atas amalan anak-anak muda. Akhirnya mengertilah kita bahwasanya kekuatan amalan ibadah mereka bukan terletak pada raga mereka akan tetapi terletak pada ruh atau jiwa mereka. Sebab, berapa banyak pemuda dan pemudi yang raganya demikian kuat namun tak berdaya mendirikan sholat tahajud serta tak kuasa bangun dan melawan gravitasi waktu fajar untuk melangkahkan kaki-kakinya menuju masjid-masjid Allah Ta’ala memenuhi seruan-Nya. Sungguh menakjubkan sekali seorang muslim yang tidur ketika sholat fajar tetapi ia bangun untuk bekerja, ia bangun untuk mendapatkan rizqi tetapi ia tidur dari Pemberi rizqi.

Diantara indikator sebuah amalan dapat dikatakan sudah menjadi kebiasaan bahkan kebutuhan adalah manakala Anda terluput darinya Anda merasa kehilangan dan kerugian. Ketika Anda meninggalkan sholat berjamaah dengan sengaja atau tanpa udzur, lalu kemudian Anda merasa kehilangan atau kerugian, maka itu indikator bahwasanya sholat berjamaah sudah melekat di ruh Anda. Maka, jangan sia-siakan nikmat tersebut dan syukurilah. Sebab berapa banyak, orang-orang di luar sana tanpa merasa kehilangan dan enjoy saja mengabaikan panggilan adzan sholat dan tidak memenuhinya.

Disinilah pentingnya bagi kita untuk senantiasa istiqomah dalam menjalankan ketaatan kita kepada Allah. Allah menyebutkan keutamaan bagi hamba-Nya yang senantiasa istiqomah menjaga ketaatan kepada-Nya, dimana Allah berfirman (yang artinya),

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allâh” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (ber-istiqâmah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan Jannah yang telah dijanjikan oleh Allâh kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Fushshilat/41:30-32)

Demikian pula Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam juga menyebutkan keutamaan istiqomah. Beliau bersabda (yang artinya):

Amal perbuatan yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah yang kontinu dilakukan oleh pelakunya sekalipun sedikit. (HR. Ahmad No.24451)

 Telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Amru dia berkata; telah menceritakan kepada kami Aban bin Yazid telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abi Katsir dari Abu Salamah dari Aisyah, apabila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam melakukan suatu sholat, beliau menekuninya. Sholat yang paling beliau sukai adalah yang paling kontinu. Aisyah meriwayatkan; “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan pernah bosan hingga kalian bosan terhadapnya”.

Semoga Allah Tabaaroka Wa Ta’ala menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang senantiasa menjaga amalan-amalan kita secara istiqomah dan memasukkan kita ke Syurga-Nya.