Gathering Fakultas Teknik Unisma “Live in Harmony”


Fakultas Teknik Unisma Bekasi kembali menghelat Gathering yang bertajuk “Live in Harmony” tanggal 17 September 2016. Kegiatan yang diikuti oleh hampir seluruh staf dan dosen fakultas Teknik ini berlokasikan di Lembang Bandung. Sebagaimana namanya “Gathering” dan tagline-nya “Live in Harmony”, kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan segenap staf dan dosen fakultas teknik dalam tempat dan nuansa yang berbeda untuk mengobati kejenuhan dalam rutinitas pekerjaan sehari-hari dan lebih dari itu mempererat jalinan silaturahmi di antara keluarga besar fakultas teknik dalam keharmonisan yang syahdu.  Di antara bentuk kegiatan gathering ini adalah Outbond. Seluruh peserta outbond dipandu oleh instruktur melewati beberapa rintangan yang ada. Dengan perlengkapan safety yang diberikan, para peserta berjalan melewati papan-papan, balok-balok kayu, dan tali temali yang terpasang melintang diantara tiang-tiang di ketinggian kurang lebih 10 meter. Beberapa peserta mampu melewati rintangan-rintangan itu dengan tenang meski tak sedikit yang melewatinya dengan susah payah, gemetar, dan histeris. Dari outbond tersebut, dapat diambil pelajaran bahwasanya setiap peserta harus tetap fokus dan percaya diri dalam melewati setiap aral rintangan untuk menuju kesuksesan. Yakinlah bahwasanya Allah telah memberikan potensi pada setiap diri manusia dalam menyelesaikan berbagai problematika kehidupan (ujian hidup) dikarenakan Dia tidak akan memberikan beban kepada manusia di luar kesanggupannya.

Berikut foto-fotoGathering FT Unisma Bekasi:

foto-bersama

di-bus masuk-area-outbond

flying-fox

me

tambang

papan

papan-papan

papan-papan

outbond-tim-teknik

makan-dan-rehat

pengumuman

ter

tangkuban-prahu

About Me related Academic


A.1. Berikan  contoh  nyata  semua usaha  krcatif  yang  telah  atau  sedang  Saudara lakukan untuk  meningkatkan  kualitas  pembelajaran;  dan jelaskan  dampaknya !

  1.  Usaha kreatif:

Di jaman di mana perkembangan teknologi Informasi berkembang pesat seperti saat ini, kita tidak dapat berdiam diri tanpa ada penyesuaian dengannya. Itu sebabnya, dalam pembelajaran, saya mencoba menggunakan fasilitas teknologi informasi yang sudah ada untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Di samping menggunakan metode konvensional seperti whiteboard dan spidol, saya menggunakan media power point dan pen tablet untuk memberi variasi pembelajaran agar lebih menarik. Selain pen tablet, fasilitas yang saya butuhkan dalam pengajaran  adalah debut video capture software, Ashampo Movie Shrink & Burn, situs pribadi dan youtube. Debut video capture adalah software yang saya gunakan untuk merekam aktivitas mengajar saya seperti menerangkan sembari menulis  pada software paint atau menjelaskan materi ajar yang terdapat pada slide power point yang dibantu dengan in focus atau proyektor. Oleh karena itu, aktivitas mengajar dari awal sampai akhir tersimpan dalam satu file video (MP4) dengan ukuran yang masih cukup besar. Untuk mengunggah video ke situs pribadi atau youtube agar dapat diakses oleh mahasiswa baik yang berhalangan hadir pada saat perkuliahan atau mereka yang ingin menyimak kembali materi perkuliahan, diperlukan file video yang tidak terlalu besar. Untuk itu, saya menggunakan software Ashampo Movie Shrink dan Burn untuk memperkecil ukuran file tanpa mengurangi kualitas video secara signifikan sekaligus mempartisi video menjadi beberapa potongan video dengan ukuran file yang tidak terlalu besar sehingga menjadi mudah diakses atau diunduh oleh mahasiswa. Selanjutnya, file video yang sudah terpartisi menjadi beberapa bagian, saya unggah ke situs pribadi saya yakni http://www.taufiqurrokhman.wordpress.com dan kanal youtube, Taufiqur Rokhman. Saya berharap setiap video pembalajaran yang saya buat dan saya unggah di internet selain dapat dinikmati oleh mahasiswa sendiri juga dapat dinikmati oleh sebanyak-banyaknya mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Di waktu luang, saya juga menyempatkan menulis beberapa artikel di blog atau sekedar menerjemahkan dari handbook, untuk menambah referensi belajar bagi mahasiswa.

 

  1. Dampak perubahan:

Setelah saya menerapkan beberapa metode pembelajaran baru, ada beberapa perubahan yang cukup signifikan pada gairah dan semangat mahasiswa dalam proses belajar mereka. Indikatornya adalah mahasiswa semakin antusias dan termotivasi untuk belajar dan semakin kritis bertanya pada bagian materi yang menurut mereka belum jelas. Frekuensi kehadiran mahasiswa juga menunjukkan peningkatan. Selain di kelas atau di kampus, mahasiswa juga aktif bertanya secara online di blog pribadi saya. Itu sebabnya, saya berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan mahasiswa di waktu luang saya. Beberapa pertanyaan yang belum mampu saya jawab, memotivasi saya untuk banyak membaca dan menambah referensi belajar.  Nilai dan IPk rata-rata kelas juga menunjukkan peningkatan yang pada gilirannya masa studi mahasiswa menjadi lebih singkat atau  tepat waktu. Hal ini juga tak lepas dari peran manajemen program studi maupun fakultas yang senantisa menghimbau dan menganjurkan kepada para dosennya untuk memanfaatkan e-learning dan media yang tersedia untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

 A,2. Berikan  contoh  nyata  kedisiplinan,  keteladanan,  dan  keterbukaan  terhadap

kritik  yang  Saudara  tunjukkan  dalam pelaksanaan  pembelajaran.

  1. Kedisiplinan:

Ada beberapa kedisiplinan yang saya bangun dalam pelaksaan pembelajaran. Di antaranya kedisiplinan dalam pengumpulan tugas. Hampir setiap minggu saya memberikan tugas (PR) kepada mahasiswa setiap selesai pertemuan perkuliahan. Sementara untuk pengumpulan tugas, saya memberikan batas waktu maksimal satu minggu setelah tugas diberikan. Apabila mahasiswa mengumpulkan tugas dalam batas waktu itu, maka saya memberikan nilai penuh. Apabila melewati batas waktu tersebut sampai satu minggu kemudian, maka saya masih menerima tugas tersebut namun tidak memberikan nilai penuh. Saya tidak menerima tugas dari mahasiswa, apabila melewati dua minggu setelah tugas diberikan sehingga kepadanya diberikan nilai nol. Kedisiplinan lain yang saya bangun dari pelaksanaan pembelajaran adalah kehadiran perkuliahan. Bagi mahasiawa yang berhalangan hadir dalam perkuliahan karena suatu factor yang penting dan mendesak, wajib mengkonfirmasi kepada saya sebelum perkuliahan berlangsung. Apabila hal ini dilakukan, maka saya berikan kepadanya izin tidak mengikuti perkuliahan. Namun, apabila mereka melakukan konfirmasi setelah perkuliahan berlangsung, maka tidak ada izin. 

  1. Keteladanan:

Di antara bentuk keteladanan yang saya berikan kepada mahasiswa adalah keteladanan kedisiplinan. Saya berusaha hadir di awal waktu perkuliahan dan memberikan modul pembelajaran dan silabus pada pertemuan pertama di setiap semesternya. Ketepatan waktu pembagian modul dan silabus pada awal waktu (pertemuan pertama) memberikan kesan yang mendalam kepada mahasiswa tentang persiapan mengajar yang dilakukan oleh dosen. Selain itu, ketepatan pengumpulan nilai sesuai dengan schedule pada kalender akademik juga memberikan kesan kepada mahasiswa tentang kedisiplinan seorang dosen. Oleh karena itu, untuk pengumpulan nilai saya berusaha untuk tidak melewati batas waktu yang ditetapkan pada kelender akademik. Untuk bimbingan akademik maupun bimbingan skripsi, saya membuat jadwal bimbingan di luar jam perkuliahan yang saya tempel di madding dan saya unggah di website pribadi saya. Setelah jadwal bimbingan ditempel dan diunggah di website, saya berusaha komitmen dan konsisten untuk standby di kampus. Selain bimbingan langsung (offline) di mana mahasiswa bertemu langsung dengan dosen di kampus, saya juga membuka bimbingan online kepada mahasiswa yang berhalangan hadir di kampus. Sebab tidak bisa dipungkiri  sebagian mahasiswa kami adalah mahasiswa pekerja yang tidak jarang waktu kuliahnya berbenturan dengan waktu kerja. 

  1. Keterbukaan Terhadap  Kritik:

Kritik sangat dibutuhkan bagi dosen untuk perbaikan dan penyempurnaan kegiatan akademik. Kritik dari mahasiswa terhadap dosen dan kegiatan akademik dilakukan melalui questioner yang dibagikan kepada mahasiswa setiap semesternya. Questioner yang telah diisi, dibagikan kepada saya sebagai dosen agar segera mengevaluasi kegiatan akademik yang saya lakukan terutama yang berkenaan dengan kegiatan pengajaran. Selain melalui questioner, saya juga membuka kritik atau saran secara online melalui website pribadi saya. Mahasiswa dipersilahkan menyampaikan saran dan kritik yang membangun atas kegiatan perkuliahan dan bimbingan akademik selama ini. Saran dan kritik yang diberikan, menjadi bahan evaluasi diri yang kemudian menjadi point-point perbaikan di masa yang akan datang. Dengan kapasitasnya sebagai ketua program studi, saya sangat terbuka dengan kritik baik secara formal melalui questioner juga informal melalui pertemuan harian.  Setajam apapun kritikan tersebut, apabila membangun maka perlu saya syukuri karena untuk kebaikan bersama. Namun apabila tidak membangun, maka cukup diamkan saja atau kalau ada kebaikan dengan diskusi atau argument maka bisa saya sampaikan untuk kebaikan saya dan yang mengkritik.

 B.l. Sebutkan Publikasi  karya-karya  ilmiah/seni  yang  telah  Saudara hasilkan  dan tunjukkan  buktinya dengan cara mengunggahnya. Bagaimana  makna dan kegunaannya  dalam  pengembangan  keilmuan/keahlian. Jelaskan  bila  karya  tersebut memiliki  nilai  inovatif. 

  1. Publikasi karya ilmiah:

Ada dua hasil penelitian saya yang di muat dalam versi cetak di jurnal ilmiah teknik mesin yang diterbitkan oleh jurusan Teknik Mesin Unisma Bekasi dan  publikasikan di e-journal Unisma Bekasi (http://www.ejournal-unisma.net/ojs/), yaitu (1) Jurnal volume 3, nomor 1, Februari 2015 dengan judul “Perancangan alat uji kemampukerasan jominy test untuk laboratorium Teknik Mesin Universitas Islam “45” Bekasi”, dan (2) jurnal volume 3, nomor 2, Agustus 2015 dengan judul “Optimasi rancangan termal sistem pengkondisian udara ruangan gedung pascasarjana Unisma Bekasi”. Selain itu, ada satu hasil penelitian saya yang dimuat di jurnal teknologi yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan dipublikasikan di ejornal UMJ (https://jurnal.ftumj.ac.id/index.php/jurtek), yaitu jurnal volume 7, nomor 2, Juli 2015 dengan judul “Pendekatan Numerik Polinomial Derajad 3 Untuk Perhitungan Unjuk Kerja Mesin Kendaraan Bermotor Yamaha Vega Zr Pabrikan 2009” 

  1. Makna dan kegunaan:

Dari beberapa penelitian yang saya lakukan, saya mengambil topic dan kajian yang terdekat dengan apa yang saat itu dibutuhkan. Pada penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah teknik mesin dengan judul “Perancangan alat uji kemampukerasan jominy test untuk laboratorium Teknik Mesin Universitas Islam “45” Bekasi” selain menghasilkan output berupa paper yang terpublikasikan, juga produk berupa alat uji kemampukerasan jominy test yang dibutuhkan oleh laboratorium Teknik Mesin Universitas Islam “45” Bekasi untuk keperluan praktikum pengujian kemampukerasan sebuah material dan pengembangan keilmuan lain berupa riset. Kemudian penelitian kedua saya yang berjudul “Optimasi rancangan termal sistem pengkondisian udara ruangan gedung pascasarjana Unisma Bekasi” juga menjadi masukan dalam perencanaan sistem pengkondisian udara ruangan gedung pascasarjana yang belum lama didirikan. Selain berguna bagi institusi, penelitian kedua tersebut juga sangat berguna bagi saya pribadi selaku peneliti dalam menambah wawasan keilmuan lantaran penggaliannya terhadap riset-riset terkini terkait bidang refrigrasi dan pengkondisian udara. Kemudian penelitian ketiga saya yang berjudul “Pendekatan Numerik Polinomial Derajad 3 Untuk Perhitungan Unjuk Kerja Mesin Kendaraan Bermotor Yamaha Vega Zr Pabrikan 2009” juga memiliki makna dan kegunaan menawarkan metode lain untuk mengetahui unjuk kerja mesin kendaraan bermotor selain menggunakan dinotest yakni pendekatan numeric polynomial derajad 3. 

  1. Nilai inovatif:

Di antara beberapa hasil penelitian saya baik berupa konsep teoritis ataupun produk terapan yang memiliki nilai inovatif alias pembaruan (kreasi baru) adalah hasil penelitian yang berjudul “Pendekatan Numerik Polinomial Derajad 3 Untuk Perhitungan Unjuk Kerja Mesin Kendaraan Bermotor Yamaha Vega Zr Pabrikan 2009”. Penelitian ini dikatakan memiliki nilai inovatif yang lebih menonjol dibandingkan selainnya adalah karena dalam penelitian ini ditawarkan metode atau pendekatan baru untuk mengetahui unjuk kerja mesin kendaraan bermotor. Kemudian diikuti penelitian yang kedua yang berjudul “Optimasi rancangan termal sistem pengkondisian udara ruangan gedung pascasarjana Unisma Bekasi” juga memiliki nilai inovasi di mana ketika konsep ini diterapkan akan menghasilkan efisiensi yang paling besar dalam pengadaan awal sistem refrigerasi dan penggunaannya sehari-hari. Disusul penelitian yang pertama yang berjudul “Perancangan alat uji kemampukerasan jominy test untuk laboratorium Teknik Mesin Universitas Islam “45” Bekasi”. Dibandingkan dua riset yang pertama, riset ini mencoba memodifikasi perancangan alat uji jominy test yang banyak tersedia di pasaran sehingga menambahkan keunggulan dalam satu aspek tanpa melemahkan aspek yang lainnya. 

B.2.  Berikan  contoh  nyata  konsistensi  dan  target  kerja  yang  Saudara  tunjukkan  dalam pengembangan  keilmuan/keahlian. 

  1. Konsistensi:

Dalam pengembangan keilmuan/keahlian, saya berusaha untuk mengikuti penelitian hibah bersaing baik yang ditawarkan dari internal perguruan tinggi yakni LPPM maupun dari eksternal Perguruan Tinggi yakni DIKTI. Hal ini dapat dibuktikan dari output penelitian yakni berupa publikasi hasil penelitian berupa jurnal maupun prosiding. Hampir setiap tahun, saya mengikuti penelitian hibah bersaing yang difasilitasi oleh LPPM, dan Alhamdulillah lolos. Kemudian, output penelitian yang berupa laporan penelitian dimuat dalam  Jurnal Ilmiah Teknik Mesin (JITM) untuk selanjutnya dipublikasikan pada e-journal Unisma. Adapun untuk penelitian hibah bersaing yang ditawarkan DIKTI, Alhamdulillah saya baru berkesempatan tahun ini untuk mengajukan proposal Penelitian Dosen Pemula (PDP) dan Ipteks Bagi Masyarakat (IbM). Konsistensi dalam penelitian ini cukup penting bagi saya sebagai dosen sebab dari penelitian itulah saya membutuhkan banyak literature dan referensi terkini sehingga dengannya wawasan keilmuan bertambah dan keahlian semakin terasah. Selain menjadi peneliti pada beberapa skim penelitian baik dari internal maupun eksternal perguruan tinggi, Alhamdulillah saya dipercaya sebagai ketua panitia oleh pimpinan fakultas untuk menyelenggarakan Seminar Nasional “Call for Paper” untuk pertama kalinya pada bulan Mei 2016. Seminar yang menghadirkan tiga narasumber utama yakni Bapak Sudirman Said selaku Menteri ESDM atau yang mewakilinya, Prof. Mukhtasor selaku guru besar ITS, dan Bapak Untung Sunarto, MM selaku direktur operasional PT. Nusantara Prospekindo Sukses, dapat berjalan dengan lancar dan sukses.  

  1. Target kerja:

Dalam satu tahun sedikitnya saya memiliki satu target penelitian yang harus dipublikasikan ke e-journal.  Sebelum memiliki kepangkatan fungsional, saya melakukan penelitian yang dibantu atau didanai oleh lembaga penelitian kampus dalam hal ini LPPM. Outcome dari penelitian tersebut berupa jurnal versi cetak maupun versi e-journal-nya. Pada tahun 2015, saya telah mempublikasikan dua paper di Jurusan sendiri (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin/JITM) yakni Volume 3 nomor 1, Februari 2015 dengan judul “Perancangan alat uji kemampukerasan jominy test untuk laboratorium teknik mesin Universitas Islam 45 Bekasi” dan  volume 3 nomor 2 Agustus 2015 dengan judul “Optimasi rancangan termal sistem pengkondisian udara ruangan gedung pasca sarjana Unisma Bekasi” serta satu paper di  jurnal Teknologi Fakultas Teknik UMJ yakni volume 7 nomor 2 Juli 2015 dengan judul “Pendekatan Numerik Polinomial Derajad 3 Untuk Perhitungan Unjuk Kerja Mesin Kendaraan Bermotor Yamaha Vega Zr Pabrikan 2009”. Setelah mendapatkan kepangkatan fungsional, saya berkesempatan mengajukan proposal penelitian sebagai ketua peneliti untuk skim penelitian dosen pemula (PDP) dan iptek bagi masyarakat (IbM) melalui laman simlitabmas.ristekdikti.go.id yang berhasil saya unggah pada tanggal 30 Mei 2016. 

C.1. Berikan  contoh  nyata  penerapan  ilmu/keahlian  Saudara  dalam berbagai kegiatan pengabdian  kepada  masyarakat.  Deskripsikan  dampak  perubahan Dan dukungan  masyarakat terhadap  kegiatan  tersebut  !

  1. Kegiatan PKM:

Beberapa kegiatan PKM yang pernah saya jalankan di antaranya adalah Pelatihan Aplikasi Komputer dan Internet Berorientasi Pengembangan Desa Teknologi. Dalam pelatihan ini, saya selaku salah satu fasilitator dan instruktur memberikan bekal keilmuan dan keahlian kepada peserta khususnya keahlian di bidang komputer dan internet sehingga kedepannya para peserta diharapkan dapat berwirausaha sendiri dengan membuka rental komputer/ internet atau setidaknya dapat diterima kerja sebagai operator di rental computer dan internet. Karena kami menjalin kerjasama dengan desa sebagai desa binaan, maka kegiatan pelatihan ini dilakukan secara berkesinambungan untuk memastikan perkembangan dan kemajuan keilmuan peserta pelatihan. Selain itu, kegiatan PKM yang saya jalankan adalah Pemantapan Materi UN SD Untuk Guru SDIT YPI 45 Tahun 2015 Mata Pelajaran Matematika dan IPA. Program ini sebagaimana namanya bertujuan untuk pendalaman dan pemantapan Materi UN SD Untuk Guru SDIT YPI 45 Tahun 2015 Mata Pelajaran Matematika dan IPA. Saya selaku dosen Teknik Mesin yang juga mengajar mata kuliah kalkulus dan matematika teknik ditunjuk oleh ketua panitia untuk menjadi salah satu instrukturnya. Pendalaman materi ini dilaksanakan dua kali dalam seminggu yakni setiap hari selasa dan kamis dengan sepuluh kali pertemuan pada setiap mata pelajaran yang masing-masing pertemuannya berdurasi selama 1,5 jam. 

  1. Dampak Perubahan

Dampak perubahan dari program PKM ini sebagaimana disampaikan oleh peserta kegiatan yaitu guru-guru SDIT YPI 45 adalah meningkatnya nilai rata-rata UN dari siswa-siswi SDIT YPI 45. Disamping itu, metode pengajaran guru-guru menjadi lebih variatif dan pendekatan visual lebih ditonjolkan dengan keterbatasan alat-alat peraga. Tidak dipungkiri, metode pengajaran yang paling mudah diterima oleh siswa-siswa tingkat sekolah dasar adalah dengan memperbanyak menampilkan gambar visual atau gerakan-gerakan yang relevan terhadap topic materi yang sedang dibahas. Dengan kemampuan baru yang dimiliki guru-guru SD peserta pelatihan yakni terampil menggunakan powerpoint dan memasukkan content video, maka pengajaran menjadi lebih mengasyikkan. Kemudian dampak perubahan dari pelatihan yang kedua yakni pelatihan aplikasi computer dan Internet Berorientasi Pengembangan Desa Teknologi adalah para peserta mulai terampil mengoperasikan computer dan internet, sehingga tak sedikit diantara mereka yang dapat diterima kerja sebagai penjaga rental maupun internet. Sebagiannya lagi ada yang membuka usaha rental sendiri di desanya. Demikian penuturan aparatur desa ketika melaporkan perkembangan warganya yang menjadi peserta ketika kami selaku tim PKM berbincang-bincang dengan aparatur desanya. 

  1. Dukungan Masyarakat:

Dukungan dan apresiasi yang besar diberikan oleh aparatur desa kepada kami atas pengabdiannya kepada para warganya. Mereka berharap kegiatan PKM bertajuk Pelatihan Aplikasi Komputer dan Internet Berorientasi Pengembangan Desa Teknologi dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan. Sebab ketika masa berganti, masyarakat pun berganti dari kecil menjadi remaja, remaja menjadi pemuda, dan pemuda menjadi tua. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, seorang dosen juga dituntut untuk senantiasa meng-upgrade keilmuan dan keahlian sehingga senantiasa dapat memberi manfaat kepada masyarakat dan Negara. Dukungan dan apresiasi yang besar juga diberikan oleh guru-guru  SDIT YPI 45 demikian pula kepala sekolahnya. Mereka berharap kegiatan tersebut tidak terhenti pada saat itu saja sehingga perlu diselenggarakan secara berkelanjutan. Mereka juga mengharapkan dapat dilatih menggunakan media pembelajaran seperti power point dan video pembelajaran yang saat itu langsung kami dapat tindaklanjuti dengan menyisipkan dua sampai tiga kali pertemuan yang berisi pemanfaatan media pembelajaran. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat bagi guru-guru dan siswa-siswi SD SDIT YPI 45. 

C.2.  Berikan  contoh  nyata  kemampuan berkomunikasi  dan  kerjasama  yang  saudara tunjukkan  dalam  pengabdian  kepada  masyarakat.

  1. Kemampuan berkomunikasi :

Pada beberapa kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang saya jalankan, menuntut penguasaan berkomunikasi karena berbasis transfer knowledge. Yang pertama adalah pelatihan aplikasi komputer dan internet berorientasi pengembangan desa teknologi. Sebelum pelatihan sebagaimana lazimnya ada ceremony pembukaan yang dihadiri oleh para peserta pelatihan dan aparatur desa. Sebelum acara dimulai, sebagai tuan rumah yang menyediakan tempat pelatihan dan instruktur sudah selayaknya menyambut dan menerima dengan hangat kehadiran para peserta dan aparatur desanya. Menyapa dengan senyum, mengucapkan salam  dan menjabat tangan adalah bentuk membangun kedekatan hubungan antara dosen sebagai sivitas akademika dan peserta serta aparatur desa sebagai mitra. Memasuki acara, seperti biasa sambutan disampaikan oleh perwakilan aparatur desa demikian pula dekan dan wakil dekan selaku pimpinan manajemen fakultas. Kondisi demikian menuntut saya selaku wakil dekan sebagai tuan rumah dan penyelenggara pelatihan tatkala menyampaikan sambutan, untuk memilih diksi yang tepat agar para peserta dan aparatur desa memiliki kesan yang positif terhadap manajemen dan program PKM. Demikian pula, sebagai instruktur pelatihan saya dituntut untuk menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta yang berasal dari semua kalangan. Untuk program yang kedua yaitu pemantapan materi UN SD Untuk Guru SDIT YPI 45 Tahun 2015 Mata Pelajaran Matematika dan IPA juga tidak kalah penting dibutuhkan kemampuan berkomunikasi bagi para pengajarnya yakni Sebuah metode mengajar yang mudah dipahami tanpa berkesan menggurui. 

  1. Kemampuan kerjasama:

Dalam beberapa program pengabdian kepada masyarakat baik pelatihan aplikasi computer dan internet maupun program pemantapan materi UN SD untuk guru-guru SDIT , saya dan rekan-rekan satu tim membutuhkan kerjasama yang solid dan pembagian job description yang jelas mulai dari menjalin mitra, penyusunan dan pengajuan proposal, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi serta pelaporan pertanggungjawaban kegiatan. Setelah proposal disetujui, panitia membentuk tim instruktur sesuai dengan bidang kompetensinya masing-masing. Selain itu panitia juga membentuk jadwal pertemuan rutinan apabila pertemuan tersebut dilaksanakan dalam mingguan. Masing-masing instruktur membuat modul materi mulai dari pertemuan pertama hingga pertemuan terakhir. Setelah dicetak dan digandakan, modul dapat dibagikan kepada peserta. Untuk pelatihan aplikasi computer dan internet, saya dan rekan-rekan satu tim meminta bantuan beberapa mahasiswa yang kompeten dalam bidangnya, untuk memandu para peserta yang mengalami kesulitan dalam menerima materi. Hal ini bertujuan agar pelatihan lebih efektif dan materi lebih mengena. 

D.1. Berikan  contoh  nyata  kontribusi  Saudara  sebagai  dosen,  berupa  pemikiran untuk meningkatkan  kualitas  manajemen/pengelolaan  institusi  (universitas,  fakultas, jurusan,  laboratorium,  manajemen sistem  informasi  akademik, dll), implementasi kegiatan,  dan  bagaimana  dukungan  institusi terhadap  kegiatan tersebut. 

  1. Implementasi kegiatan  dari  usulan/pemikiran:

Untuk meningkatkan kualitas manajemen/pengelolaan institusi, saya dan beberapa rekan mengusulkan dibuatnya sistem penjaminan mutu tingkat jurusan. Sistem penjaminan mutu mencakup semua informasi mulai dari standar operasional prosedur, instruksi kerja dan selainnya di mana menjadi pedoman dan panduan bagi seluruh sivitas akademika menjalankan seluruh aktivitas akademiknya sehari-hari. Saya mengusulkan semua informasi tersebut terdokumentasikan dalam buku panduan akademik dan tersistem dalam sistem informasi akademik. Selain itu, agar informasi tersebut mudah dibaca, dipahami dan diimplementasikan oleh seluruh sivitas akademika maka saya mengusulkan agar dibuatkan aplikasi berbasis IT seperti android atau sejenisnya yang memuat seluruh informasi panduan akademik. Tidak dipungkiri, dewasa ini kita membutuhkan akses cepat informasi baik offline maupun online dimanapun dan kapanpun. Selain melalui perangkat IT seperti smartphone, saya memberikan masukan agar seluruh prosedur kegiatan akademik dalam bentuk diagram alir tercetak dalam banner-X yang diletakkan pada tempat-tempat yang sering dilalui mahasiswa. Dengan demikian, seluruh sivitas akademik akan memahami benar-benar panduan akademik dan mengimplementasikan dalam tindakan. Di samping itu, apabila dijumpai pelaksanaan kegiatan akademik yang tidak sesuai prosedur, masing-masing dari dosen atau mahasiswa bisa dengan mudah saling mengingatkan dan meluruskan antara satu dengan yang lain, dengan menunjukkan pada panduan atau prosedur yang terpampang pada banner. 

  1. Dukungan institusi:

Institusi sangat mengapresiasi setiap masukan-masukan dari semua sivitas akademiknya dan menindaklanjuti setiap masukan dan saran yang bersifat membangun. Masukan dan saran yang disampaikan oleh masing-masing dosen melalui rapat rutin jurusan, diteruskan ke rapat structural fakultas melalui ketua program studinya. Selanjutnya, melalui rapat koordinasi fakultas, semua ketua program studi, dekan dan wakil dekan, menyepakati keputusan bersama berupa program-program pengembangan yang akan dilaksanakan pada satu tahun ajaran yang akan datang. Melalui rapat kerja Universitas, pimpinan fakultas dalam hal ini dekan, menyampaikan kepada pimpinan Universitas yakni Rektor dan jajarannya program-program yang diusulkan oleh fakultas. Pimpinan Universitas kemudian memverifikasi usulan program dan menyetujui seluruh atau sebagian besarnya program pengembangan yang diusulkan berikut anggaran dananya. Program-program yang telah disetujui pimpinan universitas, dijalankan selama tahun ajaran yang baru dengan berpedoman pada borang program pengembangan yang diajukan. Demikian bentuk dukungan institusi kepada segenap sivitas akademiknya terhadap saran dan masukannya yang membangun yang bergulir setiap tahun ajaran. 

D.2.  Berikan  contoh  nyata  kendali  diri, tanggung jawab,  dan  keteguhan  pada prinsip  yang  Saudara  tunjukkan  sebagai  dosen  dalam implementasi manajemen/pengelolaan  institusi.

  1. Kendali diri:

Sebagai dosen yang pernah menjabat ketua program studi dan kini menjabat sebagai wakil dekan, saya berusaha untuk bersikap proaktif terhadap permasalahan yang terjadi baik pada dosen maupun mahasiswa. Artinya, ketika terjadi suatu permasalahan saya berusaha tenang dan kemudian segera mencari dan menemukan akar masalahnya. Apabila permasalahan itu menyangkut kegiatan akademik yang tidak mungkin diselesaikan kecuali harus mengumpulkan seluruh dosen program studi, maka saya mengumpulkan semua dosen dan merapatkan bersama sehingga diperoleh keputusan dan solusi terbaik. Namun apabila permasalahan itu berkenaan dengan hubungan dosen yang satu dengan dosen yang lain, maka saya mengumpulkan dosen-dosen yang bersangkutan untuk menemukan solusi yang baik dan arif. Disinilah saya dituntut untuk bersikap netral, adil dan tidak memihak salah satu pihak. Demikian pula permasalahan yang terjadi pada mahasiswa. Apabila terdapat permasalahan yang berhubungan dengan keluhan mahasiswa terhadap pelayanan program studi atau fakultas secara umum, maka saya akan menampung semua keluhan dari mahasiswa-mahasiswa untuk kemudian menyuarakannya ke rapat program studi atau fakultas untuk dicarikan solusi terbaiknya. Namun apabila permasalahan tersebut berkenaan dengan kurangnya keharmonisan hubungan antara mahasiswa satu dengan yang lain, maka saya segera mempertemukan mahasiswa-mahasiwa yang berselisih untuk mendamaikannya. Apabila terjadi pelanggaran oleh mahasiwa terhadap peraturan dimana masih dalam level pelanggaran ringan, maka saya akan segera menegur dan menasehatinya. Namun apabila sampai pada pelanggaran berat, maka saya segera merapatkan di tingkat program studi atau fakultas untuk memberikan sanksi yang sepadan sebagaimana yang diatur dalam tata tertib mahasiswa. 

  1. Tanggungjawab:

Seorang dosen dikatakan memiliki tanggung jawab dalam implementasi manajemen/pengelolaan institusi manakala ia dapat menjalankan dan menyelesaikan kewajiban atau tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) nya sesuai dengan batas waktu yang diberikan. Sebagai seorang dosen, saya berusaha untuk menjalankan dan menuntaskan tupoksi yang merefleksikan tri dharma perguruan tinggi yakni pengajaran, penelitian dan pengabdian. Setiap tahun pengajaran, saya berusaha untuk melaksanakan kewajiban pengajaran sesuai dengan beban sks yang diberikan oleh ketua program studi dan memenuhi jumlah pertemuan minimal yakni 12 pertemuan tatap muka perkuliahan. Beberapa perangkat pembelajaran seperti modul, silabus atau RPS dan  handout (slide power point) saya persiapkan sebelum perkuliahan perdana dimulai. Tugas rumah (PR) tidak lupa saya berikan setiap pertemuan untuk memenuhi standar 1 SKS yakni 50 menit tatap muka, 50 menit tugas terstruktur dan 60 menit tugas mandiri. Tugas rumah bagi mahasiswa adalah suatu hal yang penting bagi saya untuk mengevaluasi setiap pertemuan tatap muka. Tanpanya, materi sebagaimana yang tersusun dalam silabus atau RPS tidak akan maksimal dipahami oleh mahasiswa. Selain persiapan perangkat pembelajaran dan tugas rumah bagi mahasiswa, saya berusaha untuk menyetorkan soal UTS dan UAS serta penilaiannya masing-masing kepada unit kerja terkait sesuai dengan jadwal pada kelender akademik yang sudah ditetapkan. Selain pengajaran, saya menjalankan aktivitas penelitian minimal satu kali dalam satu tahun ajaran. Perguruan Tinggi melalui lembaga penelitian (LPPM) memfasilitasi kepada setiap dosennya mengembangkan diri melalui riset. Hampir setiap tahun saya mengajukan proposal penelitian yang didanai oleh LPPM dan Alhamdulillah lolos. Maka sudah sepantasnya dan menjadi kewajiban bagi saya untuk menjalankan riset tersebut dari awal sampai menghasilkan output berupa laporan penelitian dan publikasi penelitian ke jurnal jurusan baik versi cetak maupun online (ejournal). Sebagai dosen yang pernah menjabat ketua program studi selama satu periode dan saat ini sedang menjabat sebagai wakil dekan, saya berusaha menjalankan tugas-tugas manajerial seperti memimpin rapat, mengkoordinasi rekan-rekan satu tim dalam penyusunan borang akreditasi, mengkoordinasi rekan-rekan dosen dalam penyusunan kurikulum, dan memastikan terselenggarakan kegiatan akademik berjalan dengan lancar dan tertib. 

  1. Keteguhan pada  prinsip:

Sebagai dosen yang pernah menjabat sebagai ketua program studi, saya mendapatkan banyak pengalaman yang berkenaan dengan ilmu manajerial. Saya memiliki prinsip untuk memegang teguh dan mentaati setiap peraturan yang sudah diberlakukan. Itu sebabnya, pertama saya berusaha memahami betul-betul setiap peraturan akademik yang diberlakukan perguruan tinggi, entah yang berhubungan dengan kegiatan perkuliahan, dosen, mahasiswa atau  yang lainnya. Kedua, ketika terjadi penyimpangan pada peraturan, maka saya berusaha untuk mengembalikan urusannya kepada peraturan. Dengan demikian, ketika saya sudah memahami betul-betul peraturan demi peraturan yang ada, maka selain bisa menjaga pribadi saya agar tetap berada dalam koridor yang benar, saya juga dapat mengingatkan atau meluruskan dosen-dosen saya ketika keluar dari ketaatan kepada peraturan.  Saya juga selalu berusaha bersikap jujur dan transparan terhadap aliran kas keuangan program studi. Pemasukan keuangan dan pengeluarannya saya laporkan kepada semua dosen dalam  rapat rutin program studi. Terkadang saya mendapati sebuah peraturan berbenturan pada peraturan yang lain pada kondisi tertentu. Maka kondisi inilah yang menuntut saya sebagai dosen yang pernah menjabat ketua program studi, menentukan kebijakan yang tepat berlandaskan asas mengejar manfaat dan menjauhi mudharat (kerugian).  Kalaupun tidak dapat dicapai kondisi yang demikian, maka yang diutamakan adalah menghindari mudharat ketimbang mengejar manfaat. Apatah lagi saya yang saat ini menjabat sebagai wakil dekan, di mana  yang menjadi cakupan manajemennya lebih luas, saya harus benar-benar mendalami setiap peraturan demi peraturan agar dalam kepemimpinannya bersama dekan tidak salah mengambil keputusan yang berdampak ketidakadilan pada satu jurusan diatas jurusan yang lain. 

E.1.  Berikan  contoh  nyata  peran Saudara  sebagai  dosen, baik berupa  kegiatan  maupun pemikiran  dalam  meningkatkan  kualitas  kegiatan  mahasiswa  dan  bagaimana dukungan  institusi  dalam  implementasinya.

  1. Peran pada  kegiatan  mahasiswa:

Kini saya menjabat sebagai wakil dekan yang selain membantu tugas-tugas manajemen dekan, juga membimbing kegiatan kemahasiswaan. Terhadap berbagai kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang diakomodasi oleh organisasi kemahasiswaan (ormawa), saya senantiasa memberikan dukungan moril yakni pemberian pengarahan, saran dan masukan konsep serta dukungan materiil yakni memfasilitasi semua kegiatan mahasiswa sehingga berjalan dengan sukses. Selain itu, saya juga kerap diminta mengkoordinasi ketua program studi untuk mengusulkan delegasi mahasiswanya dalam kegiatan perlombaan atau kompetisi atau pemilihan mahasiswa berprestasi baik yang diselenggarakan oleh internal kampus maupun eksternal kampus. Dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di luar kampus, tak jarang saya bersama ketua progam studi juga mendampingi para mahasiswa sebagai bentuk dukungan moril mereka. Saya juga selalu berusaha memenuhi permohonan mahasiswa ketika diminta menjadi pembicara. Dalam rapat tingkat fakultas yang mengagendakan perumusan program pengembangan fakultas, tak jarang saya mengusulkan beberapa program pengembangan keilmuan dan pelatihan bagi mahasiswa. Semisal pelatihan softskill, pelatihan penyusunan proposal hibah penelitian mahasiswa, workshop leadership dan selainnya. Dalam program pengabdian kepada masyarakat, saya dan rekan-rekan satu tim melibatkan mahasiswa dalam memberikan pelatihan komputer dan internet kepada peserta pelatihan. Selain bertujuan menjadikan pelatihan tersebut lebih efektif, keahlian mahasiswa juga semakin terasah. 

  1. Implementasi peran:

Sebagai dosen yang pernah menjabat ketua program studi dan kini sedang diamanahi menjadi wakil dekan, ada beberapa kegiatan di mana saya berkewajiban mendampingi, membimbing dan mengarahkan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan sukses. Di antara kegiatan-kegiatan kemahasiswaan tersebut adalah (1) Program Internalisasi Kampus Mahasiswa Baru (PIKMB), (2) malam keakraban (malam inagurasi), (3) jambore dan (4) latihan dasar kepemimpinan mahasiswa (LDKM). Dalam kegiatan PIKMB 2015 saya ditunjuk oleh dekan sebagai ketua panitia. Dalam pelaksanaannya, panitia dari dosen dan mahasiswa merumuskan konsep acara dan kemudian menjalankan kegiatannnya sesuai dengan konsep yang sudah dirumuskan.  Kegiatan makrab atau malam keakraban bertujuan membangun keakraban hubungan di antara mahasiswa dalam satu program studi sedangkan kegiatan jambore mahasiswa bertujuan membangun keakraban hubungan antara mahasiswa lintas program studi dalam satu fakultas. Malam keakraban (inagurasi) biasanya dilaksanakan di kampus dan terkadang di luar kampus. Sedangkan Jambore biasanya dilaksanakan di luar gedung berupa outbond dan game-game ketangkasan yang lain. Sementara LDKM biasanya dilaksanakan di dalam ruangan/gedung dan  bertujuan untuk melatih dan membekali mahasiswa dasar-dasar kepemimpinan dan cara berorganisasi. Dalam dua kegiatan tersebut saya sering diminta menjadi pemateri oleh pengurus ormawa. Selain menjadi pemateri, saya dan kaprodi senantiasa mendampingi dan memonitor kegiatan untuk memastikan kegiatan berjalan dengan aman, tertib dan sukses sehingga tercapai tujuan yang diharapkan. Kedua, dalam event terakhir yakni Seminar Nasional “call for papers” dan “Engineering Expo”  saya ditunjuk oleh pimpinan fakultas sebagai ketua untuk mengawal dan mensukseskan acara. Bersama rekan-rekan satu tim yang beranggotakan 7 orang dan dibantu oleh puluhan mahasiswa yang secara sukarela melibatkan diri menjadi panitia, dua even besar perdana yang  dihadiri oleh puluhan peserta dan para pemakalah dari berbagai perguruan tinggi lain seperti UNPAD, UNNES, Universitas Atmajaya, dan yang lainnya sukses dihelat oleh fakultas teknik Universitas Islam “45” Bekasi. Tidak ketinggalan, dalam kegiatan race gokart yang diikuti oleh para peserta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia, saya juga kerap diminta oleh rekan-rekan mahasiswa dari himpunan teknik mesin Unisma Bekasi untuk mendampingi dan menyaksikan peserta dari Teknik Mesin Unisma mengikuti perlombaan race gokart tersebut. 

E.2. Berikan  contoh  nyata  interaksi  yang  Saudara  tunjukkan  dalam  peningkatan  kualitas kegiatan  mahasiswa  dan manfaat  kegiatan  baik  bagi mahasiswa  institusi

Saudara, maupun pihak  lain  yang  terlibat.

  1. Interaksi dengan mahasiswa:

Sebagaimana empat  kegiatan yang saya kemukakan diatas, yakni PIKMB, malam keakraban jambore dan LDKM, saya banyak berinteraksi dengan mahasiswa khususnya pengurus dan panitia penyelanggara. Tak jarang mereka meminta masukan kepada saya konsep acara ataupun pemateri yang akan mengisi dalam setiap segmen acara. Selain dua kegiatan tersebut, ada satu kegiatan yang benar-benar banyak melibatkan seluruh elemen mahasiswa dari berbagai program studi yakni Engineering Expo dan Seminar Nasional. Saya selaku ketua panitia dan tim dosen yang beranggotakan 7 anggota, dalam persiapannya selama 6 bulan banyak bertemu dan berinteraksi dengan para mahasiswa dari semua program studi baik Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Komputer ataupun Teknik Sipil. Kami melibatkan panitia mahasiswa untuk mempersiapkan semua produk hasil karya mahasiswa baik hasil-hasil tugas akhir maupun hasil kreatifitas mahasiswa dari seluruh program studi.  Dalam persiapannya, kami dari panitia dosen banyak bertukar ide dengan panitia dari kalangan mahasiswa untuk mengemas acara sebaik mungkin agar acara dapat berlangsung dengan sukses dan penuh kesan. Dan terbukti dua kegiatan tersebut berlangsung dengan sukses dan berkesan positif. 

  1. Manfaat kegiatan:

Banyak manfaat yang dirasakan oleh semua pihak yang terlibat baik dalam kegiatan PIKMB, malam keakraban,  jambore , LDKM maupun Enginnering Expo dan Seminar Nasional. Untuk kegiatan PIKMB, malam keakraban, jamboree dan LDKM beberapa manfaat yang diperoleh mahasiswa di antaranya (1) pengenalan dunia kampus sejak awal masuk, (2) keakraban dan keharomonisan hubungan antara mahasiswa dalam satu program studi , (3) bekal ilmu tentang dasar-dasar kepemimpinan dan berorganisasi, (4) pemahaman dan implementasi akan pentingnya teamwork dalam mencapai visi dan tujuan organisasi, (5) Mempertajam jiwa sosial, sebab dalam pelaksaannya para peserta dan panitia penyelenggara memasukkan program bakti social berupa pemberian sembako dan pakaian pantas pakai bagi keluarga-keluarga kurang mampu yang tinggal dekat kampus apabila kegiatan diselenggarakan dekat kampus, atau keluarga-keluarga sekitar lokasi jamboree dan LDKM apabila diselenggarakan di luar kampus. Fakultas juga secara langsung mendapatkan manfaat dari adanya kegiatan jamboree dan LDKM ini yaitu adanya keberlangsungan kegiatan kemahasiswaan yang diakomodosi oleh ormawa karena adanya pengkaderan dan suksesi kepemimpinan dan kepengurusan ormawa. Adapun untuk kegiatan Seminar Nasional dan Engineering Expo, beberapa manfaat dirasakan oleh beberapa kalangan mulai dari mahasiswa, dosen internal kampus, dosen eksternal kampus sampai institusi sendiri. Manfaat yang dapat diraih oleh mahasiswa di antaranya, (1) mengasah kreatifitas dalam menciptakan produk-produk teknologi, (2) pemahaman dan implementasi pentingnya teamwork dalam mencapai kesuksesan. Adapun manfaat yang diperoleh dosen sebagai peserta Seminar Nasional adalah mendapatkan wawasan keilmuan dan referensi dari temuan-temua penelitian yang dilakukan oleh peneliti lain. Sementara manfaat bagi pemakalah Seminar Nasional adalah mendapatkan ilmu dan pengalaman berharga dalam memaparkan penelitiannya di hadapan sesama peneliti dari perguruan tinggi lainnya. Dan terakhir, manfaat bagi institusi adalah meningkatkan citra diri institusi yang mampu menggelar even besar berskala nasional di mata perguruan tinggi lain.

By Taufiqur Rokhman Posted in Home

Cara Meng-install SPSS


Adalah penting mengikuti petunjuk pada panduan SPSS ketika hendak meng-install SPSS. Saya menggunakan SPSS versi 21. Namun pada prinsipnya nyaris sama dengan versi yang terdapat pada versi 19. Oke, ikuti petunjuk ini yaa…

1. Masukkan CD installer program SPSS
2. Klik icon setup lalu pilih next
3. Pilih Single user license lalu klik next

instal spss1

4.  Pilih I accept the terms in the license agreement lalu klik next

instal spss2

5.  Isikan User Name dan Organization, lalu klik next

instal spss3

6. Pilih tempat penyimpanan penginstallan SPSS, jika sudah setuju klik next,
kemudian klik instal dan tunggu hingga proses instalasi selesai. Continue reading

By Taufiqur Rokhman Posted in Home, SPSS

Insert Variables dan Cases di SPSS


Pertemuan 2:

INSERT VARIABLE
Fungsi dari Insert Variabel adalah untuk menambahkan atau menyisipkan variabel baru (kolom baru) pada file SPSS sesuai kebutuhan. Untuk menambahkan atau menyisipkan variabel baru (kolom baru) dapat dilakukan dengan cara:

Contoh:
Pada file awal terlihat terdapat variabel KECAMATAN dan variabel PROVINSI.

SPSS 1

Misal yang ingin dilakukan adalah menambahkan atau menyisipkan variabel KABUPATEN diantara variabel KECAMATAN dan variabel PROVINSI. Maka langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1) Klik pada variabel PROVINSI dan pada kolom PROVINSI akan disort kebawah. Continue reading

By Taufiqur Rokhman Posted in Home, SPSS

Import dan Export Database Pada SPSS


Pertemuan 1:

Pada pertemuan pertama setelah pengantar SPSS adalah bagaimana cara import dan export database pada SPSS. Data yang dapat di-import ke SPSS dapat berasal dari program data lain yang kompatibel dengan SPSS. Namun yang paling biasa dan lazim digunakan adalah data excel. 

IMPORT DATABASE
Fungsi dari Import Database adalah untuk mengubah file data dari format lain ke dalam format SPSS.
Contoh:
Mengubah file data format excel ke dalam format SPSS.
Langkah-langkah Import Data:
1) Pastikan pada data excel yang akan diimport, tidak ada baris atau kolom yang tersembunyi (Hide).
2) Buka SPSS
3) Klik File > Klik Open > Klik Data

SPSS1

4)  Pilih file yang akan diimport

SPSS2

Maka file excel yang akan diimport akan tampil sebagai berikut:

SPSS3

5)  Klik file excel tersebut > klik Open

SPSS4

Maka tampilan akan menjadi sebagai berikut:

SPSS5

Maka file excel yang sudah berhasil diimport ke dalam format SPSS akan tampil seperti
gambar berikut:

SPSS6

EXPORT DATABASE
Fungsi dari Export Database adalah untuk mengubah file data dari format SPSS ke
format lainnya.
Contoh:
Mengubah file data format SPSS ke dalam format excel.
Langkah-langkah Export Data:
1) Buka SPSS.
2) Siapkan data yang akan diexport pada SPSS.

SPSS7

3)  Klik File > Klik Save as

SPSS8

Maka tampilan akan menjadi sebagai berikut

SPSS9

4)  Klik Save

SPSS10

Maka file SPSS yang sudah berhasil diexport dapat dicek ke lokasi penyimpanan yang
sudah dipilih dan hasilnya akan tampil seperti gambar berikut:

SPSS11

Sumber: Pusat Data dan Statistik Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia2014

By Taufiqur Rokhman Posted in Home

Pengantar SPSS


Pertemuan I:

SPSS adalah sebuah program komputer yang digunakan untuk membuat analisis statistika. SPSS dipublikasikan oleh SPSS Inc. SPSS (Statistical Package for the Social Sciences atau Paket Statistik untuk Ilmu Sosial) versi pertama dirilis pada tahun 1968, diciptakan oleh Norman Nie, seorang lulusan Fakultas Ilmu Politik dari Stanford University, yang sekarang menjadi Profesor Peneliti Fakultas Ilmu Politik di Stanford dan Profesor Emeritus Ilmu Politik di University of Chicago.

Semula SPSS hanya digunakan untuk ilmu social saja, tapi perkembangan berikutnya digunakan untuk berbagai disiplin ilmu sehingga kepanjangannya berubah menjadi “Statistical Product and Service Solution” (Nisfiannoor, Muhammad, Pendekatan Statistika Modern Untuk Ilmu Social, Salemba Humanika,2009:15.)

SPSS digunakan oleh peneliti pasar, peneliti kesehatan, perusahaan survei, pemerintah, peneliti pendidikan, organisasi pemasaran, dan sebagainya. Selain analisis statistika, manajemen data (seleksi kasus, penajaman file, pembuatan data turunan) dan dokumentasi data (kamus metadata ikut dimasukkan bersama data) juga merupakan fitur-fitur dari software dasar SPSS.

Statistik yang termasuk software dasar SPSS:

  • Statistik Deskriptif: Tabulasi Silang, Frekuensi, Deskripsi, Penelusuran, Statistik Deskripsi Rasio
  • Statistik Bivariat: Rata-rata, t-test, ANOVA, Korelasi (bivariat, parsial, jarak), Nonparametric tests
  • Prediksi Hasil Numerik: Regresi Linear
    Prediksi untuk mengidentivikasi kelompok: Analisis Faktor, Analisis Cluster (two-step, K-means, hierarkis), Diskriminan.

SPSS dapat membaca berbagai jenis data atau memasukkan data secara langsung ke dalam SPSS Data Editor. Bagaimanapun struktur dari file data mentahnya, maka data dalam Data Editor SPSS harus dibentuk dalam bentuk baris (cases) dan kolom (variables). Case berisi informasi untuk satu unit analisis, sedangkan variable adalah informasi yang dikumpulkan dari masing-masing kasus.

Hasil-hasil analisis muncul dalam SPSS Output Navigator. Kebanyakan prosedur Base System menghasilkan pivot tables, dimana kita bisa memperbaiki tampilan dari keluaran yang diberikan oleh SPSS. Untuk memperbaiki output, maka kita dapat mmperbaiki output sesuai dengan kebutuhan. Beberapa kemudahan yang lain yang dimiliki SPSS dalam pengoperasiannya adalah karena SPSS menyediakan beberapa fasilitas seperti berikut ini:

  • Data Editor. Merupakan jendela untuk pengolahan data. Data editor dirancang sedemikian rupa seperti pada aplikasi-aplikasi spreadsheet untuk mendefinisikan, memasukkan, mengedit, dan menampilkan data.
  • Viewer. Viewer mempermudah pemakai untuk melihat hasil pemrosesan, menunjukkan atau menghilangkan bagian-bagian tertentu dari output, serta memudahkan distribusi hasil pengolahan dari SPSS ke aplikasi-aplikasi yang lain.
  • Multidimensional Pivot Tables. Hasil pengolahan data akan ditunjukkan dengan multidimensional pivot tables. Pemakai dapat melakukan eksplorasi terhadap tabel dengan pengaturan baris, kolom, serta layer. Pemakai juga dapat dengan mudah melakukan pengaturan kelompok data dengan melakukan splitting tabel sehingga hanya satu group tertentu saja yang ditampilkan pada satu waktu.
  • High-Resolution Graphics. Dengan kemampuan grafikal beresolusi tinggi, baik untuk menampilkan pie charts, bar charts, histogram, scatterplots, 3-D graphics,dan yang lainnya, akan membuat SPSS tidak hanya mudah dioperasikan tetapi juga membuat pemakai merasa nyaman dalam pekerjaannya.
  • Database Access. Pemakai program ini dapat memperoleh kembali informasi dari sebuah database dengan menggunakan Database Wizard yang disediakannya.
  • Data Transformations. Transformasi data akan membantu pemakai memperoleh data yang siap untuk dianalisis. Pemakai dapat dengan mudah melakukan subset data, mengkombinasikan kategori, add, aggregat, merge, split, dan beberapa perintah transpose files, serta yang lainnya.
  • Electronic Distribution. Pengguna dapat mengirimkan laporan secara elektronik menggunakan sebuah tombol pengiriman data (e-mail) atau melakukan export tabel dan grafik ke mode HTML sehingga mendukung distribusi melalui internet dan intranet.
  • Online Help. SPSS menyediakan fasilitas online help yang akan selalu siap membantu pemakai dalam melakukan pekerjaannya. Bantuan yang diberikan dapat berupa petunjuk pengoperasian secara detail, kemudahan pencarian prosedur yang diinginkan sampai pada contoh-contoh kasus dalam pengoperasian program ini. 
  • Akses Data Tanpa Tempat Penyimpanan Sementara. Analisis file-file data yang sangat besar disimpan tanpa membutuhkan tempat penyimpanan sementara. Hal ini berbeda dengan SPSS sebelum versi 11.5 dimana file data yang sangat besar dibuat temporary filenya. Interface dengan Database Relasional. Fasilitas ini akan menambah efisiensi dan memudahkan pekerjaan untuk mengekstrak data dan menganalisnya dari database relasional. 
  • Analisis Distribusi. Fasilitas ini diperoleh pada pemakaian SPSS for Server atau untuk aplikasi multiuser. Kegunaan dari analisis ini adalah apabila peneliti akan menganalisis file-file data yang sangat besar dapat langsung me-remote dari server dan memprosesnya sekaligus tanpa harus memindahkan ke komputer user. 
  • Multiple Sesi. SPSS memberikan kemampuan untuk melakukan analisis lebih dari satu file data pada waktu yang bersamaan. 
  • Mapping. Visualisasi data dapat dibuat dengan berbagai macam tipe baik secara konvensional atau interaktif, misalnya dengan menggunakan tipe bar, pie atau jangkauan nilai, simbol gradual, dan chart.

Sumber: Pusat Data dan Statistik Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia2014

By Taufiqur Rokhman Posted in Home, SPSS

Wokshop Penulisan Penelitian Standar Menristek DIKTI


Kamis, 17 Maret 2016 Fakultas Teknik sukses menggelar Workshop Penulisan Penelitian Standar Menristek DIKTI. Workshop yang bertujuan meningkatkan kualitas penelitian Workshop penulisan proposaldosen ini menghadirkan narasumber di bidangnya. Beliau adalah Dr. Ade Gafar Abdullah, M.Si, dosen UPI Bandung. Wokshop ini dihadiri hampir semua dosen FT dan sebagian dosen-dosen yang ada di lingkungan Unisma. Saya ucapkan Good Job kepada segenap panitia yang bekerja keras mensukseskan acara tersebut. Semoga ke depan semakin banyak riset-riset dosen yang lolos  dan didanai DIKTI dan bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat. Berikut di antara materi yang disampaikan dalam workshop:

Unsur-unsur penting pembuatan proposal:

Perencanaan

  1. Mulailah meintis rekam jejak (konsisten dalam merintis bidang kepakaran).
  2. Buatlah roadmap individu/kelompok keilmuan (KK) jangka panjang dan jangka pendek.
  3. Pelajari buku panduan DIKTI (taati sistematika penyusunan proposal dan cermati instrument evaluasinya) , edisi X, 2011
  4. Bagi pemula, mulailah dengan hibah dosen muda/hibah pekerti.

Perlu membuat roadmap. Misal dalam lima tahun yang akan datang, apa bidang yang sedang trend yang dapat dijadikan tema penelitian. Sebaiknya tema atau topic yang diangkat dari penelitian tahun ke tahun memiliki kesinambungan dan korelasi.

Bagaimana membangun roadmap:

  1. Mulailah diskusi dengan KBK dengan melihat tren topic publikasi di beberapa jurnal internasional bereputasi.
  2. Dimulai dengan napak tilas (tahun ke 1 s.d 2 tahun) tetapi harus tetap terlihat originalitasnya.
  3. Lanjutkan dengan melakukan modifikasi (tahun ke 3 s.d 4) sudah terlihat deltanya.
  4. Terakhir, riset sudah focus mengejar novelty (kebaharuan) dengan target: HKI dan publikasi Internasional.
  5. Jika sudah selesai, bangun lagi roadmap lanjutan.

Cermati Form Penilaian Proposal:

  1. Perumusan masalah: bobot 25%
  • Ketajaman perumusan masalah
  • Tujuan penelitian
  1. Peluang luaran penelitian: bobot 25%
  • Publikasi ilmiah
  • Pengembangan ipteks-sosbud
  • Pengayaan bahan ajar
  1. Metode penelitian: bobot 25%
  • Ketepatan dan kesesuaian metode yang digunakan
  1. Tinjauan pustaka: bobot 15%
  • Relevansi
  • Kemutakhiran
  • Penyusunan daftar pustaka
  1. Kelayakan penelitian: bobot 10%
  • Kesesuaian waktu
  • Kesesuaian biaya
  • Kesesuaian personalia

Ingatlah bahwa judul:

  1. Judul merupakan jiwa, semangat, esensi, inti, dan citra keseluruhan isi sebuah proposal penelitian.
  2. Merupakan bagian proposal

Tips menulis judul:

  1. Jangan terlalu mudah menggunakan studi kasus jika memang buka kasus.
  2. Jangan cantumkan lokasi penelitian jika lokasi itu hanya sekedar lokasi karena akan sangat membatasi implikasi temuan.
  3. Sangat dianjurkan agar penyiapan judul dilakukan setelah keseluruhan proposal selesai disusun dengan tuntas.

Pendahuluan:

Uraikan latar belakang dan permasalahan yang akan diteliti, tujuan khusus, dan urgensi penelitian. Pada bab ini juga dijelaskan temuan yang ditargetkan.

Tinjauan Pustaka:

  1. Kemukakan state of the art dalam bidang yang diteliti, gunakan sumber pustaka acuan primer yang relevan dan terkini dengan mengutamakan hasil penelitian pada jurnal ilmiah dan paten.
  2. Jelaskan juga studi pendahuluan yang telah dilaksanakan dan hasil yang sudah dicapai dalam bentuk peta jalan (road map) penelitian.

Di antara situs yang menyediakan jurnal internasional:

www.sciencedirect.com

copi nomor doi-nya paste-kan ke sci-hub.io kemudian open!

Narasumber: Dr. Ade Gafar Abdullah, M.Si

Runtuhnya Teori ‘Gen Gay’


Bismillah…

Jurnal ini tambahan penjelasan tentang runtuhnya teori ‘Gen Gay’ pada jurnal sebelumnya: Kasus Sodomi Anak dan Perilaku Homoseksual Anak.

Kaum homoseksual yang didukung aktivis liberal di negeri ini sudah mulai berani unjuk diri di berbagai media guna memperjuangkan cita-citanya, yaitu pernikahan sesama jenis diakui secara hukum. Dengan dalih HAM dan alasan genetis bahwa orientasi homoseksual adalah karena faktor keturunan berdasarkan penelitian yang melahirkan teori ‘gen gay’ atau ‘born gay’ (sifat bawaan yang ada pada kalangan yang kemudian menjadi pembentuk karakter gay pada seseorang). Dari sini lahir propaganda yang sering kita dengar misalnya: “Adalah keputusan Tuhan untuk menjadikan kami gay” atau “Gay adalah akibat kelainan genetika, kami tidak akan bisa mengubah itu”.

Sebenarnya, validkah teori ‘gen gay’ tersebut?

PENELITIAN GEN GAY

Ilmuwan pertama yang memperkenalkan teori “Gen Gay” adalah Magnus Hirscheld dari Jerman pada 1899, yang menegaskan bahwa homoseksual adalah bawaan. Dia kemudian menyerukan persamaan hukum untuk kaum homoseksual.

Pada 1991, peneliti Dr.Michael Bailey dan Dr.Richard Pillard melakukan penelitian untuk membuktikan teori tersebut. Mereka meneliti pasangan saudara: kembar identik, kembar tidak identik, saudara-saudara biologis dan saudara-saudara adopsi; salah satu di antaranya adalah seorang gay. Riset tersebut menyimpulkan adanya pengaruh genetik dalam homoseksualitas. Terdapat 52% pasangan kembar identik dari orang gay berkembang menjadi gay. Hanya 22% pasangan kembar biasa yang menunjukkan sifat itu. Saudara biologis mempunyai kecenderungan 9,2%, dan saudara adopsi 10,5%. Namun gen di kromosom yang membawa sifat menurun itu TIDAK BERHASIL DITEMUKAN.

Pada 1993, riset dilanjutkan oleh Dean Hamer, seorang gay, yang meneliti 40 pasang kakak beradik homoseksual. Hamer mengklaim bahwa satu atau beberapa gen yang diturunkan oleh ibu dan terletak di kromosom Xq28 sangat berpengaruh pada orang yang menunjukkan sifat homoseksual. Hasil riset ini meneguhkan pendapat kaum homoseksual bahwa homoseksual adalah fitrah / bawaan, bukan penyimpangan sehingga mustahil bisa diluruskan.

Hasil penelitian dari seorang gay inilah yang kemudian dipakai sebagai senjata kuat mereka untuk memperjuangkan hak-haknya.

Lantas apakah para peneliti lainnya percaya begitu saja?

Sampai 6 tahun kemudian, gen pembawa sifat homoseksual itu tidak juga diketemukan real-nya. Dean Hamer pun akhirnya mengakui bahwa risetnya tidak mendukung bahwa gen adalah faktor utama yang melahirkan homoseksualitas.

“Kami menerima bahwa lingkungan mempunyai peranan membentuk orientasi seksual … Homoseksualitas secara murni bukan karena genetika. Faktor-faktor lingkungan berperan. Tidak ada satu gen yang berkuasa yang menyebabkan seseorang menjadi gay … kita tidak akan dapat memprediksi siapa yang akan menjadi gay.”

Hamer mengakui bahwa risetnya gagal memberi petunjuk bahwa homoseksual adalah bawaan.

“Silsilah keluarga gagal menghasilkan apa yang kami harap temukan yaitu sebuah hukum warisan Mendelian yang sederhana. Faktanya, kami tidak pernah menemukan dalam sebuah keluarga bahwa homoseksualitas didistribusikan dalam rumus yang jelas seperti observasi Mendel dalam tumbuhan kacangnya.”

Pada 1999, Prof. George Rice dari Universitas Western Ontario, Kanada, mengadaptasi riset Hamer dengan jumlah responden yang lebih banyak. Rice dan tim memeriksa 52 pasang kakak beradik homoseksual untuk melihat keberadaan empat penanda di daerah kromosom. Hasilnya menunjukkan, kakak beradik itu tidak memperlihatkan kesamaan penanda di gen Xq28 kecuali secara kebetulan. Para peneliti tersebut menyatakan bahwa segala kemungkinan adanya gen di Xq28 yang berpengaruh besar secara genetik terhadap timbulnya homoseksualitas dapat ditiadakan. Sehingga hasil penelitian mereka tidak mendukung adanya kaitan gen Xq28 yang dikatakan mendasari homoseksualitas pria.

Penelitian juga dilakukan oleh Prof Alan Sanders dari Universitas Chicago, di tahun 1998-1999. Hasil riset juga tidak mendukung teori hubungan genetik pada homoseksualitas. Penelitian Rice dan Sanders tersebut makin meruntuhkan teori “Gen Gay”.
gen gay(source: trueorigin.org/gaygene01.php | click to enlarge)

Ruth Hubbard, seorang pengurus “The Council for Responsible Genetics” yang juga penulis buku “Exploding the Gene Myth” mengatakan:

“Pencarian sebuah gen gay bukan suatu usaha pencarian yang bermanfaat. Saya tidak berpikir ada gen tunggal yang memerintah perilaku manusia yang sangat kompleks. Ada berbagai komponen genetik dalam semua yang kita lakukan, dan adalah suatu kebodohan untuk menyatakan gen-gen tidak terlibat. Tapi saya tidak berpikir gen-gen itu menentukan.”

Simak wawancara bersama Ruth Hubbard dihttp://gender.eserver.org/exploding-the-gene-myth.html

Hasil riset-riset di atas, meski menemukan adanya link homoseksual secara genetika, namun menyatakan bahwa gen bukanlah faktor dominan dalam menentukan homoseksualitas.

Sumber pemaparan saya di atas:

Sudah puluhan tahun dilakukan penelitian terhadap gen homoseksual tapi tidak ada fakta ilmiah yang bisa 100 persen mendukung klaim tersebut. Teori yang menyatakan bahwa gay adalah sifat genetis (ciptaan Allah) adalah PROPAGANDA PALSU yang dirilis oleh peneliti yang gay. Teori Gen Gay sifatnya politis, sarat akan kepentingan kaum gay sendiri. Memang ada manusia yang terlahir hermaprodit alias kelamin ganda, tapi tidak ada manusia yang terlahir dengan kelamin normal namun punya kecenderungan homoseks.

Sedikit intermezzo …
Dalam dunia psikologi terdapat Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) yang merupakan sebuah ‘kitab’ yang berisi mengenai kriteria gangguan mental. DSM diterbitkan oleh American Psychiatric Association (APA), yang selama ini dijadikan panduan bagi para psikolog dan psikiater untuk menentukan diagnosa seseorang jika terjadi kelainan, penyimpangan atau gangguan jiwa.

Pada DSM I tahun 1952, homoseksual masih dikategorikan sebagai Gangguan Jiwa. Pada DSM selanjutnya, sedikit demi sedikit homoseksual semakin ‘dikaburkan’, dari gangguan kepribadian sosiopath, kemudian dikategorikan penyimpangan sex, hingga kemudian HILANG!, dikategorikan bukan gangguan jiwa pada DSM IV tahun 1994.

Yang mengejutkan, lima dari tujuh orang tim task force DSM adalah gay dan lesbian, sisanya adalah aktivis LGBT [Hidayatullah]. Wah, ternyata DSM dibuat dan disusun oleh pengidap kepribadian menyimpang.

Di Indonesia, ada buku saku yang merupakan rangkuman singkat DSM bernama (Pedoman Penggolongan & Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ). Hanya saja, DSM selalu digunakan para aktivis LGBT dan aktivis HAM untuk dijadikan pembenaran bahwa perilaku para LGBT tidaklah menyimpang.

PENYEBAB SESEORANG MENJADI GAY

Bayi yang terlahir di dunia adalah suci dan normalnya manusia menyukai lawan jenisnya. Tapi dalam perjalanan hidup tidak sedikit orang berperilaku homoseksual (gay). Apakah ini berarti perilaku gay bisa menular?

Paul Cameron Ph.D dari Family Research Institute telah melakukan penelitian dan menemukan bahwa di antara penyebab munculnya dorongan untuk berperilaku homoseksual adalah pernah disodomi waktu kecil. Berbagai contoh kasus di Indonesia yang disebutkan di sini adalah buktinya. Penyebab lainnya adalah pengaruh lingkungan, yaitu sbb:

  1. Sub-kultur homoseksual yang tampak dan diterima secara sosial, yang mengundang keingintahuan dan menumbuhkan rasa ingin mencoba.
  2. Pendidikan yang pro-homoseksual (bayangkan bila di sekolah-sekolah kita –seandainya para pendukung homoseks berhasil menggolkan agenda politik mereka—ada kurikulum tentang kesetaraan seksual, setiap orang berhak jadi apa saja, heteroseksual atau homoseksual).
  3. Toleransi sosial dan hukum terhadap perilaku homoseksual.
  4. Adanya figur yang secara terbuka berperilaku homoseksual.
  5. Penggambaran bahwa homoseksualitas adalah perilaku yang normal dan bisa diterima.

Penelitian Cameron menunjukkan bahwa kecenderungan homoseksualitas bisa disembuhkan karena perilaku seks manusia sebenarnya bisa dikendalikan. Silakan baca lengkapnya di sini:http://www.biblebelievers.com/Cameron3.html

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran bahwa kepedulian dimulai dari keluarga dan lingkungan kita, ketidakpedulian membuat manusia sendiri tidak memanusiakan dirinya sendiri. Manusia adalah makhluk sosial, maka segala indikasi disorientasi yang terjadi di masyarakat bisa saja berdampak siapapun. Tidak bisa lagi soal perilaku seksual yang menyimpang disebut sebagai urusan privat.

Jadi, kalau para aktivis liberal yang membela homoseksualitas memberikan argumen seperti ini: “Setiap orang berhak memiliki orientasi seksual masing-masing. Karena itu tidak boleh ada penindasan terhadap orang dengan orientasi seksual yang berbeda.”

Maka kita bisa memakai logika untuk menjawab argumen di atas:
Jika seseorang merasa berhak menjadi homoseks, it’s fine, tapi dia TIDAK BERHAK menularkannya kepada orang lain!

BAGAIMANA BENTUK PENGAKUAN TERBAIK?

Setelah kita sudah benar-benar memahami hasil riset yang didukung banyak fakta. maka bentuk pengakuan terbaik kepada para pelaku homoseksual adalah mengakui bahwa perilakunya menyimpang. Kemudian mendukung / membantu mereka untuk bisa sembuh dan kembali pada kodratnya. Bukan malah memberikan motivasi untuk tetap mengidap perilaku menyimpang tersebut dan dibenarkan atas nama HAM.

Membela dan membenarkan perilaku homoseksualitas atas dasar teori gen gay (padahal nyatanya propaganda palsu) justru membuat pelaku homoseksual menjadi makin terjerumus, menjauhi pintu-pintu taubat. Ingatlah:“Dosa Pemikiran itu tidak ringan, karena menyebarkan pemikiran yang salah juga berat dosanya, apalagi jika kemudian diikuti oleh banyak orang” [Dr. Adian Husaini, MA].

Sebagai penutup halaman pertama ini …

Saya mencoba memahami apa yang ada di hati dan di pikiran orang yang mempunyai disorientasi seksual.

Jika Anda sudah mengambil kesimpulan bahwa Anda memiliki kencederungan disorientasi maka terimalah itu sebagai bentuk penyimpangan kodrati. Alangkah lebih baik jika kemudian Anda juga memutuskan untuk: bisabersabar dan menahan diri untuk tidak berbuat perbuatan yang dilarang Allah. Hal tersebut dilakukan demi kebaikan diri sendiri dan juga demi kedua orangtua.

Jika merasa disorientasi adalah bawaan lahir, itu hak Anda berprasangka demikian. Namun yang perlu Anda renungkan, coba lihat deh bila disorientasi itu diibaratkan seperti kecintaan manusia terhadap harta. Ada orang yang terlahir sebagai orang miskin, ia menganggapnya sebagai takdir. Akan tetapi orang tersebut mempunyai PILIHAN, apakah dia mau mencari nafkah dengan cara yang haram atau bersabar mencari nafkah dengan cara yang halal. Begitu juga dalam permasalahan ini. Bila kita menerima takdir / genetik sebagai sebab bahkan yang dianggap buruk sekali pun oleh manusia normal, maka bukan berarti kita tidak mampu mengubahnya, karena Allah Sang Maha Pencipta menganugerahkan kepada kita potensi kehendak / ikhtiar / berusaha. Jadi, anggap saja disorientasi itu sebagai tantangan hidup yang harus ditaklukan sebagaimana kita menaklukan kemiskinan.

Jika Anda sudah menyadari bahwa disorientasi bukan bawaan lahir, .. Bagus! Maka segera carilah lingkungan yang kondusif untuk meningkatkan kualitas diri. Bertemanlah dengan semua orang dan bergaullah dengan orang-orang yang dapat membantu ke arah yang lebih positif. Usahakan sebisa mungkin menghindari larut dalam lingkungan yang menjerumuskan ke hal yang buruk dan menjauhkan diri dari pintu taubat.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
08.12.2013

————————-
Credit photo/ilustration: huffingtonpost.com/2014/12/10/ex-gay-billboard-virginia_n_6301334.html

UPDATE: [30/6/2015]
Jurnal di atas saya tulis tahun 2013, kemudian pada tahun 2014 ada publikasi terbaru dari Alam Sander. Dari abstrak jurnal ilmiah PubMed yang Alan Sanders tulis, Result-nya sbb:

“Results, especially in the context of past studies, support the existence of genes on pericentromeric chromosome 8 and chromosome Xq28 influencing development of male sexual orientation.”

Tapi Bailey, kolega Alan Sanders (yang satu tim penelitian) menegaskan …

“It is not completely determinative; there are certainly other environmental factors involved,” Bailey said. Bailey’s colleague, Alan Sanders, says the findings should not be used to test for sexual orientation.

“When people say there’s a gay gene, it’s an oversimplification,” Sanders said. “There’s more than one gene, and genetics is not the whole story. Whatever gene contributes to sexual orientation, you can think of it as much as contributing to heterosexuality as much as you can think of it contributing to homosexuality. It contributes to a variation in the trait.” [IBTimes.com]

Kemudian juga terdapat artikel: Homosexuality is Genetic: Strongest Evidence Yet dari Nature World News.
Tanggapan saya:
Lihat paragraf 2 dari akhir: “Now the same team is working to compare these gene variants to heterosexual males, expecting that it will not be a common find among “straight” men.”

Sejatinya, mereka belum/tidak menyelesaikan studi mereka (itu baru setengah dari penelitian) dan belum mengambil kesimpulan. Namun media tersebut membuat judul artikel seolah-olah sebuah kesimpulan. Judul itu hanya framing public opinion.

Ref: http://iwanyuliyanto.co/2013/12/08/runtuhnya-teori-gen-gay/

By Taufiqur Rokhman Posted in Home

Prinsip Kerja Pompa Aksial


Pompa aksial merupakan salah satu jenis pompa yang masuk ke dalam kelompok pompa dinamik. Pompa jenis ini berfungsi untuk mendorong fluida kerja dengan arah yang sejajar terhadap sumbu/poros impellernya. Hal ini berbeda dengan pompa jenis sentrifugal yang arah output fluidanya tegak lurus dengan sumbu impeller.

Energi mekanik yang dihasilkan oleh sumber penggerak ditransmisikan melalui poros impeller untuk menggerakkan impeller pompa. Putaran impeller memberikan gaya aksial yang mendorong fluida sehingga menghasilkan energi kinetik pada fluida kerja tersebut. Pada beberapa desain pompa aksial, terpasang sudu-sudu tetap (diam) yang membentuk difuser pada sisi keluaran pompa. Fungsinya adalah untuk menghilangkan efek berputar dari fluida kerja dan mengkonversikan energi kinetik yang terkandung di dalamnya menjadi tekanan kerja.

20121005-024623 PM.jpg

Gambar Penampang Pompa Aksial

Pompa aksial digunakan pada sistem-sistem yang membutuhkan debit aliran fluida tinggi, dengan besar head yang rendah. Pompa jenis ini banyak digunakan pada sistem irigasi, pompa penanggulangan banjir, dan di pembangkit listrik tenaga uap digunakan untuk mensupply air laut sebagai media pendingin di kondensor.

20121005-022728 PM.jpg

Grafik Perbandingan Kurva Karakteristik Pompa Sentrifugal dan Aksial

Berikut adalah beberapa perbandingan antara pompa aksial dengan pompa sentrifugal :

  • Jika dilihat kurva efisiensinya, pompa sentrifugal dengan pompa aksial memiliki tingkat efisiensi maksimum yang hampir sama.
  • Jika debit aliran fluida turun, daya input untuk pompa sentrifugal menjadi turun sampai dengan 180 hp pada saat aliran fluida terhenti.
  • Namun pada pompa aksial daya input menjadi naik ke 520 hp pada saat aliran fluida terhenti.
  • Pompa aksial dapat menyebabkan motor penggerak overload jika debit aliran dikurangi secara drastis dari kapasitas desainnya.
  • Head yang dihasilkan oleh pompa sentrifugal jauh lebih tinggi daripada pompa aksial.
  • Pada kurva efisiensi di luar efisiensi maksimumnya, pompa aksial memiliki tingkat efisiensi yang lebih rendah daripada pompa sentrifugal.

Ref: http://artikel-teknologi.com/prinsip-kerja-pompa-aksial/

Nasehat Menjelang UAS 2015/2016


Menjelang Ujian Akhir Semester kelak, 4 Januari 2016, ijinkanlah saya menyampaikan nasehat singkat ini kepada para mahasiswa, khususnya mahasiswa Teknik Mesin Unisma Bekasi. Semoga menjadikan motivasi bagi kalian semua. “Belajarlah dengan tekun dan sungguh-sungguh. Karena sesungguhnya ujian semester itu dekat. Dan materi kuliahnya banyak. Manfaatkanlah waktu-waktu kosong kalian sebelum datang kepada kalian penyesalan. Ketahuilah wahai para mahasiswaku, bahwasanya ujian semester itu sulit, bagi siapa yang tidak membaca dan memahami”.

Samakah Riba dengan Laba?


“… Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS.Al-baqarah:275)
 
Sebenarnya apa sih tujuan islam melarang riba? 341Seharusnya khan asal saling sepakat, saling rela, tidak kena dosa?
 
Hukum islam itu dibuat untuk mengatur agar manusia mendapatkan kemaslahatan sebesar-besarnya tanpa manusia merugikan siapapun sekecil-kecilnya.
 
Mari kita bahas contoh LABA dan RIBA agar anda mudah untuk memahami dengan bahasa yang umum:
 
1. Saya membeli sebuah sepeda motor Rp. 10 Juta dan saya hendak menjual dengan mengambil untung dengan bunga 1% perbulan untuk jangka waktu pembayaran 1 tahun.
Transaksi seperti ini tergolong transaksi RIBAWI.
 
2. Saya membeli sepeda motor Rp. 10 juta, dan saya hendak menjual secara kredit selama setahun dengan harga Rp. 11.200.000,-. Transaksi ini termasuk transaksi SYARIAH.
 
Apa bedanya? Khan kalau dihitung2 ketemunya sama Untungnya Rp. 1.200.000?
 
Mari kita bahas kenapa transaksi pertama riba dan transaksi kedua syar’i.
 
TRANSAKSI PERTAMA RIBA karena:
1. Tidak ada kepastian harga, karena menggunakan sistem bunga. Misal dalam contoh diatas, bunga 1% perbulan. Jadi ketika dicicilnya disiplin memang ketemunya untungnya adalah Rp. 1.200.000,-. Tapi coba kalau ternyata terjadi keterlambatan pembayaran, misal ternyata anda baru bisa melunasi setelah 15 bulan, maka anda terkena bunganya menjadi 15% alias labanya bertambah menjadi Rp. 1.500.000,-. Jadi semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk melunasi utang, semakin besar yang harus kita bayarkan.
 
Bahkan tidak jarang berbagai lembaga leasing ada yang menambahi embel2 DENDA dan BIAYA ADMINISTRASI, maka semakin riba yang kita bayarkan. Belum lagi ada juga yang menerapkan bunga yang tidak terbayar terakumulasi dan bunga ini akhirnya juga berbunga lagi.
 
2. Sistem riba seperti diatas jelas2 sistem yang menjamin penjual pasti untung dengan merugikan hak dari si pembeli. Padahal namanya bisnis, harus siap untung dan siap rugi.
 
TRANSAKSI KEDUA SYARIAH karena:
1. Sudah terjadi akad yang jelas, harga yang jelas dan pasti. Misal pada contoh sudah disepakati harga Rp. 11.200.000,- untuk diangsur selama 12 bulan.
 
2. Misal ternyata si pembeli baru mampu melunasi utangnya pada bulan ke-15, maka harga yang dibayarkan juga masih tetap Rp. 11.200.000,- tidak boleh ditambah. Apalagi diistilahkan biaya administrasi dan denda, ini menjadi tidak diperbolehkan.
 
Kalau begitu, si penjual jadi rugi waktu dong? Iya, bisnis itu memang harus siap untung siap rugi. Tidak boleh kita pasti untung dan orang lain yang merasakan kerugian.
 
Nah, ternyata sistem islam itu untuk melindungi semuanya, harus sama hak dan kewajiban antara si pembeli dan si penjual. Sama-sama bisa untung, sama-sama bisa rugi. Jadi kedudukan mereka setara. Bayangkan dengan sistem ribawi, kita sebagai pembeli ada pada posisi yang sangat lemah.
 
Nah, sudah lebih paham hikmahnya Alloh melarang RIBA?
 
Kalau menurut anda informasi ini akan bermanfaat untuk anda dan orang lain, silakan share status ini, untuk menebar kebaikan.
Ref: http://8kabar.blogspot.com/2015/12/jangan-pernah-menyamakan-laba-dengan.html

Sudah Baikkah Perangai Diri Kita?


Setiap orang pada dasarnya menyukai kebaikan hatta seorang penjahat sekalipun. Tidak ada seorang penjahat yang menginginkan anaknya mengikuti jejaknya menjadi seorang penjahat. Bahkan apabila ada orang lain yang mengatakan “kamu penjahat” kepada seorang penjahat, maka penjahat tersebut tidak akan menerima. Kecuali apabila fitrahnya telah rusak. Demikian pula, setiap orang akan senang dan terharu apabila dikatakan kepadanya “kamu seperti malaikat”. Pun sebaliknya setiap orang akan geram kepada siapapun yang mengatakan kepadanya “kamu seperti setan” hatta ia memiliki karakter dan perangai seperti setan.

Nah, bagaimana kita menilai diri kita tergolong orang baik atau tidak?

Tolok ukur kebaikan seseorang tak lepas dari tiga poros kebaikan berikut ini:

[1] Suka memberi

Kita tidak ragu lagi untuk menyematkan predikat orang baik kepada seseorang yang suka memberi. Orang yang suka akan sesuatu cenderung tulus melakukan pekerjaanya yang disukainya. Berbeda dengan seseorang yang semata sering memberi. Belum tentu pemberiannya didasari ketulusan. Bisa jadi pemberian tersebut diiringi dengan mengolok-olok atau pemberian dari yang buruk yang ia sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Sebagaimana dinyatakan Allah dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 267, (yang artinya):

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari HASIL USAHAMU YANG BAIK-BAIK dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan JANGANLAH KAMU MEMILIH YANG BURUK-BURUK lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Kalau yang seperti ini, maka sulit bagi kita untuk menyematkan padanya sebagai orang baik.

Memberi tidak selalu diidentikan dengan uang atau barang. Dengan tenaga dan pikiran pun sangat mungkin bisa dilakukan. Bahkan hanya dengan seulas senyum sekalipun. Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang lebih banyak manfaatnya kepada sesamanya. Diantara indikator banyaknya manfaat kepada sesama adalah banyaknya sesuatu yang dapat diberikan kepada selainnya. Entah curahan pikiran, tenaga, harta dan selainnya.

Lalu sudahkah kita memiliki kriteria ini? Marilah kita menilai diri sendiri. Tidak perlu menilai orang lain.

[2] Mampu mengendalikan diri

Kriteria kedua untuk menilai baiknya pekerti seseorang adalah kemampuan mengendalikan diri. Mengendalikan diri disini lebih bersifat umum. Bukan hanya pengendalian diri dari tindakan yang menyakiti orang lain, akan tetapi juga pengendalian diri dari ucapan yang melukai hati bahkan juga pengendalian diri dari pengiriman sinyal hati yang negatif seperti prasangka buruk, iri, dengki, hasad, ujub, dan yang lainnya. 

Orang yang mampu mengendalikan diri dari menyakiti sesamanya dengan tangan dan lisannya belum bisa dikatakan sebagai orang baik manakala belum mampu mengendalikan diri dari berprasangka buruk, iri, hasad, dengki dan berbagai penyakit hati yang lainnya. Sebab tanpa diagnosa awal dan upaya untuk mengenyahkannya, amat sangat mungkin amalan hati tersebut dapat menjelma menjadi tuturan lisan yang memicu timbulnya konflik di antara sesama.

So, sudahkan kita mampu mengendalikan diri terhadap tangan, lisan dan hati kita dari menganggu dan menyakiti sesama? Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Seorang muslim yang baik adalah yang membuat kaum muslimin yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari )

[3]  Suka memaafkan

Kriteria ketiga yang tak kalah dominannya dari dua kriteria diatas adalah suka memaafkan. Orang yang suka memaafkan terhadap orang yang berbuat salah kepadanya tidak lain adalah mereka yang memiliki jiwa besar. Termasuk dalam hal ini adalah suka memaklumi. Tidak banyak orang yang mudah apalagi suka memaklumi terhadap kesalahan dan kekhilafan orang lain. Seseorang yang mudah memaklumi terhadap ketergelinciran orang lain, akan sangat mudah memberikan 70 alasan/udzur kepada  saudaranya yang tengah terjatuh dalam kesalahan. Ia pun mudah berbaik sangka kepada saudaranya. Barangkali dibalik sebab terjatuhnya kesalahan yang tampak nyata di depan mata, terdapat rentetan sebab-sebab lain yang tak seorangpun tau kecuali dirinya dan Robbnya. 

Ja’far bin Muhammad rahimahullah berkata, “Apabila sampai kepadamu dari saudaramu sesuatu yang kamu ingkari, maka berilah ia sebuah udzur sampai 70 udzur. Bila kamu tidak mendapatkan udzur, maka katakanlah, “Barangkali ia mempunyai udzur yang aku tidak ketahui.”
(Dikeluarkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman no 8344).

Abdullah bin Muhammad bin Munazil berkata, “Mukmin adalah yang selalu memberi udzur kepada saudaranya, sedangkan munafiq adalah yang selalu mencari kesalahan saudaranya.”
(Dikeluarkan oleh Abu Abrirrahman As Sulami dalam adab ash shuhbah).

Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu ia berkata: “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, berapa kali kita memaafkan (kesalahan) pembantu?”

Lalu beliau pun diam. Kemudian orang itu mengulang perkataannya dan Nabi pun masih terdiam.

Lalu yang ketiga kalinya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maafkanlah dia (pembantu) setiap hari tujuh puluh kali.”
(HR. Abu Dawud)

Ingat 70 kali berbuat salah kita seharusnya tetap memberi maaf.

Maaf itu indah, dendam dan sakit hati adalah duri dalam hati. Duri di kaki saja buang apalagi di dalam hati.

Orang yang mudah memaafkan juga merupakan ciri orang yang bertaqwa sebagaimana diterangkan Allah dalam firman-Nya:

Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa, yaitu orang-orang yang berinfaq, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Ali ‘Imron: 133-134)

Dari dua ayat diatas, secara gamblang Allah menjelaskan tiga kriteria kebaikan sebagaimana yang sudah diuraikan diatas, yakni [1] Berinfaq baik di waktu lapang maupun sempit, [2] Menahan amarah/mampu mengendalikan diri, [3] memaafkan kesalahan orang lain.

Orang baik sejati adalah orang yang memiliki ketiga kriteria diatas. Tanpa salah satunya, barangkali kita masih ragu untuk menyematkan padanya orang baik. Pertanyaannya, sudahkah kita memiliki ketiganya? 

Kita berdoa kepada Allah agar diberi akhlaq yang baik. Rasulullah mengajarkan:

اللَّهُمَّ اهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, tunjukilah padaku akhlak yang baik, tidak ada yang dapat menunjukinya kecuali Engkau. Dan palingkanlah dariku kejelekan akhlak, tidak ada yang memalingkannya kecuali Engkau.” (HR: Muslim)

Macam-Macam Turbin


Turbin adalah suatu mesin rotari yang berfungsi untuk mengubah energi dari aliran fluida menjadi energi gerak yang bermanfaat.

Mesin turbin yang paling sederhana terdiri dari sebuah bagian yang berputar disebut rotor, yang terdiri atas sebuah poros/shaft dengan sudu-sudu atau blade yang terpasang disekelilingnya. Rotor tersebut berputar akibat dari tumbukan aliran fluida atau berputar sebagai reaksi dari aliran fluida tersebut. Oleh karena itulah turbin terbagi atas 2 jenis, yaitu turbin impuls dan turbin reaksi. Rotor pada turbin impuls berputar akibat tumbukan fluida bertekanan yang diarahkan oleh nozzle kepada rotor tersebut, sedangkan rotor turbin reaksi berputar akibat dari tekanan fluida itu sendiri yang keluar dari ujung sudu melalui nozzle. Untuk lebih jelasnya dapat kita amati pada gambar di bawah ini.

Prinsip Turbin Impuls dan Reaksi

20110803-042533.jpg

Turbin Impuls
Turbin ini merubah arah dari aliran fluida berkecepatan tinggi menghasilkan putaran impuls dari turbin dan penurunan energi kinetik dari aliran fluida. Tidak ada perubahan tekanan yang terjadi pada fluida, penurunan tekanan terjadi di nozzle.

Turbin Reaksi
Turbin ini menghasilkan torsi dengan menggunakan tekanan atau massa gas atau fluida. Tekanan dari fluida berubah pada saat melewati sudu rotor. Pada turbin jenis ini diperlukan semacam sudu pada casing untuk mengontrol fluida kerja seperti yang bekerja pada turbin tipe multistage atau turbin ini harus terendam penuh pada fluida kerja (seperti pada kincir angin).

Berikut adalah macam-macam turbin berdasarkan aplikasi penggunaannya:

1. Turbin Uap (Steam Turbine)
Turbin uap menggunakan media uap air sebagai fluida kerjanya. Banyak digunakan untuk pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan bahan bakar batubara, solar, atau tenaga nuklir. Prinsip dari turbin ini adalah untuk mengkonversi energi panas dari uap air menjadi energi gerak yang bermanfaat berupa putaran rotor.

Turbin Uap pada PLTU

2. Turbin Gas
Turbin jenis ini menggunakan fluida udara yang dipanaskan secara cepat sebagai fluida kerjanya. Sebuah kompresor yang berfungsi untuk mengkompres udara dipasang satu poros dengan turbin (coupled).

Skema dan Gambar Penampang Turbin Gas

20110806-084922.jpg

Animasi Turbin Gas

3. Turbin Air
Turbin ini termasuk jenis turbin yang paling sederhana disamping kincir angin. Ada 3 jenis turbin air yaitu turbin Pleton, turbin Franchis, dan turbin Kaplan.

Animasi Perbedaan Turbin Air Pleton, Franchis, dan Kaplan

4. Turbin Angin
Turbin angin lebih dikenal dengan kincir angin, berfungsi untuk mengkonversi energi kinetik dari anginmenjadi energi gerak.

Ref: http://artikel-teknologi.com/macam-macam-turbin/

By Taufiqur Rokhman Posted in Home

Injection Moulding


Prinsip Kerja

Proses injection molding atau pencetakan injeksi umumnya digunakan untuk mencapai pencetakan berkecepatan tinggi dari bahan termoplastik.

Termoplastik adalah jenis plastik yang menjadi lunak jika dipanaskan dan akan mengeras jika didinginkan dan proses ini bisa dilakukan berulang kali. Nama termoplastik diperoleh dari sifat plastik ini yang bisa dibentuk ulang dengan proses pemanasan. Secara sederhana termoplastik adalah jenis plastik yang bisa di daur ulang.

Proses injection molding bekerja berdasarkan prinsip bahwa termoplastik cair disuntikkan ke dalam cetakan dengan  tekanan tinggi untuk mencapai bentuk sesuai yang diinginkan. Sistem plunjer diantaranya digunakan untuk mencapai tekanan tinggi tersebut.

Operasi

Bahan yang akan digunakan untuk pencetakan dimasukkan ke hopper untuk dipanaskan. Bahan tersebut kemudian ditransfer menggunakan sebuah perangkat di mana suhu sekitar adalah 150° – 370 ° C. Selanjutnya bahan tersebut dilebur dan didorong oleh ram injeksi atau sebuah pendorong melalui nozzle dalam cetakan tertutup.

 Ada dua jenis injection molding. Yaitu:

 [1] Ram or Plunger Type Injection Moulding (Pencetakan Injeksi Tipe Plunjer Atau Ram)

Jenis sistem cetak injeksi memiliki dua unit. Mereka adalah unit injeksi dan unit klem. Dalam beberapa kasus, unit-unit ini dapat dibagi untuk mengeluarkan komponen yang sudah jadi. Pertama termoplastik yang dipilih diisikan dalam hopper. Kemudian dibawa ke bagian pemanasan dimana termoplastik meleleh dan tekanan meningkat. Dengan bantuan ram, bahan yang dipanaskan disuntikkan di bawah tekanan. Hal ini membuat bahan dapat memenuhi setiap rongga cetakan melalui nozzle untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan. Pada tipe ini, air umumnya digunakan untuk tujuan pendinginan.

 01 - PLUNGER TYPE INJECTION MOULDING - TYPE OF INJECTION MOULDING

[2] Screw Type Injection Moulding (Pencetakan Injeksi Tipe Sekrup)

Tipe ini juga memiliki dua unit untuk membagi dan mengeluarkan komponen yang sudah jadi. Dua unit tersebut adalah unit injeksi dan unit klem.

Unit injeksi terdiri dari hopper, sekrup dan bagian pemanasan. Rongga cetakan berada dalam unit penjepit. Pada tipe ini, pelet pertama kali dimasukkan ke dalam hopper. Resin didorong bersama dengan sekrup bola-balik dalam kondisi panas. Sekrup tersebut dipindahkan ke depan untuk mendorong bahan plastik ke dalam cetakan. Sekrup itu sendiri bergerak mundur dan memungkinkan akumulasi bahan yang cukup untuk mengisi cetakan. Perputaran sekrup memberikan tindakan plasticizing oleh efek gesekan dan geser. Gerakan aksial sekrup memberikan tindakan pengisian. Proses pencetakan jet digunakan untuk menemukan masalah yang terjadi dalam proses injection molding. Molding reaksi adalah pengembangan terbaru dalam cetak injeksi. Dalam molding reaksi, monomer viskositas rendah digunakan dalam cetakan. Ada reaksi kimia yang terjadi antara resin pada suhu rendah dan polimer yang dibuat.

 01 - SCREW TYPE INJECTION MOULDING - TYPE OF INJECTION MOULDING

Dalam proses pencetakan jet,  bahan thermoplastic dipanaskan sekitar 93°C di nozzle sekitar silinder. Molding reaksi cocok digunakan untuk produksi cetakan poliuretan.

Proses pencetakan jet digunakan dalam pembuatan bagian-bagian dari benang yang kompleks. Produksi pada bentuk yang rumit seperti bagian berdinding tipis menjadi lebih mudah dengan menggunakan proses ini. Terutama digunakan untuk produksi komponen listrik dan komunikasi seperti kabel telepon.

Source: mechanicalengineeringblog.com/4964-injection-moulding-process-types-of-injection-moulding-process

[Taufiqur Rokhman – 18102015 – 22.30, Singkep 8 Perumnas III – Bekasi Timur]

Dasar-Dasar Pompa


Pada kesempatan kali ini saya ingin membedah secara lebih dalam mengenai pompa. Pompa sentrifugal menjadi titik fokus kita karena pompa ini paling banyak digunakan oleh kita semua. Namun tidak menutup kemungkinan untuk membahas pompa tipe lain. Untuk mengetahui apa saja macam-macam pompa Anda bisa membaca artikel saya di blog saya ini.

20120814-111535 AM.jpg

Pompa Sentrifugal

Pada pompa sentrifugal terjadi perubahan energi yang diakibatkan oleh dua komponen utama pompa, yaitu impeller dan diffuser. Impeller adalah bagian pompa yang berputar, yang mengkonversikan energi mekanik berupa putaran pada poros menjadi energi kinetik. Sedangkan diffuser (volute cassing) adalah bagian pompa yang diam, yang mengkonversikan energi kinetik menjadi energi tekanan. Sehingga secara umum pompa berfungsi untuk mengubah energi mekanik poros pompa menjadi energi tekanan berupa head fluida yang dipompa.

Besar debit fluida yang dialirkan oleh pompa sentrifugal pada putaran konstan, tergantung dari besar diferensial tekanan atau head yang dihasilkan pompa. Semakin besar head pompa akan semakin kecil debit aliran fluida yang dialirkan, begitu pula sebaliknya. Nilai dari head pompa vs. kapasitas debit ini dapat dibuat sebuah grafik yang menunjukkan grafik karakteristik pompa. Grafik ini biasanya disertakan oleh produsen pompa pada setiap produknya untuk menggambarkan karakteristik dari pompa yang ia produksi. Bentuk dari kurva head-kapasitas pompa sentrifugal merupakan fungsi dari ukuran dan desain pompa, diameter dari impeller, dan kecepatan operasionalnya.

20120814-124951 PM.jpg

Kurva Head-Kapasitas Pompa Sentrifugal

Head Pompa

Head pompa adalah sebuah satuan linier vertikal untuk menunjukkan ketinggian maksimum sebuah pompa spesifik saat memompa fluida menuju outletnya.

Umumnya yang menjadi pertanyaan kita di awal mempelajari pompa adalah “Mengapa satuan yang digunakan adalah meter (SI) atau feet (CGS), dan bukan satuan tekanan?”

Jawabannya sangat sederhana, sebuah pompa dengan spesifikasi tertentu akan menghasilkan “meter ketinggian (head)” yang sama sekalipun memompa berbeda-beda fluida dengan massa jenis yang berbeda-beda pula. Di sisi lain, ia akan menghasilkan tekanan yang berbeda antara fluida-fluida tersebut sesuai dengan massa jenisnya.

20120829-012341 AM.jpg

Tekanan Keluaran Pompa Pada Dua Fluida Berbeda

Jika ada dua pompa yang identik memompa dua fluida yang berbeda massa jenisnya, pembacaan tekanan di sisi keluaran pompa akan berbeda sekalipun di titik ketinggian yang sama. Oleh karena itulah digunakan satuan “meter ketinggian” untuk merepresentasi besar head pompa.

Source: http://artikel-teknologi.com/dasar-dasar-pompa/

HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning)


HVAC berfungsi menjaga kondisi udara sekitar untuk melindungi alat-alat, dan kenyamanan personal dengan cara mengatur ventilasi dan pengkondisian udara.

HVAC merupakan singkatan dari Heating, Ventilation, and Air Conditioning. Yang mana sistem pengkondisian udara ini merupakan aplikasi dari beberapa cabang ilmu Mechanical Engineering yaitu termodinamika, mekanika fluida, dan perpindahan panas.

HVAC termasuk vital penggunaannya di beberapa industri, terutama di gedung-gedung, perkantoran yang dipenuhi peralatan komputer yang perlu dijaga kelembaban udaranya, serta industri-industri besar yang memerlukan sistem ventilasi yang baik. Berikut akan saya jelaskan lebih mendetail mengenai HVAC.

1. Heating
Sistem ini banyak digunakan di daerah-daerah yang beriklim dingin, yang sepanjang musim didominasi dengan suhu yang dingin. Tersusun oleh beberapa bagian penting antara lain boiler, furnace, heat pump, radiator, dan hydronic.

Furnace berfungsi sebagai sumber panas yang ditransfer ke media air bernama hydronic di boiler. Hydronic tersirkulasi berkat kerja dari heat pump, yang selanjutnya setelah dari boiler, hydronic menuju ke radiator untuk memindahkan panas yang dikandungnya ke udara yang tersirkulasi. Udara inilah yang digunakan untuk memanaskan ruangan.

2. Ventilation
Ventilation adalah proses untuk mensirkulasikan udara di dalam suatu ruangan dengan udara luar, yang bertujuan untuk me-remove debu, kelembaban, bau-bauan yang tidak sedap, karbon dioksida, panas, bakteri di udara, serta meregenerasi oksigen di dalam ruangan. Ventilasi merupakan salah satu penerapan teori mekanika fluida.

Penggunaan Ventilation Fan pada Industri

20110622-113951.jpg

Ada dua jenis ventilation, yaitu forced ventilation dan natural ventilation. Forced ventilation adalah sistem ventilasi yang menggunakan bantuan fan atau kipas untuk mensirkulasikan udara di dalam ruangan. Sistem ini banyak digunakan di perindustrian besar, gedung-gedung, dan contoh yang paling dekat dengan kita adalah di dapur dan di kamar mandi. Di dapur biasanya dipasang fan untuk menghisap asap dari kompor dan dibuang keluar. Sedangkan di kamar mandi jelas digunakan untuk mengusir bau-bauan yang tidak sedap dari dalam kamar mandi.

Exhaust Fan untuk Rumah-rumah

20110622-113818.jpg

Sedangkan untuk natural ventilation tidak diperlukan bantuan kipas untuk mensirkulasikan udara. Biasanya hanya berupa jendela yang dibiarkan terbuka di suatu ruangan.

3. Air Conditioning
Air Conditioning (AC) menggunakan prinsip siklus mesin pendingin, yang terdiri dari beberapa bagian penting yaitu refrigerant, kompresor, heat exchanger (Evaporator dan Kondensor), dan katup ekspansi.

Kalau Anda googling pasti sudah banyak yang menjelaskan bagaimana prinsip kerja dari AC. Di sini yang perlu saya tekankan adalah adanya sedikit perbedaan antara AC yang biasa Anda gunakan di rumah, dengan AC yang digunakan di perkantoran, gedung-gedung, atau perindustrian. Ada satu media bernama liquid chiller yang digunakan.

Kompresor AC pada salah satu kantor

20110622-114125.jpg

Jadi prosesnya menjadi seperti berikut. Udara yang tersirkulasi diserap panasnya melalui heat exchanger oleh liquid chiller di satu komponen bernama Air Handling Unit (AHU). Sedangkan panas dari liquid chiller diserap oleh refrigerant melalui heat exchanger yang lainnya. Jadi ada semacam proses pendinginan bertingkat di dalamnya.

Air Handling Unit

20110622-114234.jpg

Ada satu alasan yang kuat mengapa AC yang digunakan di gedung-gedung besar menggunakan liquid chiller. Karena udara yang bersirkulasi di dalam gedung bervolume besar, maka akan lebih jauh efisien jika menggunakan media liquid chiller sehingga energi yang dibutuhkan untuk operasional AC lebih rendah jika dibandingkan tanpa menggunakan liquid chiller.

Source: http://artikel-teknologi.com/hvac-heating-ventilating-and-air-conditioning/

Kumpulan Peraturan Terkait Pendidikan


Undang-undang (untuk download peraturannya, klik pada bagian tanggalnya)

  1. 23 Tahun 2014: Pemerintah Daerah, membatalkan UU 12 Tahun 2008, UU 32 Tahun 2004, dan UU 08 Tahun 2005, dan diubah oleh Perppu no. 2 tahun 2014. (offsite)
  2. 22 Tahun 2014: Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, diubah oleh Perppu no. 1 Tahun 2014. (offsite)
  3. 17 Tahun 2014: MPR, DPR, DPD, dan DPRD. (offsite)
  4. 12 Tahun 2014: Perubahan atas UU no. 23 Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014. (offsite)
  5. 11 Tahun 2014: Keinsinyuran. (offsite)
  6. 5 Tahun 2014: Aparatur Sipil Negara.
    Naskah Akademik RUU-nya. (offsite)
    K.26-30/V.7-3/99: Surat Kepala BKN tentang Batas Usia Pensiun (BUP) PNS yang merujuk pada UU No. 5 Tahun 2014. (offsite)
  7. 23 Tahun 2013: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014. (offsite)
  8. 20 Tahun 2013: Pendidikan Kedokteran. (offsite)
  9. 17 Tahun 2013: Organisasi Kemasyarakatan. (offsite)
  10. 15 Tahun 2013: Perubahan atas Undang-Undang no.19 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2013. (offsite)
  11. 19 Tahun 2012: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2013. (offsite)
  12. 18 Tahun 2012: Pangan. (offsite)
  13. 17 Tahun 2012: Perkoperasian. (offsite)
  14. 12 Tahun 2012: Pendidikan Tinggi lengkap dengan penjelasannya. (offsite, mirror). Uji terhadap UU ini oleh MK pada Februari 2013 dapat diikuti di sini. Panduan proposalAkademi Komunitas yang diselenggarakan oleh masyarakat. (offsite)
  15. 24 Tahun 2011: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. (offsite)
  16. 22 Tahun 2011: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012 dan penjelasannya (offsite)
  17. 16 Tahun 2011: Bantuan Hukum (offsite)
  18. 15 Tahun 2011: Penyelenggara Pemilihan Umum (offsite)
  19. 12 Tahun 2011: Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (offsite)
  20. 10 Tahun 2010: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2011 dan penjelasannya (offsite)
  21. 09 Tahun 2010: Keprotokolan (lengkap dengan penjelasan)
  22. 05 Tahun 2011: Akuntan Publik (offsite)
  23. 02 Tahun 2010: Perubahan atas Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2009 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2010 (offsite)
  24. 24 Tahun 2009: Bendera, Bahasa, dan Lambang Negera, serta Lagu Kebangsaan (offsite)
  25. 43 Tahun 2009: Kearsipan. (offsite)
  26. 36 Tahun 2009: Kesehatan. (offsite)
  27. 35 Tahun 2009: Narkotika. (offsite)
  28. 25 Tahun 2009: Pelayanan Publik. (offsite)
  29. 24 Tahun 2009: Bendera, bahasa dan lambang negara, serta lagu kebangsaan. (offsite)
  30. 20 Tahun 2009: Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (offsite)
  31. 09 Tahun 2009: Badan Hukum Pendidikan 2009 (Wikisource)
    Putusan Mahkamah Konstitusi menolak UU BHP (offsite),
    Tayangan pptx penjelasan dari Kemendiknas.
  32. 42 Tahun 2008: Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (offsite)
  33. 40 Tahun 2008: Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis (offsite)
  34. 36 Tahun 2008: Pajak Penghasilan dan Penjelasannya (offsite); perubahan keempat atas UU No. 7 tahun 1983.
  35. 14 Tahun 2008: Keterbukaan Informasi Publik (offsite)
  36. 12 Tahun 2008: Perubahan Kedua UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, 08 Tahun 2005 perubahan Pertama (offsite)
  37. 11 Tahun 2008: Informasi dan Transaksi Elektronik (offsite)
  38. 43 Tahun 2007: Perpustakaan (offsite)
  39. 17 Tahun 2007: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (offsite)
  40. 12 Tahun 2006: Kewarganegaraan RI dan Penjelasan (offsite)
  41. 14 Tahun 2005: Guru dan Dosen (offsite)
  42. 08 Tahun 2005: Perubahan pertama UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (offsite)
  43. 40 Tahun 2004: Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). (offsite)
  44. 32 Tahun 2004: Pemerintahan Daerah (Penjelasannya)
  45. 29 Tahun 2004: Praktik Kedokteran dan penjelasan (offsite)
  46. 28 Tahun 2004: Perubahan atas UU Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan (offsite)
  47. 15 Tahun 2004: Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (offsite)
  48. 10 Tahun 2004: Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, Penjelasan, dan Sistematik Teknis Penyusunan (offsite)
  49. 7 Tahun 2004: Sumberdaya Air (offsite: 01, 02)
  50. 1 Tahun 2004: Perbendaharaan Negara (offsite)
  51. 20 Tahun 2003: Sistem Pendidikan Nasional, menggantikan UU no 02 Tahun 1989: Sistem Pendidikan Nasional. (Penjelasannya).
  52. 17 Tahun 2003: Keuangan Negara (offsite)
  53. 13 Tahun 2003: Ketenagakerjaan.
  54. 19 Tahun 2002: Hak Cipta (offsite)
  55. 18 Tahun 2002: Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (offsite)
  56. 16 Tahun 2001: Yayasan (offsite)
  57. 15 Tahun 2001: Merek (offsite)
  58. 14 Tahun 2001: Paten (offsite)
  59. 31 Tahun 2000: Desain Industri (offsite)
  60. 30 Tahun 2000: Rahasia Dagang (offsite)
  61. 24 Tahun 2000: Perjanjian Internasional (offsite)
  62. 43 Tahun 1999: perubahan atas UU no. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (pdf, offsite), dengan kelengkapannya Peraturan Pemerintah 24 Tahun 2011tentang Badan Pertimbangan Kepegawaian (Bapek).
  63. 18 Tahun 1999: Jasa Konstrusi (offsite)
  64. 08 Tahun 1999: Perlindungan Konsumen (offsite)
  65. 09 Tahun 1998: Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum (offsite)
  66. 20 Tahun 1997: Penerimaan Negara Bukan Pajak (offsite)
  67. 07 Tahun 1994: Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia (offsite)
  68. 43 Tahun 1993: Prasarana dan lalu lintas jalan.
  69. 04 Tahun 1990: Serah-Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (offsite)
  70. 02 Tahun 1989: Sistem Pendidikan Nasional lengkap dengan Penjelasannya. Digantikan oleh UU 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (docx)
  71. 08 Tahun 1983: Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
  72. 07 Tahun 1983: Pajak Penghasilan (offsite, format docx)
  73. 06 Tahun 1983: Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.
  74. 08 Tahun 1974: Pokok-pokok Kepegawaian (offsite)
  75. 01 Tahun 1974: Perkawinan (offsite)
  76. 11 Tahun 1969: Pensiun pegawai dan pensiun janda/duda pegawai (offsite)
  77. 73 Tahun 1958: Menyatakan berlakunya UU No. 1 Tahun 1946 RI tentang Peraturan Hukum Pidana untuk seluruh wilayah RI dan mengubah KUHP. (offsite)
  78. 10 Tahun 1955: Pengubahan nama Universiteit, Universitet, Universitit, Faculteit, Facultet dan Facultit Menjadi Universitas dan Fakultas (offsite)
  79. 34 Tahun 1954: Pemakaian Gelar “Akuntan” (“Accountant”) (offsite)

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu)

  1. 2 Tahun 2014: Pemerintah Daerah, mengubah UU 23 Tahun 2014. (offsite)
  2. 1 Tahun 2014: Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, mengubah UU 22 Tahun 2014. (offsite)

Peraturan Pemerintah

  1. 38 Tahun 2015: Pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas dalam Tahun Anggaran 2015 kepada Pegawai Negeri Sipil, Anggota Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun/Tunjangan.
  2. 30 Tahun 2015: Perubahan Ketujuh Belas atas PP No. 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS. (offsite)
  3. 26 Tahun 2015: Bentuk dan Mekanisme Pendanaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum. (offsite)
  4. 14 Tahun 2015: Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015-2035. (offsite)
  5. 13 Tahun 2015: Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Perubahan pertama PP No. 32 Tahun 2013.
  6. 53 Tahun 2014: Pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas dalam Tahun Anggaran 2014 kepada Pegawai Negeri Sipil, Anggota Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun/Tunjangan. (offsite)
  7. 46 Tahun 2014: Sistem Informasi Kesehatan. (offsite)
  8. 37 Tahun 2014: Penetapan Pensiun Pokok Pensiunan Pegawai Negeri Sipil dan Janda/Dudanya. (offsite)
  9. 34 Tahun 2014: Perubahan Keenam Belas atas PP No. 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS. (offsite)
  10. 30 Tahun 2014: Statuta Universitas Airlangga. (offsite)
  11. 27 Tahun 2014: Pengelolaan barang milik negara/daerah (membatalkan PP no.6 tahun 2006 jo PP no.38 Tahun 2008. (offsite)
  12. 24 Tahun 2014: Pelaksanaan Undang-Undang nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. (offsite)
  13. 21 Tahun 2014: Pemberhentian PNS yang Mencapai Batas Usia Pensiun bagi Pejabat Fungsional. (offsite)
  14. 16 Tahun 2014: Statuta Universitas Sumatera Utara. (offsite)
  15. 15 Tahun 2014: Statuta Universitas Pendidikan Indonesia. (offsite)
  16. 4 Tahun 2014: Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi yang telah ditetapkan tanggal 30 Januari 2014 dan diundangkan pada tanggal 4 Februari 2014.
  17. 90 Tahun 2013: Pencabutan PP 28/2003: Subsidi dan Iuran Pemerintah dalam Penyelenggaraan Asuransi Kesehatan bagi PNS dan Penerima Pensiun. (offsite)
  18. 89 Tahun 2013: Pencabutan PP 69/1991: Pemeliharaan Kesehatan PNS, Penerima Pensiun, Veteran Perintis Kemerdekaan beserta Keluarganya. (offsite)
  19. 88 Tahun 2013: Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif bagi Anggota Dewan Pengawas dan Anggota Dewan Direksi Badan Penyelengara Jaminan Sosial. (offsite)
  20. 87 Tahun 2013: Tata Cara Pengelolaan Aset Jaminan Sosial Kesehatan. (offsite)
  21. 86 Tahun 2013: Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif kepada Pemberi Kerja Selain Penyelenggara Negara dan Setiap Orang, Selain Pemberi Kerja, Pekerja dan Penerima Bantuan Iuran dalam Penyelenggara Jaminan Sosial. (offsite)
  22. 85 Tahun 2013: Tata Cara Hubungan antara Lembaga Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. (offsite)
  23. 78 Tahun 2013: Perubahan kedua atas PP no. 98 Tahun 2000 tentang pengadaan PNS, perubahan Pertama PP no. 11 Tahun 2002. (offsite)
  24. 58 Tahun 2013: Bentuk dan Mekanisme Pendanaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum. (offsite)
  25. 32 Tahun 2013: Perubahan Pertama Atas Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. (offsite)
  26. 22 Tahun 2013: Perubahan Kelima Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. (offsite)
  27. 2 Tahun 2013: Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2008 Tentang Pelaksanaan Undang-undang Tentang Yayasan. (offsite: 01, 02)
  28. 103 Tahun 2012: Perubahan atas Peraturan Pemerintah no. 63 Tahun 2005 tentang Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Komisi Pemberantasan Korupsi. (offsite)
  29. 97 Tahun 2012: Retribusi Pengendalian Lalu Lintas dan Retribusi Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing. (offsite)
  30. 96 Tahun 2012: Pelaksanaan Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. (offsite)
  31. 82 Tahun 2012: Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. (offsite)
  32. 74 Tahun 2012: Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. (offsite)
  33. 57 Tahun 2012: Pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan Bulan Ke Tiga Belas Dalam Tahun Anggaran 2012 Kepada Pegawai Negeri, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun/Tunjangan. (offsite)
  34. 56 Tahun 2012: Perubahan Kedua Atas PP no. 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  35. 28 Tahun 2012: Pelaksana Undang-Undang no. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan (offsite)
  36. 46 Tahun 2011: Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil; pengganti PP No.10 Tahun 1979. (offsite)
  37. 38 Tahun 2011: Sungai (catatan, situs lain)
  38. 24 Tahun 2011: Badan Pertimbangan Kepegawaian (Bapek) dengan penjelasannya (offsite)
  39. 19 Tahun 2011: Perubahan Ketujuh Atas Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 1985 Tentang Pemberian Tunjangan Veteran Kepada Veteran Republik Indonesia (offsite)
  40. 18 Tahun 2011: Perubahan Kesembilan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1985 Tentang Pemberian Tunjangan Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan (offsite)
  41. 17 Tahun 2011: Perubahan Kesepuluh Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1980 Tentang Pemberian Tunjangan Kehormatan Kepada Bekas Anggota Komite Nasional Indonesia Pusat dan Janda/Dudanya (offsite)
  42. 16 Tahun 2011: Penetapan Pensiun Pokok Purnawirawan, Warakawuri/Duda, Tunjangan Anak Yatim/Piatu, Anak Yatim Piatu dan Tunjangan Orang Tua Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia beserta Lampiran I s/d V (offsite)
  43. 15 Tahun 2011: Penetapan Pensiun Pokok Purnawirawan, Warakawuri/Duda, Tunjangan Anak Yatim/Piatu, Anak Yatim Piatu, dan Tunjangan Orang Tua Anggota Tentara Nasional Indonesia beserta Lampiran I s/d V (offsite)
  44. 14 Tahun 2011: Penetapan Pensiun Pokok Pensiunan Pegawai Negeri Sipil dan Janda/Dudanya beserta Lampiran I s/d VIII (offsite)
  45. 13 Tahun 2011: Perubahan Ketujuh Atas Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2001 Tentang Peraturan Gaji Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (offsite)
  46. 12 Tahun 2011: Perubahan Ketujuh Atas Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2001 Tentang Peraturan Gaji Anggota Tentara Nasional Indonesia (offsite)
  47. 11 Tahun 2011: Perubahan Ketiga Belas atas PP No. 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS. Lampiran PP 11 Tahun 2011. (offsite)
  48. 94 Tahun 2010: Penghitungan penghasilan kena pajak dan pelunasan pajak penghasilan dalam tahun berjalan (offsite)
  49. 93 Tahun 2010: Sumbangan penanggulangan bencana nasional, sumbangan penelitian dan pengembangan, sumbangan fasilitas pendidikan, sumbangan pembinaan olahraga, dan biaya pembangunan infrastruktur sosial yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto (offsite)
  50. 92 Tahun 2010: Perubahan kedua atas PP 29 tahun 2000 tentang usaha dan peran masyarakat jasa konstruksi (offsite)
  51. 90 Tahun 2010: Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga – RKAK/L, pengganti Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2004 (offsite, mirror)
  52. 80 Tahun 2010: Tarif pemotongan dan pengenaan pajak penghasilan pasal 21 atas penghasilan yang menjadi beban APBN atau APBD (offsite). Catatan: Peraturan Pemerintah ini menggantikan PP 45 Tahun 1994
    Permenkeu 262/PMK.03/2010 (lengkap dengan lampirannya): peraturan pelaksana PP 80 Tahun 2010 (offsite)
  53. 66 Tahun 2010: Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (offsite: PP dan Penjelasannya)
  54. 59 tahun 2010: Perubahan atas PP 29 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (offsite)
  55. 54 Tahun 2010: Pemberian gaji/pensiun/tunjangan bulan ketiga belas dalam tahun anggaran 2010 kepada Pegawai Negeri Sipil, Pejabat Negara dan Penerima pensiun/tunjangan (offsite)
  56. 53 Tahun 2010: Disiplin Pegawai Negeri Sipil (offsite)
    Peraturan Kepala BKN No. 21 Tahun 2010: Ketentuan Pelaksanaan PP no. 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS (offsite)
  57. 40 Tahun 2010: Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No.16 Tahun 1994 Tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  58. 28 Tahun 2010: Penetapan Pensiun Pokok Pensiunan PNS dan Janda/Dudanya (menggantikan PP 13 Tahun 2007, no 14 tahun 2008, dan no 9 tahun 2009)
  59. 25 Tahun 2010 (Lampiran): Perubahan ke 12 atas Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS (offsite)
  60. 17 Tahun 2010: Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan beserta penjelasannya.
  61. 63 Tahun 2009: Perubahan Atas Peraturan Pemerintah no. 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkutan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  62. 41 Tahun 2009: Tunjangan profesi guru dan dosen, tunjangan khusus guru dan dosen, serta tunjangan kehormatan Profesor.
    Pedoman pelaksanaannya menggunakan Peraturan Menteri Keuangan No.164/PMK.05/2010: Tata Cara pembayaran Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta tunjangan kehormatan professor (offsite)
  63. 38 Tahun 2009: jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara bukan Pajak yang berlaku pada yayasan. (offsite).
  64. 37 Tahun 2009: Dosen (146KB pdf, 62KB doc/zip)
  65. 65 Tahun 2008: Pemberhentian PNS (offsite)
  66. 63 Tahun 2008: Pelaksanaan Undang-Undang tentang Yayasan (offsite)
  67. 48 Tahun 2008: Pendanaan Pendidikan (Penjelasannya)
  68. 38 Tahun 2008: Pengelolaan barang milik negara/daerah. (offsite)
  69. 95 Tahun 2007: Perubahan ke7 terhadap Keppres 80 Tahun 2003 (dicabut terhitung 01 Januari 2011) – offsite
  70. 43 Tahun 2007: Perubahan pertama Atas PP no. 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  71. 41 Tahun 2006: Perizinan Melakukan Kegiatan Penelitian dan Pengembangan bagi Perguruan Tinggi Asing, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Asing, Badan Usaha Asing, dan Orang Asing (offsite)
  72. 39 Tahun 2007: Pengelolaan Uang Negara/Daerah (offsite)
  73. 31 Tahun 2006: Sistem Pelatihan Kerja Nasional (termasuk membahas tentang: 1. SKKNI-Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, dan 2. KKNI-Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) – offsite.
  74. 47 Tahun 2005: perubahan atas PP No. 29 Tahun 1997 tentang PNS yang menduduki jabatan rangkap (offsite)
  75. 65 Tahun 2005: Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (offsite)
  76. 48 Tahun 2005: Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  77. 47 Tahun 2005: Perubahan atas PP 29 Tahun 1997 tentang PNS yang menduduki jabatan rangkap (offsite)
  78. 31 Tahun 2005: Perubahan PP 40 Tahun 1994 Tentang Rumah Negara (offsite)
  79. 23 Tahun 2005: Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (offsite)
  80. 19 Tahun 2005: Standar Nasional Pendidikan
  81. 37 Tahun 2004: Larangan PNS menjadi anggota partai politik (offsite)
  82. 27 Tahun 2004: Tata Cara Pelaksanaan Paten oleh Pemerintah (offsite)
  83. 23 Tahun 2004: Badan Nasional Sertifikasi Profesi (offsite)
  84. 21 Tahun 2004: Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga – RKAK/L
  85. 54 Tahun 2003: Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  86. 30 Tahun 2003: Pendidikan Tinggi.
  87. 19 Tahun 2003: Pengamanan rokok bagi kesehatan.
  88. 09 Tahun 2003: Wewenang pengangkatan pemindahan dan pemberhentian PNS (offsite)
  89. 13 Tahun 2002: Perubahan atas PP no. 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan PNS dalam Jabatan Struktural (offsite)
  90. 12 Tahun 2002: Perubahan PP 97 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  91. 11 Tahun 2002: Perubahan atas PP 98 Tahun 2000 tentang pengadaan PNS (offsite)
  92. 101 Tahun 2000: Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  93. 100 Tahun 2000: Pengangkatan PNS dalam Jabatan Struktural (offsite)
  94. 99 Tahun 2000: Kenaikan pangkat PNS (offsite)
  95. 98 Tahun 2000: Pengadaan Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  96. 97 Tahun 2000: Formasi Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  97. 29 Tahun 2000: Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (offsite)
  98. 73 Tahun 1999: Tatacara Penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Bersumber Dari Kegiatan Tertentu. (offsite)
  99. 61 Tahun 1999: Penetapan Perguruan Tinggi Negeri Sebagai Badan Hukum – format pdf (sudah dibatalkan PP no. 17 tahun 2010)
  100. 60 Tahun 1999: Pendidikan Tinggi
  101. 05 Tahun 1999: Pegawai Negeri Sipil Yang Menjadi Anggota Partai Politik (offsite)
  102. 29 Tahun 1997: PNS yang menduduki jabatan rangkap (offsite)
  103. 45 Tahun 1994: Pajak Penghasilan bagi Pejabat Negara, PNS, anggota ABRI, dan Pensiunan (sudah diganti dengan PP 80 Tahun 2010 )
  104. 40 Tahun 1994: Tentang Rumah Negara (offsite: 01 02 )
  105. 16 Tahun 1994: Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  106. 1 Tahun 1994: Pemberhentian PNS – (offsite)
  107. 10 Tahun 1983: izin perkawinan dan perceraian bagi PNS (offsite)
  108. 23 Tahun 1993: Tata Cara Permintaan Pendaftaran Merek (offsite)
  109. 20 Tahun 1991: Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil Secara Langsung (offsite)
  110. 45 Tahun 1990: perubahan terhadap PP 10 Tahun 1983 tentang izin perkawinan dan perceraian bagi PNS (offsite)
  111. 30 Tahun 1990: Pendidikan Tinggi, lengkap dengan penjelasannya (pdf)
  112. 01 Tahun 1989: Penterjemahan dan/atau Perbanyakan Ciptaan untuk Kepentingan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, Penelitian dan Pengembangan (offsite)
  113. 05 Tahun 1987: Perlakuan terhadap Penerima Pensiun/Tunjangan yang hilang (offsite)
  114. 36 Tahun 1983: Pelaksanaan UU Pajak Penghasilan 1984 (offsite)
  115. 35 Tahun 1983: Pendaftaran, pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), penyampaian surat pemberitahuan, dan persyaratan pengajuan keberatan.
  116. 01 Tahun 1983: Perlakuan Terhadap Calon Pegawai Negeri Sipil Yang Tewas atau Cacat Akibat Kecelakaan karena Dinas. (offsite)
  117. 39 Tahun 1982: Pemberian Bantuan kepada Perguruan Tinggi Swasta. (offsite)
  118. 28 Tahun 1981: Pemberian Bantuan kepada Sekolah Swasta. (offsite)
  119. 30 Tahun 1980: peraturan displin PNS (sudah diganti dengan PP No. 53 Tahun 2010) (offsite)
  120. 32 Tahun 1979: Pemberhentian PNS (offsite)
  121. 10 Tahun 1979: Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (lengkap penjelasan dan lampiran) (offsite). Peraturan ini telah diganti oleh PP No.46 Tahun 2011.
  122. 34 Tahun 1979: Penyusutan Arsip (offsite)
  123. 7 Tahun 1977: Penetapan gaji beserta lampirannya (dapat diunduh di lokasi 1, lokasi 2)
  124. 24 Tahun 1976: Cuti Pegawai Negeri Sipil (offsite)
  125. 9 Tahun 1975: Peraturan Pelaksanaan UU 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (offsite)
  126. 6 Tahun 1974: Pembatasan Pegawai Negeri dalam usaha swasta (offsite)
  127. 4 Tahun 1966: Pemberhentian/pemberhentian sementara PNS (offsite)
  128. 58 Tahun 1954: Perubahan terhadap Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 1950 tentang Universiteit Gadjah Mada (offsite)
  129. 37 Tahun 1950: Universiteit Gadjah Mada (HKTL UGM, docx)
  130. 23 Tahun 1949: Penggabungan semua perguruan tinggi di Yogyakarta menjadi Universiteit Gadjah Mada (HKTL UGM, docx)

Continue reading

By Taufiqur Rokhman Posted in Home

Proses Manufaktur


Proses Manufaktur merupakan prosedur desain yang menghasilkan perubahan fisik dan/atau kimia untuk memulai pengerjaan material dengan tujuan meningkatkan nilai material itu. Proes manufaktur biasanya dilakukan karena operasi unit, yang berarti bahwa proses manufaktur adalah langkah tunggal dalam urutan langkah yang dibutuhkan untuk mengubah material awal menjadi produk akhir. Operasi manufaktur dapat dibagi menjadi dua tipe dasar:

[1] Operasi proses

[2] Operasi Assembling (perakitan).

manufaktur bagan

Operasi proses mengubah material kerja dari satu keadaan menjadi keadaan yang lebih bernilai  yang merupakan produk akhir yang diinginkan. Operasi proses menambah nilai dengan mengubah geometri, sifat, atau penampilan dari material awal. Pada umumnya, operasi proses dilakukan pada part kerja yang berlainan, akan tetapi operasi proses tertentu juga mampu diterapkan untuk part yang di asembling. 

Operasi proses menggunakan energi untuk mengubah bentuk daripada sebuah part kerja, sifat fisik, atau tampilan untuk menambah nilai pada material. Bentuk-bentuk energi termasuk diantaranya energi mekanik, energi termal, listrik dan kimia. Energi tersebut diterapkan dengan cara yang terkontrol dengan  mesin-mesin dan tool-tool. Energi manusia dapat juga dibutuhkan, tetapi pekerja pada umumnya bekerja untuk mengontrol mesin, mengawasi operasi dan part yang terbebani maupun yang tak terbebani sebelum dan sesudah masing-masing siklus operasi. Sebuah model umum dari operasi proses diilustrasikan pada  gambar dibawah ini, 

manufaktur proses

Lebih dari satu operasi proses biasanya dibutuhkan untuk mengubah material awal menjadi bentuk akhir. Operasi tersebut dilakukan dalam urutan khusus yang dibutuhkan untuk mencapai geometri dan kondisi yang didefinisikan oleh spesifikasi desain.

Terdapat tiga kategori operasi proses:

[1] Operasi bentuk, mengubah geometri material kerja awal dengan berbagai metode. Proses-proses bentuk diantaranya adalah casting (pengecoran), forging (tempa), dan machining (permesinan, seperti bubut, frais dan drillling)

[2] Operasi meningkatkan sifat, menambah nilai pada material dengan meningkatkan sifat-sifat fisiknya tanpa mengubah bentuknya. Perlakuan panas adalah diantara contohnya.

[3] Operasi proses permukaan, dilakukan untuk membersihkan, memelihara, melindungi, atau melapisi material pada permukaan terluarnya. Diantara contoh coating (pelapisan) adalah plating dan painting (pengecatan)

Operasi Assembling menggabungkan dua atau lebih komponen untuk membuat bentuk baru yang disebut dengan  rakitan, sub rakitan atau beberapa istilah lain yang mengacu pada proses joining (penggabungan) (contoh assembling las yang disebut lasan). Komponen dari entitas baru dikoneksikan satu sama lain secara permanen atau semi permanen. Proses penggabungan permanen diantaranya adalah welding (pengelasan), brazing (pematrian), soldering (penyolderan), dan ikatan adhesif. Mereka membentuk gabungan antara komponen-komponen yang tidak dapat dengan mudah dipisahkan. 

MESIN dan TOOL PRODUKSI

Operasi manufaktur dilakukan menggunakan mesin-mesin dan tool-tool (dan manusia). Penggunaan secara luas dari mesin-mesin dalam proses manufaktur dimulai pada revolusi industri. Mesin-mesin yang digunakan pada waktu itu adalah mesin pemotong logam yang mulai dikembangkan dan digunakan secara luas. \

[Taufiqur Rokhman – 30092015 -00.08, Perumnas III, Source: Fundamental of Modern Manufacturing, 4th edition- Mikell P. Groveer]